Untuk Dosen LH Kami
Mendung dan gerimis di pagi hari
Tidak menyurutkan langkah-langkah kami
Dengan semangat dan suka cita lestari
Terdengar sayup-sayup alunan merdu Bang Santoso berdendang dan bernyanyi
Untuk suksesnya acara khusus dan spesial yang dinanti
Dipersembahkan khusus untuk Bu Dosen LH kami
Atas darma bakti beliau telah didik kami
Terpujilah wahai Bu Dosen LH kami
Maafkan segala kekurangan kami
Maafkan atas segala prasangka kami
Teringat akan kenangan yang berlalu
Teringat mata sorot tajam membeku
Teringat akan tatapan sinis dan kaku
Teringat akan kritikan-kritikan tajam dan pilu
Terhadap Makalah dan Paper yang kami ajukan malu-malu
Banyak diskusi dan sanggahan keras dari beliau
Banyak coretan-coretan dan kritik-kritikan keras dari beliau
Jujur itu membuat hati kami dongkol dan galau
Tapi ternyata semua itu
Beliau lakukan tuk kebaikan kami jua
Agar tesis kami berbobot dan bermutu
Agar kami lulus dengan nilai baik dan bermutu
Maafkan kami atas semua prasangka
Ternyata hatimu bagaikan emas 24 karat
Berkilau dan tidak pernah pudar oleh waktu yang terus berlalu
Dan dari lubuk hati kami yang terdalam
Maafkan segala kesalahan kami
Terima kasih banyak atas ilmu yang dibagikan kepada kami
Terima kasih banyak atas petuah-petuah yang diberikan kepada kami
Terima kasih banyak tak terhingga atas semuanya
Atas semua ilmu Bu Dosen yang ajarkan kepada kami
Semoga ilmu yang didapat bermanfaat ke depannya bagi kami
Sekali lagi terima kasih banyak tak terhingga
1 Februari 2020
Analisis Puisi:
Puisi “Untuk Dosen LH Kami” karya Riyanto merupakan ungkapan apresiasi dan refleksi mahasiswa terhadap sosok dosen yang tegas, kritis, dan penuh dedikasi. Dengan gaya naratif yang lugas dan emosional, puisi ini menampilkan perubahan sudut pandang: dari prasangka dan rasa dongkol menjadi penghormatan dan rasa terima kasih mendalam.
Tema
Tema puisi ini adalah ungkapan terima kasih dan penghargaan kepada dosen atas dedikasi dan ketegasannya dalam mendidik mahasiswa.
Makna Tersirat
Makna tersirat puisi ini adalah bahwa ketegasan dan kritik keras dalam dunia pendidikan sejatinya adalah bentuk kasih sayang dan tanggung jawab moral seorang pendidik.
Kritikan tajam bukan untuk menjatuhkan, melainkan membentuk karakter dan meningkatkan mutu intelektual. Perubahan perspektif mahasiswa—dari merasa tersakiti menjadi bersyukur—menunjukkan proses pendewasaan.
Frasa “emas 24 karat” menyiratkan bahwa ketulusan dan integritas seorang dosen tidak akan pudar oleh waktu.
Suasana dalam Puisi
Suasana puisi bergerak dari haru dan reflektif, sempat diwarnai kenangan tegang dan galau, lalu berakhir dalam suasana hangat penuh rasa syukur dan penghormatan.
Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi
Amanat puisi ini adalah:
- Hargailah guru atau dosen yang tegas karena ketegasan mereka adalah bagian dari proses pembentukan kualitas diri.
- Jangan terburu-buru berprasangka buruk terhadap kritik.
- Ilmu dan petuah guru adalah bekal berharga untuk masa depan.
Puisi ini menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter.
Puisi “Untuk Dosen LH Kami” karya Riyanto adalah bentuk penghormatan emosional kepada seorang pendidik yang tegas namun tulus. Melalui kenangan tentang kritik dan ketegasan, penyair menunjukkan bahwa proses pendidikan sering kali terasa keras, tetapi hasilnya membentuk kualitas dan kedewasaan. Puisi ini menjadi refleksi bahwa guru yang disiplin dan kritis adalah anugerah berharga dalam perjalanan akademik dan kehidupan.
Karya: Riyanto
Biodata Riyanto:
- Riyanto lahir pada tanggal 19 September 1977 di Jakarta.