Jam
Ibu membeli jam berwarna merah.
Jam itu seperti bola berwarna merah.
Aku membawanya kemana-mana.
Aku melepasnya ketika di rumah,
pas menggambar, aku melihat
jam waktu membuka perpustakaan.
Setiap saat aku melihat jam,
aku membawanya kemana-mana,
aku tak ingin melepaskannya
biar aku tahu pukul berapa
sekarang. Dan kalian harus
menabung biar bisa membeli jam.
2015
Sumber: Resep Membuat Jagat Raya (Kabarita, 2017)
Analisis Puisi:
Puisi berjudul “Jam” karya Abinaya Ghina Jamela merupakan puisi sederhana yang menggambarkan kedekatan seorang anak dengan benda kesayangannya, yaitu jam tangan berwarna merah. Melalui bahasa yang ringan dan mudah dipahami, puisi ini berhasil menunjukkan bagaimana seorang anak memandang sebuah benda bukan hanya sebagai alat, tetapi juga sesuatu yang berharga dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Puisi ini bercerita tentang seorang anak yang sangat menyukai jam berwarna merah yang dibelikan oleh ibunya. Jam tersebut selalu dibawa ke mana-mana karena membantu dirinya mengetahui waktu, termasuk waktu membuka perpustakaan. Sang anak merasa senang memiliki jam tersebut hingga tidak ingin melepaskannya.
Selain itu, pada bagian akhir puisi terdapat ajakan untuk menabung agar bisa membeli jam. Hal ini menunjukkan bahwa benda yang diinginkan dapat diperoleh dengan usaha dan kebiasaan baik.
Tema
Tema utama puisi ini adalah kegemaran anak terhadap benda kesayangan serta pentingnya memahami waktu. Selain itu, puisi ini juga mengangkat tema sederhana tentang kebiasaan menabung dan rasa syukur terhadap pemberian orang tua.
Makna Tersirat
Makna tersirat dalam puisi ini adalah bahwa waktu merupakan hal penting dalam kehidupan sehari-hari. Jam bukan sekadar aksesori, tetapi alat yang membantu seseorang menjadi lebih disiplin dan teratur.
Puisi ini juga mengandung pesan bahwa anak perlu belajar menghargai barang yang dimiliki serta membiasakan diri menabung untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan.
Suasana dalam Puisi
Suasana dalam puisi terasa ceria, polos, dan penuh rasa senang. Hal tersebut terlihat dari cara sang anak menggambarkan jam merahnya dengan antusias dan membawanya ke mana-mana.
Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi
Amanat yang dapat diambil dari puisi ini antara lain:
- Kita harus menghargai pemberian orang tua.
- Waktu perlu diperhatikan agar kegiatan berjalan dengan baik.
- Anak-anak perlu belajar menabung untuk memperoleh sesuatu yang diinginkan.
- Barang sederhana dapat menjadi sangat berarti jika dirawat dan dimanfaatkan dengan baik.
Imaji
Puisi ini memiliki beberapa imaji visual. Pembaca dapat membayangkan bentuk jam berwarna merah yang disamakan dengan bola merah.
Majas
Majas yang tampak dalam puisi ini adalah majas perbandingan (simile), yaitu pada kalimat:
“Jam itu seperti bola berwarna merah.”
Kalimat tersebut membandingkan bentuk atau warna jam dengan bola merah untuk memperjelas gambaran benda yang dimaksud.
Puisi “Jam” karya Abinaya Ghina Jamela merupakan puisi yang sederhana namun memiliki pesan positif. Dengan bahasa yang ringan, puisi ini mengajarkan anak tentang pentingnya waktu, rasa sayang terhadap barang milik sendiri, serta kebiasaan menabung. Kesederhanaan diksi dalam puisi membuat pembaca anak-anak mudah memahami isi dan makna yang terkandung di dalamnya.
Karya: Abinaya Ghina Jamela
Biodata Abinaya Ghina Jamela:
- Abinaya Ghina Jamela (biasa disapa Naya) lahir pada tanggal 11 Oktober 2009 di Padang, Sumatera Barat, Indonesia.