Hujan Sebelum Kemarau
hujan adalah kita
aku rintik, kau rindunya
berteduh di halaman puisi
dan masa lalu yang enggan permisi
setia menunggu matahari
terbit dari kelopak matamu
genggamanku jangan pernah kau lepas
selama kenangan turun deras
berulangkali aku jatuh padamu
tapi kau rengkuh selalu
lantas kita menangis bersama
dalam mendung teramat gulita
hujan adalah kita
menggigil di hadapan jendela
tak henti berpelukan
sebelum kemarau memisahkan
2022
Analisis Puisi:
Puisi "Hujan Sebelum Kemarau" karya Jun Desember menggambarkan metafora hubungan antara hujan dan cinta, serta berbagai perasaan yang terkait. Puisi ini menciptakan perumpamaan antara hujan yang terjadi sebelum musim kemarau dengan perasaan dalam suatu hubungan yang mungkin berada di ambang perpisahan.
Metafora Hujan sebagai Simbol Cinta dan Hubungan: Penyair menggunakan hujan sebagai metafora untuk menggambarkan hubungan cinta. Hujan dan kelembapan yang dibawanya merupakan simbol dari perasaan cinta dan rindu. Ada sentuhan mendalam dalam cara penyair menggambarkan bagaimana hujan dan cinta terkait erat.
Analogi Hubungan dan Cuaca: Puisi menunjukkan kehangatan hubungan dengan gambaran pelukan saat hujan turun. Namun, keadaan mendung dan gulita dari hujan tersebut juga merupakan metafora akan kemungkinan perpisahan, atau kemarau yang akan datang. Analogi tersebut menggambarkan ketakutan dan kekhawatiran akan kehilangan yang mungkin terjadi.
Rasa Takut Akan Perpisahan: Penyair menekankan ketakutan terhadap perpisahan yang mungkin terjadi, merenungkan tentang kenangan yang telah dibagikan dan ketidakpastian akan masa depan. Ada kesedihan dan kecemasan di dalam puisi, di mana hujan mempresentasikan keterikatan yang mungkin harus terputus saat kemarau datang.
Puisi ini adalah penggambaran tentang cinta yang kompleks. Meskipun ada keintiman yang dirasakan melalui hujan sebagai simbol cinta, namun juga ada perasaan kekhawatiran akan kemungkinan perpisahan atau kehilangan. Dalam keseluruhan puisi, ada sentuhan yang cukup dalam dan luas dalam merangkai perasaan, kesedihan, dan kecemasan terhadap hubungan yang mungkin akan berakhir.
Karya: Jun Desember
Biodata Jun Desember:
- Jun Desember lahir pada tanggal 27 Desember 1996 di Cirebon, Jawa Barat.
- Bukunya yang telah terbit: Cintaku Terlalu Puisi (2020).
