Gelang Kuning
Siang hari ibu membeli gelang
berwarna kuning. Ketika ibu
memberikan gelang itu aku tak akan
melepaskannya walau kakak
memintanya, tak aku kasih.
Mengapa? Karena ini hadiah spesial.
Setelah itu ibu datang bertanya
Mengapa ribut begini?
Kami rebutan gelang itu.
Baik, kalau begitu,
ayo pelukan dengan ibu.
2015
Sumber: Resep Membuat Jagat Raya (Kabarita, 2017)
Analisis Puisi:
Puisi “Gelang Kuning” karya Abinaya Ghina Jamela merupakan puisi sederhana yang menggambarkan hubungan hangat dalam keluarga melalui sebuah benda kecil, yaitu gelang berwarna kuning. Dengan bahasa yang ringan dan polos, puisi ini memperlihatkan perasaan sayang seorang anak terhadap hadiah dari ibunya.
Puisi ini juga menunjukkan bagaimana pertengkaran kecil antar saudara dapat diselesaikan dengan kasih sayang dan pelukan keluarga.
Tema
Tema utama puisi ini adalah kasih sayang keluarga. Selain itu, puisi ini juga mengangkat tema rasa memiliki, perhatian orang tua, dan hubungan antar saudara.
Puisi ini bercerita tentang seorang anak yang diberi gelang kuning oleh ibunya. Gelang tersebut dianggap sebagai hadiah spesial sehingga sang anak tidak ingin memberikannya kepada kakaknya.
Karena sama-sama ingin memiliki gelang itu, terjadilah pertengkaran kecil antara kakak dan adik. Melihat keributan tersebut, ibu datang dan menenangkan mereka dengan mengajak pelukan bersama.
Pada akhir puisi, suasana hangat keluarga terasa lebih penting daripada sekadar memperebutkan gelang.
Makna Tersirat
Makna tersirat dalam puisi ini adalah bahwa perhatian dan kasih sayang dari orang tua sangat berarti bagi anak-anak, bahkan melalui hadiah kecil sekalipun.
Gelang kuning menjadi simbol kasih sayang ibu yang membuat sang anak merasa istimewa. Selain itu, puisi ini menyiratkan bahwa masalah atau pertengkaran dalam keluarga dapat diselesaikan dengan kelembutan dan kasih sayang, bukan kemarahan.
Suasana dalam Puisi
Suasana yang terasa dalam puisi ini antara lain:
- Hangat dan penuh kasih sayang.
- Ceria khas dunia anak-anak.
- Sedikit ramai saat terjadi rebutan gelang.
- Menenangkan pada bagian akhir puisi.
Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi
Beberapa amanat yang dapat diambil dari puisi ini yaitu:
- Kasih sayang keluarga lebih penting daripada benda.
- Anak-anak perlu belajar berbagi dan tidak mudah bertengkar.
- Orang tua dapat menyelesaikan masalah anak dengan kelembutan.
- Hadiah kecil dari orang tua bisa sangat bermakna bagi anak.
Imaji dalam Puisi
Puisi ini memiliki beberapa imaji yang mudah dibayangkan oleh pembaca.
- Imaji Visual: Pembaca dapat membayangkan gelang kuning dan suasana anak-anak yang sedang rebutan. Contoh “gelang / berwarna kuning.”
- Imaji Gerak: Terlihat dari suasana rebutan gelang dan ajakan pelukan bersama ibu. Contoh “Kami rebutan gelang itu.”
- Imaji Perasaan: Puisi menghadirkan rasa senang, sayang, dan hangat dalam keluarga. Contoh “Karena ini hadiah spesial.”
Majas dalam Puisi
Penggunaan majas dalam puisi ini sederhana.
- Simbolisme: Gelang kuning menjadi simbol perhatian dan kasih sayang ibu kepada anak.
- Hiperbola: Ungkapan bahwa gelang tidak akan dilepaskan memperkuat rasa sayang sang anak terhadap hadiah tersebut. Contoh “aku tak akan / melepaskannya”.
Puisi “Gelang Kuning” karya Abinaya Ghina Jamela menggambarkan kehangatan keluarga melalui cerita sederhana tentang hadiah gelang dari ibu. Dengan bahasa yang polos dan dekat dengan kehidupan anak-anak, puisi ini mengajarkan tentang kasih sayang, kebersamaan, dan pentingnya menyelesaikan pertengkaran dengan cinta serta pelukan keluarga.
Karya: Abinaya Ghina Jamela
Biodata Abinaya Ghina Jamela:
- Abinaya Ghina Jamela (biasa disapa Naya) lahir pada tanggal 11 Oktober 2009 di Padang, Sumatera Barat, Indonesia.