Puisi: Berita Pertama (Karya Abdul Hadi WM)

Puisi “Berita Pertama” karya Abdul Hadi WM mengingatkan bahwa rasa kehilangan dan keterasingan adalah bagian dari pengalaman manusia, tetapi ...
Berita Pertama

Berita pertama yang sampai
Adalah Adam. Dengan kecewa menyusuri pantai
Menyongsong katamu. Mengembara terus orang asing!
Adam bertanya: Dimana Hawa terbaring?

1967

Sumber: Horison (Mei, 1970)

Analisis Puisi:

Puisi “Berita Pertama” karya Abdul Hadi WM merupakan puisi pendek yang sarat simbol dan nuansa filosofis. Penyair menggunakan tokoh Adam dan Hawa untuk menggambarkan pencarian, kehilangan, dan keterasingan manusia dalam kehidupan.

Walaupun hanya terdiri dari beberapa larik, puisi ini memiliki makna yang mendalam. Kisah Adam yang berjalan menyusuri pantai dan mencari Hawa bukan hanya merujuk pada cerita religius, tetapi juga melambangkan perjalanan manusia dalam mencari pasangan, makna hidup, atau asal-usul dirinya.

Tema

Tema utama puisi ini adalah pencarian dan keterasingan manusia. Selain itu, puisi ini juga mengangkat tema kehilangan, cinta, dan perjalanan hidup manusia sejak awal keberadaannya.

Puisi ini bercerita tentang Adam yang digambarkan sedang kecewa dan berjalan menyusuri pantai. Ia terus mengembara sebagai “orang asing” sambil mencari Hawa.

Adam bertanya, “Dimana Hawa terbaring?” Pertanyaan tersebut menunjukkan rasa kehilangan dan pencarian terhadap sosok yang sangat berarti dalam hidupnya.

Puisi ini menggambarkan manusia sebagai pengembara yang terus mencari sesuatu yang hilang, baik cinta, pasangan, maupun makna kehidupan.

Makna Tersirat

Makna tersirat dalam puisi ini adalah bahwa manusia pada dasarnya adalah makhluk yang selalu mencari dan merasa tidak utuh ketika kehilangan sesuatu yang penting dalam hidupnya.

Tokoh Adam melambangkan manusia pertama sekaligus simbol seluruh manusia yang hidup dalam perjalanan panjang penuh pencarian. Sementara Hawa dapat dimaknai sebagai simbol cinta, pasangan, ketenangan, atau sisi kehidupan yang hilang.

Puisi ini juga menyiratkan bahwa manusia sering merasa asing di dunia dan terus berusaha menemukan tempat atau sosok yang dapat membuatnya merasa lengkap.

Suasana dalam Puisi

Suasana dalam puisi ini terasa sunyi, melankolis, dan reflektif. Gambaran Adam yang berjalan di pantai menghadirkan kesan kesepian dan pencarian yang panjang.

Selain itu, terdapat suasana filosofis yang mengajak pembaca merenungkan hakikat hidup manusia.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Pesan yang dapat diambil dari puisi ini adalah bahwa kehidupan manusia merupakan perjalanan pencarian yang tidak pernah benar-benar selesai.

Puisi ini juga mengingatkan bahwa rasa kehilangan dan keterasingan adalah bagian dari pengalaman manusia, tetapi pencarian terhadap makna hidup tetap harus dijalani.

Imaji dalam Puisi

Meskipun singkat, puisi ini memiliki imaji yang kuat, antara lain:
  • Imaji visual, misalnya “menyusuri pantai”. Pembaca dapat membayangkan Adam berjalan sendirian di tepi pantai.
  • Imaji gerak, misalnya “Mengembara terus orang asing!”. Larik tersebut menghadirkan gambaran perjalanan panjang tanpa tujuan pasti.
  • Imaji perasaan, tampak pada “Dengan kecewa”. Ungkapan ini menghadirkan rasa sedih dan kehilangan.

Majas dalam Puisi

Beberapa majas yang terdapat dalam puisi ini antara lain:
  • Majas simbolik, pada tokoh “Adam” dan “Hawa”. Kedua tokoh tersebut melambangkan manusia, cinta, dan asal-usul kehidupan.
  • Majas metafora, pada “orang asing”. Ungkapan ini menggambarkan manusia yang merasa terasing dalam kehidupan.
  • Majas retoris, pada pertanyaan “Dimana Hawa terbaring?”. Pertanyaan tersebut lebih bersifat reflektif daripada meminta jawaban langsung.
  • Majas personifikasi, pada “Berita pertama yang sampai”. Berita digambarkan seolah dapat datang dan tiba sendiri.
Puisi “Berita Pertama” karya Abdul Hadi WM merupakan puisi pendek yang penuh makna filosofis tentang pencarian dan keterasingan manusia. Melalui simbol Adam dan Hawa, penyair menggambarkan manusia sebagai pengembara yang terus mencari cinta, makna, dan keberadaan dirinya sendiri. Dengan suasana sunyi dan reflektif, puisi ini mengajak pembaca merenungkan hakikat kehidupan dan perjalanan manusia di dunia.

Puisi: Berita Pertama
Puisi: Berita Pertama
Karya: Abdul Hadi WM

Biodata Abdul Hadi WM:
  • Abdul Hadi WM (Abdul Hadi Widji Muthari) lahir di kota Sumenep, Madura, pada tanggal 24 Juni 1946.
  • Abdul Hadi WM adalah salah satu tokoh Sastrawan Angkatan '66.
© Sepenuhnya. All rights reserved.