Rahasia yang Tersimpan Abadi
Tak terasa lima tahun berlalu
Jadi terkenang sesuatu
Sebuah rahasia tersimpan lama
Terungkap tak sengaja
Datang beberapa Utusan HB 10 ke kediaman
Terkuak dan terbentang Silsilah HB 7
Tertera dan terukir namanya
Biarlah rahasia itu tetap tersimpan dalam tanah merah pusara almarhum
Biarlah gelar itu terbingkai dan tersimpan di sana...
Biarlah itu menjadi cerita
Dongeng pengantar tidur bagi anak-anak dan cucu-cucunya
Teriring doa tulus dari menantu, anak dan cucu
Al Fatihah
21 Desember 2017
Analisis Puisi:
Puisi “Rahasia yang Tersimpan Abadi” karya Riyanto menghadirkan refleksi tentang rahasia keluarga, sejarah keturunan, dan penghormatan kepada leluhur. Dengan bahasa naratif yang sederhana, puisi ini menautkan peristiwa pengungkapan silsilah dengan sikap pasrah dan doa kepada yang telah wafat.
Tema
Tema puisi ini adalah rahasia keluarga, penghormatan terhadap leluhur, dan penerimaan atas sejarah yang tersimpan.
Makna Tersirat
Makna tersirat puisi ini adalah bahwa kehormatan sejati tidak selalu perlu diumbar atau dijadikan alat kebanggaan sosial. Silsilah, gelar, atau pengakuan sejarah memiliki nilai, tetapi yang lebih penting adalah penghormatan dan doa bagi yang telah tiada.
Frasa “tanah merah pusara almarhum” menyiratkan bahwa identitas dan kebesaran seseorang pada akhirnya kembali pada kefanaan. Segala gelar duniawi akan terkubur bersama jasad, sementara yang abadi adalah doa dan kenangan keluarga.
Suasana dalam Puisi
Suasana puisi ini terasa hening, reflektif, dan penuh penghormatan. Ada nuansa nostalgia sekaligus kepasrahan spiritual.
Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi
Amanat yang dapat ditangkap adalah pentingnya menjaga kehormatan keluarga dengan bijaksana serta menempatkan sejarah dan gelar dalam perspektif yang rendah hati. Puisi ini juga menekankan nilai doa sebagai bentuk bakti dan cinta kepada leluhur.
Puisi “Rahasia yang Tersimpan Abadi” karya Riyanto merupakan refleksi tentang identitas, sejarah keluarga, dan makna kehormatan. Melalui sikap rendah hati dan doa, puisi ini menegaskan bahwa gelar dan silsilah bukanlah tujuan akhir, melainkan bagian dari perjalanan yang pada akhirnya kembali kepada tanah dan kenangan.
Karya: Riyanto
Biodata Riyanto:
- Riyanto lahir pada tanggal 19 September 1977 di Jakarta.