Puisi: Sarinah (Karya Wing Kardjo)

Puisi “Sarinah” karya Wing Kardjo mengingatkan bahwa pembangunan sejati tidak hanya bersifat material, tetapi juga harus menyentuh dimensi ...
Sarinah

Bintang-bintang
gemilang dalam gedung menjulang

Dayang-dayang berdendang
dengan iringan gendang
Merah: alangkah parah
luka sejarah

1964

Sumber: Horison (April, 1971)

Analisis Puisi:

Puisi “Sarinah” karya Wing Kardjo yang ditulis pada tahun 1964 merupakan puisi pendek namun padat makna. Dengan larik-larik ringkas dan simbolik, penyair menghadirkan kontras antara kemegahan dan luka sejarah. Judul “Sarinah” sendiri merujuk pada nama yang sarat makna historis di Indonesia—baik sebagai simbol perempuan rakyat maupun sebagai ikon modernitas pada masanya.

Tema

Tema puisi ini adalah kritik sosial terhadap kemegahan yang berdiri di atas luka sejarah. Penyair menyoroti pertentangan antara gemerlap peradaban dan penderitaan masa lalu yang belum sepenuhnya sembuh.

Makna Tersirat

Puisi ini adalah kritik terhadap euforia pembangunan atau modernitas yang mengabaikan sejarah kelam bangsa. “Gedung menjulang” melambangkan simbol kemajuan fisik, sementara “luka sejarah” mengingatkan bahwa fondasi sosial dan politik mungkin masih rapuh.

Kata “Merah” dapat merujuk pada darah perjuangan, konflik ideologi, atau gejolak politik pada era 1960-an. Dengan demikian, puisi ini tidak hanya berbicara tentang bangunan atau pesta, tetapi juga tentang memori kolektif yang tersimpan di balik gemerlap.

Suasana dalam Puisi

Suasana dalam puisi ini bersifat kontras. Pada awalnya terasa gemerlap dan meriah, tetapi berubah menjadi getir dan reflektif pada bagian akhir. Pergeseran ini menimbulkan efek ironis yang kuat.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Amanat / pesan yang disampaikan puisi ini adalah agar masyarakat tidak melupakan sejarah di tengah kemajuan dan perayaan. Kemegahan fisik tidak boleh menutup kesadaran akan luka masa lalu. Puisi ini juga mengingatkan bahwa pembangunan sejati tidak hanya bersifat material, tetapi juga harus menyentuh dimensi kemanusiaan dan sejarah.

Puisi “Sarinah” karya Wing Kardjo adalah puisi singkat yang menyimpan kritik sosial mendalam. Melalui kontras antara gemerlap perayaan dan luka sejarah, penyair mengingatkan bahwa kemajuan tidak boleh melupakan penderitaan masa lalu.

Dengan bahasa simbolik dan padat, puisi ini menghadirkan refleksi tentang hubungan antara modernitas, sejarah, dan kesadaran kolektif bangsa.

Puisi Wing Kardjo
Puisi: Sarinah
Karya: Wing Kardjo

Biodata Wing Kardjo:
  • Wing Kardjo Wangsaatmadja lahir pada tanggal 23 April 1937 di Garut, Jawa Barat.
  • Wing Kardjo Wangsaatmadja meninggal dunia pada tanggal 19 Maret 2002 di Jepang.
© Sepenuhnya. All rights reserved.