Puisi: Seperti Jam (Karya Abdul Hadi WM)

Puisi “Seperti Jam” karya Abdul Hadi WM menegaskan bahwa waktu tidak hanya mengukur kehidupan, tetapi juga dapat memperlihatkan kehampaan manusia ...
Seperti Jam

Seperti jam, siapakah tengah malam
duduk di ruang, menunggu:

Kita sudah selesai sholat isya
habis doa
lalu mencari tapak-tapak putih
seseorang yang pergi membawa tasbih

dan detikpun jatuh, di sini
dalam bayang-bayang. Dalam pawai panjang
dalam senggang
yang abadi

dan kita tak lagi tahu, dimana senja
terus bertanya, siapa kita?
yang asing dalam abstraksi
tak sanggup menciptakan firdaus, dari janji

1968

Sumber: Horison (Mei, 1970)

Analisis Puisi:

Puisi “Seperti Jam” menghadirkan refleksi filosofis-religius tentang waktu, eksistensi manusia, dan keterasingan spiritual. Dengan simbol jam dan detik, penyair membangun metafora kehidupan yang terus berjalan namun kehilangan arah makna, terutama setelah ritual keagamaan dan kesadaran spiritual tidak lagi mampu menjawab kegelisahan batin.

Tema

Tema utama puisi ini adalah waktu, keterasingan manusia, dan kegelisahan eksistensial dalam dimensi spiritual. Tema pendukung:
  • Relasi manusia dengan waktu dan kefanaan.
  • Kehampaan setelah ritual keagamaan.
  • Krisis identitas spiritual.
  • Pencarian makna hidup.

Makna Tersirat

Makna tersirat dalam puisi ini meliputi:
  • Waktu sebagai entitas yang tak terhentikan. “Seperti jam” menandakan kehidupan manusia yang berjalan mekanis mengikuti waktu.
  • Keterasingan spiritual setelah ritual. Ibadah dilakukan, tetapi tidak serta-merta menjawab kegelisahan eksistensial.
  • Krisis makna dalam modernitas spiritual. Manusia kehilangan kemampuan memahami dirinya dalam kerangka makna yang utuh.
  • Janji spiritual yang tidak terwujud. “Firdaus dari janji” menunjukkan kegagalan ideal spiritual dalam realitas.
Puisi “Seperti Jam” karya Abdul Hadi WM adalah refleksi mendalam tentang waktu dan keterasingan spiritual manusia. Dengan simbol jam dan waktu malam, penyair menggambarkan manusia yang terus bergerak dalam arus waktu tetapi kehilangan makna eksistensial dan arah spiritualnya. Puisi ini menegaskan bahwa waktu tidak hanya mengukur kehidupan, tetapi juga dapat memperlihatkan kehampaan manusia ketika makna tidak lagi mampu direngkuh.

Puisi: Seperti Jam
Puisi: Seperti Jam
Karya: Abdul Hadi WM

Biodata Abdul Hadi WM:
  • Abdul Hadi WM (Abdul Hadi Widji Muthari) lahir di kota Sumenep, Madura, pada tanggal 24 Juni 1946.
  • Abdul Hadi WM adalah salah satu tokoh Sastrawan Angkatan '66.
© Sepenuhnya. All rights reserved.