Gaya Bahasa
Ia bilang aku tak berhati
Ia bilang aku hilang empati
Jika saja ia tahu,
Eufemisme selalu memikatku dibanding disfemisme
Bahkan, saat tulisan dipersembahkan dalam amarah, umpatan hanya berputar di kepala
Ah... memang menyebalkan
Banjarmasin, 24 Mei 2026
Analisis Puisi:
Puisi “Gaya Bahasa” karya Kamilia Salsabila merupakan puisi reflektif yang membahas cara seseorang mengekspresikan emosi melalui bahasa. Dengan memanfaatkan istilah linguistik seperti eufemisme dan disfemisme, penyair menghadirkan konflik batin antara kemarahan, empati, dan pilihan kata.
Tema
Tema utama puisi ini adalah ekspresi emosi melalui bahasa. Selain itu, puisi ini juga mengangkat tema tentang kesalahpahaman, pengendalian diri, dan cara manusia menyampaikan perasaan.
Makna Tersirat
Makna tersirat dalam puisi ini adalah bahwa seseorang tidak selalu dapat dinilai dari cara diam atau sikap luarnya. Ada orang yang tampak dingin, tetapi sebenarnya sedang berusaha mengendalikan emosi agar tidak menyakiti orang lain.
Puisi ini juga menyiratkan bahwa bahasa mencerminkan sikap batin seseorang. Pilihan menggunakan eufemisme menunjukkan adanya usaha untuk tetap menjaga perasaan orang lain meskipun sedang marah.
Selain itu, puisi ini menggambarkan konflik antara emosi dan kontrol diri dalam komunikasi manusia.
Amanat / Pesan yang Disampaikan
Amanat yang dapat dipetik dari puisi ini adalah bahwa manusia perlu berhati-hati dalam menggunakan bahasa, terutama ketika sedang marah. Tidak semua emosi harus diluapkan secara kasar.
Puisi ini juga mengajarkan bahwa seseorang tidak boleh terburu-buru menilai orang lain hanya dari sikap luarnya, karena bisa jadi mereka sedang berusaha mengendalikan diri demi menjaga hubungan dan perasaan sesama.
Puisi “Gaya Bahasa” karya Kamilia Salsabila merupakan puisi singkat yang membahas hubungan antara emosi dan bahasa. Dengan memanfaatkan istilah linguistik serta nada reflektif, penyair menunjukkan bahwa pilihan kata dapat mencerminkan empati dan pengendalian diri seseorang. Puisi ini mengajak pembaca memahami bahwa tidak semua kemarahan harus diungkapkan secara kasar, dan bahwa bahasa memiliki kekuatan besar dalam membentuk hubungan antarmanusia.
Karya: Kamilia Salsabila
Biodata Kamilia Salsabila:
- Kamilia Salsabila, lahir pada tahun 2002, mulai tertarik menulis puisi semenjak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama.