Puisi: Engkau (Karya Syu’bah Asa)

Puisi “Engkau” karya Syu’bah Asa memperlihatkan bahwa manusia memiliki ruang batin yang kadang tidak dapat dipahami oleh orang lain di sekitarnya.
Engkau

di Binari aku menangis
kukenang engkau
di Sukabumi aku menangis
kukenang engkau
di kamar sedang isteriku tidur lena
aku menangis
pintu tertutup dimana-mana
sedang aku mengenang engkau

1972

Sumber: Horison (Maret, 1973)

Analisis Puisi:

Puisi “Engkau” karya Syu’bah Asa merupakan puisi pendek yang sarat dengan kesedihan, kerinduan, dan pergulatan batin. Puisi ini menghadirkan emosi yang kuat melalui pengulangan kata dan suasana sunyi yang mendalam. Penyair menggambarkan seseorang yang terus mengenang sosok “engkau” di berbagai tempat dan situasi kehidupan.

Tema

Tema utama puisi ini adalah kerinduan dan kesedihan batin terhadap seseorang yang sangat berarti. Selain itu, puisi ini juga menyinggung tema kesepian emosional yang tetap hadir meskipun penyair berada di tengah kehidupan sehari-hari.

Puisi ini bercerita tentang seseorang yang terus mengenang sosok tertentu hingga menimbulkan kesedihan mendalam. Penyair menangis di berbagai tempat—di Binari, di Sukabumi, bahkan di kamar ketika istrinya sedang tidur. Hal tersebut menunjukkan bahwa kenangan terhadap “engkau” begitu kuat dan tidak mudah hilang.

Kenangan itu terasa pribadi dan tersembunyi. Penyair seolah memendam perasaan yang tidak dapat diungkapkan kepada siapa pun.

Makna Tersirat

Makna tersirat dalam puisi ini adalah bahwa kenangan dan cinta yang mendalam dapat terus hidup di dalam diri seseorang, bahkan ketika kehidupan telah berjalan ke arah lain. Sosok “engkau” bisa dimaknai sebagai cinta masa lalu, seseorang yang telah pergi, atau figur yang sangat membekas dalam batin penyair.

Larikan:

“pintu tertutup dimana-mana
sedang aku mengenang engkau”

menggambarkan keterasingan emosional dan rasa sepi yang tidak bisa diatasi oleh keadaan sekitar.

Suasana dalam Puisi

Suasana yang terasa dalam puisi ini adalah suasana sedih, sunyi, dan penuh kerinduan. Kesunyian malam dan tangisan penyair memperkuat nuansa melankolis yang mendominasi keseluruhan puisi.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Puisi ini menyampaikan pesan bahwa kenangan dan perasaan mendalam terhadap seseorang sering kali sulit dihapus oleh waktu. Selain itu, puisi ini juga memperlihatkan bahwa manusia memiliki ruang batin yang kadang tidak dapat dipahami oleh orang lain di sekitarnya.

Imaji

Beberapa imaji yang muncul dalam puisi ini antara lain:
  • Imaji visual, terlihat pada gambaran tempat seperti “Binari”, “Sukabumi”, dan “kamar”.
  • Imaji perasaan, tampak dari kata “aku menangis” yang menghadirkan kesedihan mendalam.
  • Imaji suasana, tergambar melalui keadaan kamar yang sunyi saat istri penyair tertidur lena.

Majas

Puisi ini menggunakan beberapa majas, di antaranya:
  • Repetisi, pada pengulangan frasa “aku menangis” dan “kukenang engkau” untuk menegaskan rasa rindu dan duka.
  • Simbolisme, pada “pintu tertutup dimana-mana” yang melambangkan keterasingan atau kebuntuan batin.
  • Metafora, yang menggambarkan kesedihan emosional sebagai ruang tertutup dan sunyi.
Puisi “Engkau” karya Syu’bah Asa menghadirkan potret kesedihan yang sederhana tetapi menyentuh. Dengan bahasa yang singkat dan tenang, penyair berhasil memperlihatkan bagaimana kenangan terhadap seseorang dapat terus hidup dalam hati manusia. Puisi ini memperlihatkan bahwa rasa kehilangan dan kerinduan sering kali hadir diam-diam, namun sangat mendalam.

Syu’bah Asa
Puisi: Engkau
Karya: Syu’bah Asa

Biodata Syu’bah Asa:
  • Syu’bah Asa lahir di Pekalongan, Jawa Tengah pada tanggal 21 Desember 1941.
  • Syu’bah Asa meninggal dunia di Pekalongan, Jawa Tengah pada tanggal 24 Juli 2010 (pada usia 69 tahun).
© Sepenuhnya. All rights reserved.