Puisi: Kacang Panjang (Karya Beni Satryo)

Puisi “Kacang Panjang” karya Beni Satryo menghadirkan penghormatan terhadap sosok ibu melalui simbol kehidupan sehari-hari yang sederhana.

Kacang Panjang

Ibu kami rajin sembahyang.
Setiap pagi ia bersolek
menggunakan air dari gentong
sebelum berdoa dalam hati.

Doanya seperti kacang panjang.
Ia tak pernah memendek
meski sudah dipotong-potong
menjadi sarapan kami setiap hari.

Sumber: Antarkota Antarpuisi (baNANA, 2019)

Analisis Puisi:

Puisi “Kacang Panjang” karya Beni Satryo merupakan puisi pendek yang sederhana tetapi sarat makna simbolik. Melalui gambaran kehidupan sehari-hari, penyair menghadirkan sosok ibu yang religius, penuh ketulusan, dan memiliki kasih sayang yang terus mengalir kepada keluarganya.

Tema

Tema utama puisi ini adalah ketulusan doa dan kasih sayang seorang ibu. Selain itu, puisi ini juga mengangkat tema tentang kesederhanaan hidup dan spiritualitas dalam keluarga.

Makna Tersirat

Makna tersirat dalam puisi ini antara lain:
  • Doa seorang ibu tidak pernah berhenti meskipun kehidupan terus berjalan penuh kesederhanaan.
  • Kasih sayang ibu bersifat panjang, luas, dan terus memberi tanpa pamrih.
  • Kehidupan sederhana tidak menghalangi seseorang untuk memiliki ketulusan dan spiritualitas yang mendalam.
  • Sarapan dan doa menjadi simbol hubungan erat antara kebutuhan jasmani dan batin dalam keluarga.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Pesan yang dapat diambil dari puisi ini antara lain:
  • Doa dan kasih sayang ibu merupakan kekuatan besar dalam kehidupan keluarga.
  • Manusia perlu menghargai pengorbanan dan ketulusan seorang ibu.
  • Kehidupan sederhana dapat tetap penuh makna jika dijalani dengan cinta dan keikhlasan.
  • Spiritualitas tidak selalu hadir dalam kemewahan, tetapi justru dalam keseharian yang sederhana.
Puisi “Kacang Panjang” menghadirkan penghormatan terhadap sosok ibu melalui simbol kehidupan sehari-hari yang sederhana. Beni Satryo berhasil mengubah benda biasa seperti kacang panjang menjadi lambang kasih sayang dan doa yang tidak pernah habis. Puisi ini singkat, tetapi memiliki kehangatan emosional dan makna spiritual yang kuat.

Beni Satryo
Puisi: Kacang Panjang
Karya: Beni Satryo

Biodata Beni Satryo:
  • Beni Satryo lahir pada tanggal 21 November 1988 di Jakarta.
© Sepenuhnya. All rights reserved.