Puisi: Lautan di Dada Ibu (Karya Iin Indrawati)

Puisi "Lautan di Dada Ibu" mengajak pembaca untuk merenung tentang kehidupan, cinta seorang ibu, dan konsep keabadian. Dengan bahasa yang kaya akan ..
Lautan di Dada Ibu

lautan di dada ibu
adalah palung tersembunyi
ditaburi garam
antara getir dan anyir

rahim ombak berwarna
darah
mengantarkan gelombang
malam terbelah
lengkingan debur berdebar buih
memeluk butiran pasir

setelah ibu melayarkan diri
bersandar ke dermaga abadi
lautan di dada ibu tetap biru

Bogor, 28 November 2023

Analisis Puisi:

Puisi "Lautan di Dada Ibu" karya Iin Indrawati merupakan karya yang penuh dengan simbolisme dan makna mendalam. Melalui penggambaran laut dalam hubungannya dengan dada ibu, puisi ini menggugah pemikiran tentang kehidupan, cinta, dan peran seorang ibu.

Simbolisme Laut dan Dada Ibu: Lautan dalam puisi ini dapat diartikan sebagai kehidupan, kedalaman emosi, dan keluasan pengalaman. Dada ibu menjadi simbol rahim, tempat kelahiran, dan kasih sayang. Penggabungan keduanya menciptakan citra alam semesta yang misterius dan penuh keajaiban.

Palung Tersembunyi: Palung tersembunyi yang dijabarkan dalam puisi menciptakan gambaran tentang kedalaman perasaan dan pengorbanan seorang ibu. Garam yang menaburinya mewakili rasa getir dan anyir kehidupan, mengisyaratkan bahwa perjalanan kehidupan tidak selalu manis dan mudah.

Warna Darah dan Gelombang Malam: Warna darah dan gelombang malam menjadi simbol kehidupan dan perubahan. Gelombang malam yang terbelah dan debur berdebar buih menggambarkan kompleksitas perasaan dan pengalaman hidup yang tak terduga.

Dermaga Abadi: Dermaga abadi merupakan lambang keberlanjutan kasih sayang seorang ibu. Meskipun perjalanan ibu dalam kehidupan berakhir, kehadiran dan kasih sayangnya tetap ada seperti dermaga yang selalu menjadi tempat kembali.

Lengkingan Debur dan Butiran Pasir: Lengkingan debur dan butiran pasir merujuk pada dinamika kehidupan, suara-suara yang mengiringi perjalanan panjang dan indahnya perasaan seorang ibu.

Konsistensi dan Keabadian: Puisi menegaskan bahwa meskipun ibu meninggalkan perjalanan kehidupan, lautan di dada ibu tetap biru. Hal ini dapat diartikan sebagai keabadian cinta seorang ibu dan kontribusinya yang tak terukur dalam membentuk kehidupan.

Puisi "Lautan di Dada Ibu" mengajak pembaca untuk merenung tentang kehidupan, cinta seorang ibu, dan konsep keabadian. Dengan bahasa yang kaya akan simbolisme, puisi ini mengeksplorasi dimensi emosional dan spiritual dari peran seorang ibu dalam kehidupan kita.

Iin Indrawati
Puisi: Lautan di Dada Ibu
Karya: Iin Indrawati

Biodata Iin Indrawati:
  • Iin Indrawati lahir pada tanggal 26 Februari 1984 di Bogor. Ia menulis cerpen, puisi dan berbagai artikel menarik di platform kepenulisan online. Karya-karyanya juga bisa dijumpai di beberapa buku antologi cerpen dan puisi.
  • Iin Indrawati adalah alumni kelas puisi AIS dan beberapa kelas puisi online lainnya. Baginya menulis adalah cermin jiwa yang terpancar di dalamnya.
  • Iin Indrawati dapat disapa di Instagram: @embun_in.
© Sepenuhnya. All rights reserved.