Puisi: Keris (Karya Gunoto Saparie) Keris kusimpan di lemari keris itu bertahun-tahun, mungkin sia-sia mungkin berkarat tak berguna kau bukan siapa pun, bukan milikku 2020 Analisis Puis…
Puisi: Titian (Karya Gunoto Saparie) Titian dapatkah kau melewati tititan serambut dibelah tujuh? namun kau pun gamang dan sepi melihat bayang-bayangmu luruh dapatkah kau s…
Puisi: Kisah Pengantin (Karya Nia Samsihono) Kisah Pengantin Tersebutlah sebuah cerita Mengiringi waktu bagai legenda Anak dara menyampaikan rasa Pada kayu-kayu ranjang berukir puspa Seakan ad…
Puisi: Cinta (Karya Nia Samsihono) Cinta Bagai angin menyentuh wajah lembut menepis duka tengadah ada nyanyi surga yang indah ada tatapan menawan resah rasa itu gelombang pantai buihn…
Puisi: Memo (Karya A. Munandar) Memo Adalah aku yang selalu dan masih menyuapi rindu tapi malu menjamu temu. 1 Februari 2020 Analisis Puisi : Puisi "Memo&…
Puisi: Buku Harian (Karya Melki Deni) Buku Harian Seolah-olah kau paham: mengapa waktu tidak bisa berlari mundur? Supaya orang tidak tidur terlalu lama, Supaya orang tidak segan mengunju…
Puisi: Rasa yang Pernah Ada (Karya Riyanto) Rasa yang Pernah Ada Tak terasa tujuh bulan lebih Covid melanda Dan memporak-porandakan semua asa Menghancurkan segala yang ada Rasa pesimis tumbuh d…
Puisi: Episode Air Mata (Karya A. Munandar) Episode Air Mata ( 1) Dengan hati dengan hati-hati senja sebagai saksi perasaan sebagai bukti Dua manusia asing bertemu, berb…
Puisi: Sinyal (Karya Melki Deni) Sinyal Tak ada sinyal pertama dalam syair. Rea, kita seperti kepompong bermetamorfosis menuju ciptaan baru pada lembaran bumi ini. Simfoni memperlamb…
Puisi: Akulah Laut (Karya Nia Samsihono) Akulah Laut Akulah laut menyediakan ikan untuk disantap laki-laki dan perempuan Akulah laut tempat berbiak segala makhluk yang tidak tinggal di darat…
Puisi: Gerimis dalam Kabut (Karya Gunoto Saparie) Gerimis dalam Kabut gerimis pun menderai dalam kabut turun membasahi bukit kelabu dan kabur mendadak terasa cintamu begitu samar jauh tak tersentuh, …
Puisi: Tanjung Emas (Karya Gunoto Saparie) Tanjung Emas di pelabuhan tanjung emas, suatu senja engkaukah itu yang menarik jangkar sebelum kapal bertolak ke tenggara sebelum azan magrib mengalu…
Puisi: Untuk Dosen LH Kami (Karya Riyanto) Untuk Dosen LH Kami Mendung dan gerimis di pagi hari Tidak menyurutkan langkah-langkah kami Dengan semangat dan suka cita lestari Terdengar sayup-say…