Kelahiran Rindu
Tahukah kau, kasih
Rindu bisa lahir tiba-tiba
Meski berulangkali kau tolak
Ia hadir begitu sigap berbagi detak
Kau mulai tak berdaya
Kecuali mengobati segala dengan sua
Junglorong, 8 Januari 2023
Analisis Puisi:
Puisi “Kelahiran Rindu” Karya Moh. Ghufron Cholid merupakan puisi pendek yang menyoroti dinamika perasaan rindu dalam hubungan cinta. Dengan bahasa yang sederhana namun sugestif, penyair menggambarkan rindu sebagai sesuatu yang hidup, aktif, dan sulit dikendalikan.
Tema
Tema utama puisi ini adalah kemunculan rindu dalam relasi kasih. Rindu digambarkan sebagai perasaan yang datang tanpa bisa dicegah, bahkan ketika berusaha ditolak. Selain itu, terdapat tema ketidakberdayaan manusia di hadapan perasaan yang tumbuh secara alami.
Secara umum, puisi ini bercerita tentang seseorang yang mengingatkan kekasihnya bahwa rindu bisa lahir secara tiba-tiba. Rindu itu tidak dapat sepenuhnya dikendalikan, bahkan ketika berulang kali ditolak. Ia tetap hadir dan “berbagi detak”, seolah menyatu dengan denyut kehidupan.
Pada bagian akhir, penyair menyatakan bahwa ketika rindu telah datang, seseorang tidak lagi berdaya, kecuali mengobatinya dengan “sua” atau pertemuan. Dengan demikian, puisi ini menggambarkan rindu sebagai perasaan yang hanya dapat disembuhkan melalui kehadiran orang yang dirindukan.
Makna Tersirat
Puisi ini menunjukkan bahwa rindu adalah bagian alami dari cinta. Ia bukan sesuatu yang bisa dikontrol sepenuhnya oleh logika atau kehendak. Rindu lahir dari kedekatan emosional dan keterikatan batin.
Ungkapan “berbagi detak” mengisyaratkan bahwa rindu bukan sekadar perasaan biasa, melainkan sesuatu yang menyatu dengan denyut jantung—dengan kehidupan itu sendiri. Sementara itu, “mengobati segala dengan sua” menyiratkan bahwa pertemuan bukan hanya kebutuhan fisik, tetapi juga kebutuhan emosional dan spiritual.
Suasana dalam Puisi
Suasana dalam puisi ini cenderung lembut, intim, dan melankolis. Ada nuansa kerinduan yang tidak meledak-ledak, tetapi terasa tenang dan dalam. Nada percakapan yang digunakan—ditandai dengan sapaan “kasih”—membangun kesan personal dan hangat.
Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi
Amanat yang dapat ditangkap dari puisi ini adalah bahwa perasaan rindu merupakan konsekuensi alami dari cinta. Oleh karena itu, rindu tidak perlu ditolak atau dilawan, melainkan dipahami sebagai bagian dari hubungan yang hidup. Puisi ini juga menyiratkan pesan bahwa komunikasi dan pertemuan (sua) menjadi cara untuk merawat dan menyembuhkan jarak dalam relasi.
Puisi "Kelahiran Rindu" karya Moh. Ghufron Cholid menggambarkan rindu sebagai perasaan yang lahir spontan dan tak terelakkan. Melalui tema cinta dan kerinduan, makna tersirat tentang ketidakberdayaan manusia terhadap perasaan, serta penggunaan majas personifikasi dan metafora, puisi ini menyampaikan bahwa rindu adalah denyut alami dalam hubungan.
Dengan struktur yang ringkas namun padat, puisi ini berhasil menghadirkan pengalaman emosional yang universal dan mudah dirasakan pembaca.
Karya: Moh. Ghufron Cholid
Biodata Moh. Ghufron Cholid:
- Moh. Ghufron Cholid (adalah nama pena Moh. Gufron, S. Sos. I) lahir pada tanggal 7 Januari 1986 di Bangkalan.
- Setelah menempuh pendidikan di SDN Blega 03 (tamat tahun 1999), ia melanjutkan pendidikan di SLTP Negeri 01 Blega (tamat tahun 2002). Ia adalah salah satu alumni TMI Al-Amien Prenduan tahun 2006. Ia merupakan lulusan IDIA Prenduan fakultas Dakwah jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI).
- Sanggar Sastra Al-Amien (SSA) memiliki peranan penting dalam proses dunia tulis menulisnya.
- Moh. Ghufron Cholid suka menulis puisi, cerpen, pantun dan esai. Karya-karyanya dimuat diberbagai media baik di dalam maupun di luar negeri, juga dimuat di dalam Antologi Bersama terbit di dalam dan luar negeri.
- Penerima Anugerah Kedua Hescom2015 Vlog dan Rubaiyat (5 Desember 2015) di Malaysia.
