Puisi: Sungai Lamandau (Karya Korrie Layun Rampan)

Puisi “Sungai Lamandau” karya Korrie Layun Rampan menempatkan sungai sebagai pusat kehidupan yang menghubungkan langit, bumi, dan siklus waktu.

Sungai Lamandau


Kali yang abadi
Menusuk langit
Menusuk bumi
Membiakkan kehidupan
Siang dan malam

Samarinda, 5/9/2013

Sumber: Dayak! Dayak! Di manakah Kamu? (2014)

Analisis Puisi:

Puisi “Sungai Lamandau” menampilkan bentuk puisi yang sangat padat dan simbolik. Dengan hanya beberapa larik, penyair menghadirkan sungai bukan sekadar sebagai bentang alam, tetapi sebagai entitas kosmis yang menghubungkan langit, bumi, dan kehidupan manusia.

Tema

Tema utama puisi ini adalah kekuatan alam sebagai sumber kehidupan dan kesinambungan kosmis. Tema pendukung:
  • Relasi manusia dengan alam.
  • Keabadian siklus kehidupan.
  • Kekuatan alam yang transenden.
  • Harmoni kosmos (langit–bumi–kehidupan).

Makna Tersirat

Makna tersirat dalam puisi ini meliputi:
  • Sungai sebagai simbol kehidupan universal. Sungai adalah sumber segala kehidupan yang terus mengalir tanpa henti.
  • Keterhubungan kosmis. “Menusuk langit” dan “menusuk bumi” menunjukkan hubungan antara dunia atas, dunia bawah, dan kehidupan manusia.
  • Keabadian alam. Kata “abadi” menegaskan bahwa alam memiliki siklus yang terus berulang.
  • Harmoni waktu. “Siang dan malam” menunjukkan keseimbangan alam yang terus berlangsung.
Puisi “Sungai Lamandau” karya Korrie Layun Rampan adalah puisi yang sangat padat makna, menggambarkan sungai sebagai kekuatan kosmis yang menghidupkan alam semesta. Dengan bahasa yang minimalis namun kuat, penyair menempatkan sungai sebagai pusat kehidupan yang menghubungkan langit, bumi, dan siklus waktu. Puisi ini menegaskan bahwa alam bukan sekadar latar, tetapi entitas hidup yang menjaga keseimbangan eksistensi seluruh makhluk.

Korrie Layun Rampan
Puisi: Sungai Lamandau
Karya: Korrie Layun Rampan

Biodata Korrie Layun Rampan:
  • Korrie Layun Rampan adalah seorang penulis (penyair, cerpenis, novelis, penerjemah), editor, dan kritikus sastra Indonesia berdarah Dayak Benuaq.
  • Korrie Layun Rampan lahir pada tanggal 17 Agustus 1953 di Samarinda, Kalimantan Timur.
  • Korrie Layun Rampan meninggal dunia pada tanggal 19 November 2015 di Rumah Sakit PGI Cikini, Jakarta Pusat.
© Sepenuhnya. All rights reserved.