Nisan yang Terawat
Nisan yang lusuh
Lama tak terjamah
Terukir sebuah nama beliau
Terlintas memori masa lalu
Perlahan kuusap bersih
Kuukir tinta emas di nisan yang lusuh
Setiap goresan ada rasa rindu yang terpendam
Rindu yang terukir di lubuk hati yang dalam
Perlahan kupanjatkan doa
Sebagai tanda bakti ananda
Makam yang akan selalu dijaga
Sampai akhir hayat hidup ananda
Alfatihah...
TPU Pondok Rangon, Sabtu, 26 Maret 2022, 13:06 WIB
Analisis Puisi:
Puisi “Nisan yang Terawat” karya Riyanto merupakan sajak reflektif yang bertema penghormatan dan bakti kepada sosok yang telah wafat. Dengan bahasa sederhana dan penuh ketulusan, puisi ini menghadirkan momen ziarah sebagai ruang pertemuan antara kenangan, rindu, dan doa.
Puisi ini mengangkat relasi emosional antara “ananda” dan sosok yang telah tiada, yang tersirat sebagai orang tua atau figur yang dihormati.
Tema
Tema utama puisi ini adalah bakti dan kerinduan kepada orang yang telah meninggal dunia. Selain itu, puisi ini juga mengangkat tema penghormatan terhadap jasa dan kenangan masa lalu yang tetap hidup dalam ingatan.
Puisi ini bercerita tentang seorang anak yang mengunjungi makam sosok tercinta. Nisan yang lusuh dan lama tak terjamah menjadi titik awal munculnya kenangan masa lalu.
Penyair membersihkan nisan tersebut, bahkan “mengukir tinta emas” sebagai simbol penghormatan. Setiap goresan menghadirkan rasa rindu yang terpendam. Ia kemudian memanjatkan doa sebagai tanda bakti dan berjanji akan selalu menjaga makam tersebut hingga akhir hayatnya.
Puisi ditutup dengan lafaz “Alfatihah”, yang memperkuat nuansa religius dan doa bagi almarhum.
Makna Tersirat
Makna tersirat dalam puisi ini adalah bahwa cinta dan bakti kepada orang tua (atau sosok terhormat) tidak terhenti oleh kematian. Nisan yang awalnya lusuh melambangkan ingatan yang sempat terabaikan, tetapi kemudian dirawat kembali sebagai bentuk kesadaran dan penghormatan.
“Tinta emas” menyiratkan nilai kemuliaan dan penghargaan yang tinggi terhadap sosok yang telah wafat. Puisi ini juga menyiratkan bahwa doa adalah jembatan spiritual antara yang hidup dan yang telah tiada.
Suasana dalam Puisi
Suasana dalam puisi ini hening, haru, dan penuh ketulusan. Terdapat nuansa reflektif dan sakral, terutama ketika penyair memanjatkan doa. Nada puisinya lembut dan penuh perasaan, tanpa berlebihan.
Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi
Amanat puisi ini adalah:
- Hormati dan kenang jasa orang tua atau leluhur.
- Jangan lupakan bakti, meskipun mereka telah tiada.
- Rawatlah kenangan dengan doa dan tindakan nyata.
Puisi ini mengajarkan pentingnya menjaga hubungan spiritual dengan keluarga yang telah wafat melalui doa dan penghormatan.
Puisi “Nisan yang Terawat” karya Riyanto adalah sajak yang mengekspresikan bakti, rindu, dan doa kepada sosok yang telah wafat. Puisi ini menegaskan bahwa doa dan kenangan adalah bentuk perawatan paling abadi terhadap mereka yang telah mendahului kita.
Karya: Riyanto
Biodata Riyanto:
- Riyanto lahir pada tanggal 19 September 1977 di Jakarta.