Rasa yang Pernah Ada
Tak terasa tujuh bulan lebih Covid melanda
Dan memporak-porandakan semua asa
Menghancurkan segala yang ada
Rasa pesimis tumbuh dalam dada
Namun di hari ini, di pagi yang cerah
Terkenang jasa para pahlawan dan semangat juangnya
Terngiang pekik merdeka menggelegar dan merekah
Bangkit dan tumbuh optimis dalam dada
Tumbuh kembangkan rasa percaya diri kita
Percayalah kepada pimpinan kita
Percayalah kepada pemerintah kita
Percayalah vaksin covid buatan peneliti kita
Vaksin Covid Merah Putih milik kita
Mari kita dukung dan patuhi pemimpin kita
Selalu patuhi Protokol Kesehatan Covid kita
Gak usah dikau lara dan sebarkan pesimis di antara kita
Yakinlah kepada pemimpin dan pemerintah kita
Ingatlah
Sehat dan sakit itu cobaan dan ujian dari Allah SWT
Semua yang ada di darat laut dan udara adalah milik Allah SWT
Tetaplah selalu berprasangka baik kepada Allah SWT
Dan pada akhirnya semua tunduk dan patuh berserah diri kepada Allah SWT
Semoga kesehatan lahir batin tetap tercurah semuanya bagi kita oleh Allah SWT
Aamiin YRA...
Merrdekaaaa......!!!
17 Agustus 2020
Analisis Puisi:
Puisi “Rasa yang Pernah Ada” karya Riyanto ditulis dalam konteks pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak awal 2020. Tanggal 17 Agustus 2020—yang bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia—menjadi latar historis yang memperkuat semangat kebangsaan dalam puisi ini.
Sajak ini bersifat reflektif sekaligus persuasif, memadukan situasi krisis kesehatan global dengan semangat nasionalisme dan religiusitas.
Tema
Tema utama puisi ini adalah optimisme dan kebangkitan semangat di tengah krisis pandemi.
Makna Tersirat
Makna tersirat puisi ini adalah bahwa pandemi bukan hanya krisis kesehatan, tetapi juga ujian mental dan spiritual. Rasa pesimis yang muncul harus dilawan dengan semangat kolektif dan kepercayaan.
Peringatan kemerdekaan menjadi simbol bahwa bangsa Indonesia telah melewati berbagai krisis sebelumnya. Dengan semangat yang sama, pandemi pun diyakini dapat diatasi.
Religiusitas dalam bagian akhir menunjukkan bahwa segala ikhtiar manusia tetap berada dalam kehendak Tuhan.
Suasana dalam Puisi
Suasana dalam puisi ini bergerak dari muram dan pesimis menuju optimistis dan penuh semangat. Bagian awal menghadirkan rasa terpuruk, sementara bagian tengah hingga akhir menampilkan semangat kebangkitan, keyakinan, dan kepasrahan religius.
Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi
Amanat puisi ini adalah agar masyarakat tidak terjebak dalam pesimisme, melainkan bangkit dengan semangat kemerdekaan dan optimisme.
Puisi ini juga menyampaikan pesan untuk:
- Mendukung kebijakan pemerintah.
- Mematuhi protokol kesehatan.
- Percaya pada upaya ilmiah seperti pengembangan vaksin.
- Tetap berprasangka baik kepada Tuhan.
Puisi “Rasa yang Pernah Ada” karya Riyanto merupakan refleksi atas pandemi Covid-19 yang dipadukan dengan semangat kemerdekaan dan religiusitas. Sajak ini menegaskan bahwa dalam menghadapi cobaan, manusia perlu menjaga harapan, bersatu, berikhtiar, dan berserah diri kepada Tuhan.
Karya: Riyanto
Biodata Riyanto:
- Riyanto lahir pada tanggal 19 September 1977 di Jakarta.