Info Terbaru: Pidie Jaya kembali dilanda banjir. Aceh belum benar-benar pulih

Puisi: Stasiun A. (Karya Rita Oetoro)

Puisi “Stasiun A.” karya Rita Oetoro bercerita tentang interaksi antara kanak-kanak dan kereta tua (loko-loko). Anak-anak bermain di dalam kereta ...
Stasiun A.

loko-loko tua sehitam jelaga
kanak-kanak bermain di dalamnya
padam nostalgia
ketika angin lembah
sejuk menerpa wajah

1977

Sumber: Dari Sebuah Album (1986)

Analisis Puisi:

Puisi “Stasiun A.” karya Rita Oetoro adalah sajak pendek yang sederhana namun sarat dengan makna reflektif. Dengan diksi yang ringkas, puisi ini berhasil membangkitkan imaji masa lalu, nostalgia, dan interaksi manusia dengan benda tua yang sarat sejarah.

Tema

Tema utama puisi ini adalah nostalgia dan kenangan masa kecil. Rita Oetoro menyoroti bagaimana benda-benda tua—dalam hal ini loko-loko tua—bisa menjadi saksi bisu waktu dan pengalaman manusia, khususnya kenangan masa kanak-kanak.

Puisi ini bercerita tentang interaksi antara kanak-kanak dan kereta tua (loko-loko). Anak-anak bermain di dalam kereta yang sudah tua dan berwarna hitam jelaga, sehingga tercipta kontras antara keaktifan masa kini dan keheningan masa lalu.

Kereta tua di sini bukan sekadar objek; ia menjadi medium yang menghubungkan masa kini dengan kenangan, memunculkan rasa nostalgia yang halus.

Makna Tersirat

Puisi ini terkait dengan kesan waktu yang berjalan dan memori yang tersimpan dalam benda-benda lama.
  • Loko-loko tua → simbol masa lalu dan sejarah yang tersisa.
  • Padam nostalgia → mengisyaratkan perasaan manis sekaligus melankolis terhadap kenangan masa lalu.
  • Angin lembah sejuk → metafora ketenangan dan kesegaran saat mengenang masa lampau.
Puisi ini seakan mengajak pembaca untuk merenungkan hubungan antara manusia, waktu, dan ingatan.

Suasana dalam Puisi

Suasana puisi ini cenderung tenang, sejuk, dan reflektif. Kehadiran angin lembah yang sejuk memberi sensasi damai, sementara kereta tua dan anak-anak yang bermain menciptakan atmosfer hangat, melankolis, dan ringan.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Amanat puisi ini menekankan pentingnya menghargai memori masa lalu. Bahkan benda yang tampak tua atau usang dapat menyimpan sejarah, membangkitkan rasa nostalgia, dan memberikan pengalaman emosional bagi generasi yang menyentuh atau mengamatinya.

Puisi “Stasiun A.” karya Rita Oetoro menghadirkan refleksi sederhana namun mendalam tentang masa lalu, kenangan, dan hubungan manusia dengan benda tua. Dengan imaji visual dan sensorik yang kuat, pembaca diajak merasakan nostalgia yang lembut, damai, dan menenangkan, sambil menyadari betapa benda-benda tua bisa menjadi jendela waktu bagi kehidupan manusia.

Puisi: Stasiun A.
Puisi: Stasiun A.
Karya: Rita Oetoro

Biodata Rita Oetoro:

Rita Oetoro (Rita Cascia Saraswati atau Rita Oey) lahir di Purwokerto, Jawa Tengah, pada tanggal 6 Desember 1943.

© Sepenuhnya. All rights reserved.