Puisi: Lanskap (Karya Soni Farid Maulana)

Puisi “Lanskap” karya Soni Farid Maulana menggambarkan bahwa kehidupan adalah perpaduan antara keheningan, kenangan, dan kehilangan—semuanya ...
Lanskap
Sumber: Selepas Kata (2004)

aku mendengar
nyanyian angin pagi
di tangkai pohonan

aku melihat cahaya sunyi matahari
berkilau lembut dalam bening embun pagi
yang bergayutan di punggung rumputan

aku mendengar salam itu,
salam-Nya, dilantunkan
kokok ayam jantan

negeri langit


1976

Lanskap
Sumber: Peneguk Sunyi (2009)
aku berkaca di alir sungai Seine
ada wajahmu di situ
yang dulu berkata, "sayangku!"

pekik burung gagak dan merpati laut
mengguncang dinding hatiku sehijau
lumut waktu. Kau? Entah di mana

2007

Analisis Puisi:

Puisi “Lanskap” karya Soni Farid Maulana menghadirkan dua fragmen waktu yang berbeda (1976 dan 2007), namun tetap terhubung melalui pengalaman batin penyair. Kedua bagian ini memperlihatkan perubahan perspektif: dari pengalaman spiritual yang hening menuju pengalaman personal yang sarat kenangan dan kehilangan. Puisi ini memadukan lanskap alam dengan lanskap batin secara puitis.

Tema

Tema puisi ini adalah perenungan spiritual dan kenangan cinta dalam bingkai waktu. Bagian pertama menonjolkan hubungan manusia dengan alam dan Tuhan, sedangkan bagian kedua menghadirkan tema kerinduan dan kehilangan dalam relasi personal.

Makna Tersirat

Puisi ini adalah perjalanan batin manusia dari kesadaran spiritual menuju pengalaman emosional yang lebih kompleks. Pada bagian pertama, alam menjadi simbol harmoni dan kedekatan dengan Tuhan.

Sementara itu, bagian kedua menunjukkan bahwa waktu membawa perubahan: dari ketenangan menuju kegelisahan, dari kepastian menuju kehilangan. Frasa “lumut waktu” menyiratkan bahwa kenangan telah lama berlalu, namun tetap melekat dalam ingatan.

Puisi ini juga dapat dimaknai sebagai refleksi bahwa kehidupan manusia selalu bergerak antara dua lanskap: lanskap spiritual (hubungan dengan Tuhan) dan lanskap emosional (hubungan dengan sesama manusia).

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Amanat yang disampaikan puisi ini adalah bahwa kehidupan manusia tidak lepas dari perubahan waktu yang memengaruhi perasaan dan cara pandang. Puisi ini juga mengajak pembaca untuk menghargai momen-momen spiritual yang hening serta menerima kenyataan bahwa kenangan dan kehilangan adalah bagian dari perjalanan hidup. Hubungan dengan Tuhan dan sesama manusia sama-sama membentuk lanskap batin seseorang.

Puisi “Lanskap” karya Soni Farid Maulana adalah refleksi puitis tentang perjalanan waktu dan perubahan batin manusia. Melalui dua fragmen yang berbeda, penyair menghadirkan kontras antara kedamaian spiritual dan kerinduan emosional. Puisi ini menggambarkan bahwa kehidupan adalah perpaduan antara keheningan, kenangan, dan kehilangan—semuanya membentuk lanskap batin yang terus berkembang.

Soni Farid Maulana
Puisi: Lanskap
Karya: Soni Farid Maulana

Biodata Soni Farid Maulana:
  • Soni Farid Maulana lahir pada tanggal 19 Februari 1962 di Tasikmalaya, Jawa Barat.
  • Soni Farid Maulana meninggal dunia pada tanggal 27 November 2022 (pada usia 60 tahun) di Ciamis, Jawa Barat.
© Sepenuhnya. All rights reserved.