Puisi: Pragalba (Karya Remy Sylado)

Puisi “Pragalba” karya Remy Sylado menyoroti kontradiksi antara ajaran spiritual dengan praktik kehidupan modern, khususnya dalam konteks kemewahan ..
Pragalba

Di rumah mewah orang Nasrani
kulihat Isa Almaseh ditangkap
diusir lewat pintu belakang

Ia kembali di pintu depan
Mengetuk, "Spada, boleh masuk?"

la ditangkap lagi orang banyak
dibawa ke altar gereja, diadili
"Kau hanya diperlukan orang miskin!"

Mereka menyumbang uang bermilyar
membuat salib dari mas 24 karat

Ia disalib di hotel berbintang
Minggu pagi mereka menyanyi di gereja
"I love Jesus, yes I know!"

Di rumah-rumah mewah orang Nasrani
kulihat Isa Almaseh sudah diair-keras
digantung di bonang manalu jadi simbora.

Sumber: Kerygma & Martyria (Gramedia Pustaka Utama, 2004)

Analisis Puisi:

Puisi “Pragalba” karya Remy Sylado merupakan karya yang tajam, satiris, dan penuh kritik sosial. Melalui simbol-simbol religius, puisi ini menyoroti kontradiksi antara ajaran spiritual dengan praktik kehidupan modern, khususnya dalam konteks kemewahan dan kepura-puraan.

Tema

Tema utama puisi ini adalah kritik terhadap kemunafikan religius dan ketimpangan antara ajaran agama dengan praktik sosial.

Puisi ini bercerita tentang sosok Isa Almasih yang hadir di lingkungan orang-orang kaya, namun justru ditolak dan diperlakukan tidak layak. Ia diusir, ditangkap, bahkan diadili oleh mereka yang mengaku beriman.

Di sisi lain, orang-orang tersebut tetap menjalankan ritual keagamaan, menyumbang uang dalam jumlah besar, serta memuja simbol-simbol agama secara mewah. Namun, sikap mereka bertentangan dengan nilai-nilai yang diajarkan oleh yang mereka sembah.

Makna Tersirat

Makna tersirat dalam puisi ini adalah bahwa iman yang hanya diwujudkan dalam simbol dan ritual tanpa penghayatan nilai kemanusiaan adalah kosong dan penuh kepalsuan.

Puisi ini menegaskan bahwa ajaran kasih dan kepedulian justru sering diabaikan oleh mereka yang secara lahiriah tampak religius. Isa Almasih dalam puisi ini menjadi simbol kebenaran yang ditolak oleh kemunafikan.

Suasana dalam Puisi

Suasana puisi ini terasa sinis, tajam, dan ironis, dengan nada kritik yang kuat.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Amanat yang dapat diambil adalah bahwa keimanan seharusnya diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar simbol atau kemewahan. Puisi ini juga mengingatkan agar manusia tidak terjebak dalam kepura-puraan religius.

Imaji

Puisi ini menghadirkan imaji yang kontras dan simbolik, seperti:
  • Imaji visual: rumah mewah, salib emas, hotel berbintang.
  • Imaji peristiwa: penangkapan, pengadilan, penyaliban.
  • Imaji suasana: kemewahan yang bertentangan dengan penderitaan.
Imaji tersebut memperkuat kritik sosial yang disampaikan penyair.

Majas

Beberapa majas yang digunakan dalam puisi ini antara lain:
  • Ironi: orang religius yang justru menolak ajaran agama.
  • Satire: sindiran terhadap praktik keagamaan yang dangkal.
  • Simbolisme: Isa Almasih sebagai lambang kebenaran dan kasih.
  • Hiperbola: penggambaran kemewahan yang berlebihan (salib emas, hotel berbintang).
Puisi “Pragalba” karya Remy Sylado adalah kritik sosial yang berani dan relevan. Dengan gaya satiris dan simbolik, puisi ini mengajak pembaca untuk merefleksikan kembali makna keimanan dan pentingnya keselarasan antara ajaran dan tindakan dalam kehidupan sehari-hari.

"Puisi Remy Sylado"
Puisi: Pragalba
Karya: Remy Sylado
© Sepenuhnya. All rights reserved.