2020

Puisi: Surat Malam buat Bung Karno (Karya Gunoto Saparie)

Surat Malam buat Bung Karno kutulis surat padamu di tengah malam sepi  sambil membayangkan kau di balik jeruji penjara menyusun dan menulis pid…

Puisi: Duduk di Pinggir Sungai (Karya Gunoto Saparie)

Duduk di Pinggir Sungai duduk di pinggir sungai yang mengalir ke utara  aku pun mengail santai namun ikan-ikan entah ke mana di ujung musim air kali …

Puisi: Sebentar Lagi Fajar (Karya Gunoto Saparie)

Sebentar Lagi Fajar ketika azan subuh menggetarkan kalbu dan menguak renyai gerimis sejak dini hari aku pun bergegas mengambil air wudu dingi…

Puisi: Kata (Karya Gunoto Saparie)

Kata benarkah ini hanya mimpi ketika kupeluk hangat tubuhmu? kau taktahu, takpernah tahu kata, kata, dan kata, tanpa arti sekian tahun kita terikat p…

Puisi: Dosa Berjamaah (Karya Gunoto Saparie)

Dosa Berjamaah dalam dosa berjamaah hati nurani para pemimpin musnah entah terbang melayang ke mana sia-sia republik indonesia merdeka ketika kata-ka…

Puisi: Surat Kaleng (Karya Gunoto Saparie)

Surat Kaleng ada surat ditulis tanpa nama surat gelap, entah dari siapa ada surat dibikin tanpa alamat surat samar bagaikan kabut surat-surat melayan…

Puisi: Kepada Sapardi Djoko Damono (Karya Gunoto Saparie)

Kepada Sapardi Djoko Damono aku mencintai hujan bulan februari barangkali sesederhana cinta punyamu maafkanlah aku, kupinjam payungmu untuk …

Puisi: Kepada Nenek (Karya Gunoto Saparie)

Kepada Nenek kukenang rumahmu dulu di desa kuingat kerlip sentir di beranda ada bayangmu jatuh di pagar bambu begitu fana serpihan-serpihan …

Puisi: Keris (Karya Gunoto Saparie)

Keris kusimpan di lemari keris itu bertahun-tahun, mungkin sia-sia mungkin berkarat tak berguna kau bukan siapa pun, bukan milikku 2020 Analisis Puis…

Puisi: Titian (Karya Gunoto Saparie)

Titian dapatkah kau melewati tititan serambut dibelah tujuh? namun kau pun gamang dan sepi melihat bayang-bayangmu luruh dapatkah kau s…
© Sepenuhnya. All rights reserved.