Puisi: Bianglala (Karya Rusli A. Malem)

Puisi "Bianglala" karya Rusli A. Malem mengajak pembaca untuk merenung tentang hubungan kompleks antara manusia dan alam serta keindahan yang ...
Bianglala

Gerimis dan mentari
Saling berbagi duka
Mendung dan langit
Terkulai dalam warna

Dedaunan dan rintik air
Mengisahkan kembali dongeng-dongeng masa kecil
Tentang seribu hantu
Yang menguras sebuah kolam
Memahami ikan badu
Dengan taring-taringnya yang tajam

Hantu itu merajai udara
Mambangnya terpampang dalam
Tujuh cahya pelanginya
Pantang ditunjuk
Dengan telunjuk kita
Pantang ditanya
Dari manakah gerangan datangnya?

1968

Sumber: Tonggak 3 (1987)

Analisis Puisi:

Puisi "Bianglala" karya Rusli A. Malem adalah karya yang dipenuhi dengan simbolisme alam dan penggambaran indah tentang hubungan antara alam dan manusia.

Gerimis dan Mentari: Dua unsur alam ini mewakili kontras yang sering ditemui dalam hidup. Gerimis dapat diasosiasikan dengan kesedihan atau ujian, sementara mentari melambangkan harapan dan kebahagiaan. Kombinasi keduanya menciptakan dinamika kehidupan.

Mendung dan Langit: Gambaran mendung dan langit menggambarkan keadaan alam yang berubah-ubah. Ini dapat diartikan sebagai refleksi perubahan-perubahan dalam hidup dan perjalanan kehidupan yang penuh tantangan.

Dedaunan dan Rintik Air: Dedaunan dan rintik air menjadi narasi kembali akan masa kecil dan dongeng-dongeng yang membentuk ingatan. Mereka menciptakan atmosfer kepolosan dan keajaiban dalam menggali kenangan masa kecil.

Seribu Hantu dan Kolam: Motif seribu hantu yang menguras sebuah kolam menciptakan ketegangan dan nuansa misterius. Hantu dan kolam bisa diartikan sebagai simbol perasaan atau pengalaman yang menguras kehidupan atau energi seseorang.

Ikan Badu dan Taring-taringnya: Penggambaran ikan badu dengan taring-taringnya yang tajam dapat diartikan sebagai kenyataan kehidupan yang penuh dengan bahaya. Ini bisa menjadi peringatan tentang kehadiran ancaman atau tantangan di sekitar kita.

Hantu dan Cahaya Pelangi: Motif hantu yang merajai udara dan cahaya pelangi menciptakan gambaran kontras antara kegelapan dan keindahan. Ini bisa diartikan sebagai perpaduan antara kehidupan yang sulit dan kecantikan yang ada di dalamnya.

Pertanyaan Akhir: Pertanyaan akhir mengundang pembaca untuk merenung. Dari mana datangnya cahaya pelangi dan keajaiban dalam hidup? Pertanyaan ini dapat membuka interpretasi tentang keberadaan keindahan dalam kehidupan yang penuh teka-teki.

Puisi "Bianglala" menciptakan lukisan indah melalui simbolisme alam dan elemen-elemen kehidupan, mengajak pembaca untuk merenung tentang hubungan kompleks antara manusia dan alam serta keindahan yang dapat diambil dari perjalanan kehidupan.

Rusli A. Malem
Puisi: Bianglala
Karya: Rusli A. Malem

Biodata Rusli A. Malem:
  • Rusli A. Malem lahir pada tanggal 27 November 1942 di desa Lhok Nibong, Aceh.
© Sepenuhnya. All rights reserved.