Puisi: Kalau Masih Ada Pilihan Lain (Karya B. Y. Tand)

Puisi “Kalau Masih Ada Pilihan Lain” karya B. Y. Tand merupakan sajak yang sarat dengan semangat perlawanan, solidaritas lintas bangsa, dan ...
Kalau Masih Ada Pilihan Lain
(kepada Federico Garcia Lorca)

Kalau masih ada pilihan lain
kupilih ombak ganas. Menghempas
dalam matamu. Semak belukar
hangus terbakar
dalam dendam
Hutan jati menggeliat
dalam api

Kupilih kau Federicoku
angin patah-patah hinggap
di puncak kuda zanggi
bulan purnama
Kita pacu tanpa pelana
kita taburkan racun
di langit Granada

Dan jika boleh memilih lagi
kupilih jalan itu juga, kata Louis Aragon
mungkin kepadamu
Kalau masih ada pilihan lain
kupilih jalan itu juga, kataku
Cordobamu!
Indonesiaku!

Medan, 1981

Sumber: Sajak-Sajak Diam (1983)

Analisis Puisi:

Puisi “Kalau Masih Ada Pilihan Lain” karya B. Y. Tand merupakan sajak yang sarat dengan semangat perlawanan, solidaritas lintas bangsa, dan keberanian memilih jalan perjuangan. Ditulis dengan dedikasi “kepada Federico Garcia Lorca”, puisi ini secara intertekstual merujuk pada sosok Federico García Lorca, penyair Spanyol yang menjadi korban kekerasan politik dalam Perang Saudara Spanyol. Selain itu, penyair juga menyebut Louis Aragon, sastrawan Prancis yang dikenal dengan puisi-puisi perjuangan.

Dengan demikian, puisi ini tidak hanya bersifat personal, tetapi juga politis dan historis.

Tema

Tema utama puisi ini adalah pilihan sadar untuk menempuh jalan perlawanan, meskipun penuh risiko dan kehancuran. Puisi ini menegaskan keberanian untuk tetap memilih jalan yang sama, bahkan jika kesempatan memilih kembali diberikan.

Puisi ini bercerita tentang hasrat untuk berpihak pada perjuangan dan solidaritas terhadap mereka yang tertindas. Penyair membayangkan dirinya bersama Lorca, menunggang kuda menuju Granada—ruang simbolik perlawanan dan tragedi—sebagai metafora keberpihakan terhadap kebebasan dan kemanusiaan.

Makna Tersirat

Larik pembuka:

“Kalau masih ada pilihan lain
kupilih ombak ganas.”

mengandung Makna Tersirat bahwa penyair tidak tertarik pada jalan aman. “Ombak ganas” melambangkan risiko, gejolak, dan konflik. Pilihan ini menunjukkan sikap radikal dan tegas: lebih baik menghadapi badai daripada hidup dalam kepasrahan.

Baris:

“Semak belukar hangus terbakar
dalam dendam
Hutan jati menggeliat
dalam api”

mengisyaratkan revolusi atau pergolakan sosial. Api menjadi simbol penghancuran sekaligus pemurnian. Dendam di sini bukan sekadar emosi pribadi, melainkan akumulasi ketidakadilan historis.

Bagian:

“kita taburkan racun
di langit Granada”

Granada—kota yang lekat dengan Lorca—menjadi simbol medan perjuangan. “Racun” dapat dimaknai sebagai gagasan subversif atau perlawanan terhadap tirani.

Penutup puisi:

“Cordobamu!
Indonesiaku!”

menyiratkan solidaritas lintas geografis. Cordoba (Spanyol) dan Indonesia dipertemukan sebagai ruang perjuangan yang setara. Artinya, tragedi dan perlawanan di mana pun memiliki resonansi universal.

Suasana dalam Puisi

Suasana dalam puisi ini intens, bergelora, dan heroik. Ada semangat revolusioner yang membara, disertai nada romantik khas puisi perjuangan. Emosi yang muncul bukan kesedihan pasif, melainkan keberanian dan tekad.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Amanat yang disampaikan puisi ini adalah pentingnya keberanian memilih jalan perjuangan, sekalipun penuh risiko. Penyair menegaskan bahwa jika kesempatan memilih diulang, ia tetap akan memilih jalan yang sama—jalan yang berpihak pada kebebasan dan perlawanan terhadap ketidakadilan. Puisi ini juga mengajarkan solidaritas lintas batas: perjuangan di Spanyol dan Indonesia dipandang sebagai bagian dari narasi kemanusiaan yang sama.

Puisi “Kalau Masih Ada Pilihan Lain” adalah puisi deklaratif yang menyuarakan keberanian dan kesetiaan pada jalan perlawanan. Dengan memanggil nama Federico García Lorca dan menyebut Granada serta Cordoba, B. Y. Tand membangun dialog lintas sejarah dan geografi.

Puisi ini menegaskan bahwa pilihan bukan sekadar kemungkinan, melainkan sikap. Dan ketika penyair berkata, “kupilih jalan itu juga,” ia sedang menegaskan identitas: Cordoba dan Indonesia bertemu dalam semangat yang sama—semangat untuk tidak tunduk pada ketidakadilan.

B. Y. Tand
Puisi: Kalau Masih Ada Pilihan Lain
Karya: B. Y. Tand

Biodata B. Y. Tand:
  • B. Y. Tand (Burhanuddin Yusuf Tanjung) lahir pada tanggal 10 Agustus 1942 di Indrapura, Kabupaten Asahan, Sumatra Utara.
© Sepenuhnya. All rights reserved.