Ditemani Hujan
Hujan di jalan pulang
Bersanding dengan petir
Gemuruhnya petir bersuara lantang
Kilatnya petir jatuh bersama air
Menakutkan bagi yang lemah
Indah bagi yang marah
Cahaya langit ikut menyala
Sekejap menyilaukan mata
Tak ada jaminan pelangi setelah ini
Ia hanya air yang membasahi bumi
Bukan sebagai penyejuk hati
Apalagi membasuh pipi
2022
Analisis Puisi:
Puisi "Ditemani Hujan" karya Ferlisa Triandaru Ifrana adalah sebuah karya yang menggambarkan pengalaman hujan di jalan pulang yang disertai dengan petir.
Gambaran Alam: Penyair menggambarkan suasana alam saat hujan turun di jalan pulang. Hujan dan petir menjadi tokoh utama dalam puisi ini, menghadirkan suasana dramatis dan intens.
Kontras Dua Fenomena Alam: Hujan yang lembut dan gemuruh petir yang keras merupakan kontras yang menarik dalam puisi ini. Penyair menciptakan gambaran yang kuat tentang bagaimana dua fenomena alam ini saling melengkapi dan menciptakan suasana yang unik.
Tafsiran Subyektif: Penyair menunjukkan bahwa persepsi terhadap hujan dan petir sangatlah subjektif. Bagi yang lemah, hujan dan petir mungkin menakutkan, tetapi bagi yang marah, bisa dianggap sebagai sesuatu yang indah dan memikat.
Ketidakpastian dan Harapan: Meskipun hujan dan petir bisa dianggap sebagai peristiwa alam yang dramatis, namun penyair menunjukkan bahwa tidak ada jaminan akan adanya pelangi setelah hujan. Ini mencerminkan realitas bahwa kehidupan tidak selalu memberikan kepastian, namun tetap ada harapan untuk hal yang lebih baik.
Konklusi Puitis: Di akhir puisi, penyair menegaskan bahwa hujan tidak hanya sebagai air yang membasahi bumi, tetapi juga menggarisbawahi bahwa hujan tidak selalu memberikan penghiburan atau kesegaran yang diharapkan, terutama dalam hal emosi atau perasaan.
Puisi "Ditemani Hujan" adalah puisi yang memperlihatkan kedalaman dan kompleksitas fenomena alam serta menawarkan refleksi tentang bagaimana persepsi subjektif dapat memengaruhi cara kita memandang dunia di sekitar kita.
Karya: Ferlisa Triandaru Ifrana
Biodata Ferlisa Triandaru Ifrana:
- Ferlisa Triandaru Ifrana lahir pada tanggal 27 Maret 2003 di Wonosobo.
