Puisi: Bank (Karya Abinaya Ghina Jamela)

Puisi “Bank” karya Abinaya Ghina Jamela mengajarkan pentingnya kebiasaan menabung sekaligus menunjukkan rasa ingin tahu anak terhadap dunia di ...

Bank

Di luar aku menemui pak satpam
Kata bunda ia lelaki besar penjaga
keamanan. Ia tidak seram dan
tersenyum padaku. Ketika aku
masuk, aku harus tekan tombol merah.
Tombol yang mengeluarkan angka dan
memanggilku dengan suara seorang putri.
Aku mengeluarkan buku tabunganku dan dompet.
Aku harus memberitahu perempuan itu berapa
semua uangku dan ia menghitungnya lagi.
Ia mencetak buku bankku. Suaranya seperti
kereta api mainan dan ada angka 200,000
muncul di buku bankku. Aku senang sekali
dan harus memberi tanda tangan. Aku akan
rajin menabung, menabung penuh semangat.

2015

Sumber: Resep Membuat Jagat Raya (Kabarita, 2017)

Analisis Puisi:

Puisi “Bank” karya Abinaya Ghina Jamela merupakan puisi yang menggambarkan pengalaman sederhana seorang anak saat pergi ke bank. Dengan sudut pandang polos dan bahasa yang ringan, puisi ini berhasil menghadirkan suasana menyenangkan sekaligus mengenalkan dunia menabung.

Puisi ini menunjukkan bagaimana pengalaman sehari-hari dapat menjadi menarik ketika dilihat melalui imajinasi dan rasa ingin tahu anak.

Tema

Tema utama puisi ini adalah pengalaman anak dan pentingnya menabung. Selain itu, puisi ini juga mengangkat tema pendidikan keuangan sederhana dan rasa kagum anak terhadap lingkungan baru.

Puisi ini bercerita tentang seorang anak yang pergi ke bank bersama bundanya. Di sana ia bertemu satpam yang ramah, mengambil nomor antrean dari tombol merah, lalu menyerahkan buku tabungan kepada pegawai bank.

Anak tersebut merasa senang ketika melihat jumlah uang di buku tabungannya bertambah menjadi “200,000”. Pengalaman itu membuatnya semakin semangat untuk rajin menabung.

Makna Tersirat

Makna tersirat dalam puisi ini adalah bahwa kebiasaan menabung perlu dikenalkan sejak kecil dengan cara yang menyenangkan.

Puisi ini juga menunjukkan bahwa anak-anak belajar memahami dunia melalui pengalaman langsung. Hal-hal sederhana seperti suara mesin cetak buku tabungan atau tombol antrean dapat menjadi pengalaman yang berkesan bagi mereka.

Selain itu, puisi ini menyiratkan pentingnya sikap ramah dan lingkungan yang nyaman dalam membantu anak merasa aman ketika belajar hal baru.

Suasana dalam Puisi

Suasana dalam puisi ini terasa ceria, hangat, polos, dan menyenangkan. Cara sang anak menggambarkan suasana bank membuat puisi terasa ringan dan dekat dengan dunia anak-anak.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Pesan yang dapat diambil dari puisi ini adalah bahwa menabung merupakan kebiasaan baik yang perlu dilakukan sejak dini.

Puisi ini juga mengajarkan bahwa belajar dapat dilakukan melalui pengalaman sehari-hari dengan penuh rasa ingin tahu dan semangat.

Diksi

Diksi dalam puisi ini sederhana, ringan, dan khas bahasa anak-anak. Kata-kata seperti “pak satpam”, “tombol merah”, “suara seorang putri”, dan “kereta api mainan” membuat puisi terasa akrab dan mudah dipahami.

Pilihan kata tersebut menunjukkan sudut pandang anak yang memandang dunia dengan imajinasi dan kepolosan.

Imaji

Puisi ini memiliki beberapa jenis imaji, antara lain:
  • Imaji penglihatan, tampak pada tombol merah, buku tabungan, angka “200,000”, dan dompet.
  • Imaji pendengaran, terlihat pada suara mesin cetak buku yang disamakan dengan kereta api mainan.
  • Imaji perasaan, hadir melalui rasa senang, kagum, dan semangat menabung.
  • Imaji gerak, tampak pada kegiatan menekan tombol, menghitung uang, dan menandatangani buku bank.
Imaji-imaji tersebut membuat suasana bank terasa hidup dan menyenangkan.

Majas

Beberapa majas yang terdapat dalam puisi ini antara lain:
  • Simile, pada ungkapan “Suaranya seperti kereta api mainan”.
  • Personifikasi, pada tombol antrean yang “memanggilku dengan suara seorang putri”.
Puisi “Bank” karya Abinaya Ghina Jamela menggambarkan pengalaman sederhana seorang anak saat belajar menabung di bank. Dengan bahasa yang polos dan penuh imajinasi, puisi ini mengajarkan pentingnya kebiasaan menabung sekaligus menunjukkan rasa ingin tahu anak terhadap dunia di sekitarnya.

Abinaya Ghina Jamela
Puisi: Bank
Karya: Abinaya Ghina Jamela

Biodata Abinaya Ghina Jamela:
  • Abinaya Ghina Jamela (biasa disapa Naya) lahir pada tanggal 11 Oktober 2009 di Padang, Sumatera Barat, Indonesia.
© Sepenuhnya. All rights reserved.