Puisi: Kepada Modigliani (Karya Surachman R.M.)

Puisi “Kepada Modigliani” karya Surachman R.M. menyampaikan pesan agar kita menghargai karya seni tidak hanya dari bentuknya, tetapi juga dari ...
Kepada Modigliani
National Gallery, Washington D.C.

Begitu lama kuhafal: sapuan-sapuan
merah jambu dalam garis-garis rawan
Masih kurasakan kecupan bara yang berlabuh
pada leher panjang cintamu yang teduh

Hari ini aku di gallery ini. Menikmati
kembali lukisan-lukisanmu tapi yang asli
Kubayangkan batuk-batukmu penuh
darah dan alkohol dari rabu yang melepuh

Tatkala mendengar kematianmu dulu
cintamu mengakhiri nyawa lewat jendela
Akupun gampang saja terkesiap tiba-tiba
ditinggal maha pujaan atau pelipur kalbu

Cukup lama warna dan garis hidupmu kutahu
sejak aku dengan Wing masih bersepada antara
Salemba dan Utankayu. Di Jakarta sana
yang berdebu: di kota yang kini sangat dirindu

1970

Sumber: Horison (Oktober, 1974)

Analisis Puisi:

Puisi “Kepada Modigliani” karya Surachman R.M. merupakan puisi yang menggabungkan apresiasi seni rupa dengan refleksi emosional dan biografis. Puisi ini merujuk pada sosok Amedeo Modigliani, pelukis modern yang dikenal dengan gaya khas figur berleher panjang dan ekspresi melankolis. Latar yang disebutkan, seperti National Gallery of Art, memperkuat nuansa pengalaman langsung penyair dalam berinteraksi dengan karya seni tersebut.

Tema

Tema utama puisi ini adalah kekaguman terhadap seni dan kehidupan seniman, serta hubungan emosional antara karya, pencipta, dan penikmatnya.

Puisi ini bercerita tentang pengalaman seseorang yang mengunjungi galeri seni dan kembali menikmati lukisan-lukisan Modigliani. Ia tidak hanya melihat karya secara visual, tetapi juga membayangkan kehidupan sang pelukis—penderitaannya, kebiasaannya, hingga kematiannya yang tragis. Di sisi lain, puisi ini juga memuat kenangan pribadi penyair di masa lalu, ketika ia mulai mengenal karya-karya tersebut di Jakarta.

Makna Tersirat

Makna tersirat puisi ini adalah bahwa karya seni tidak dapat dipisahkan dari kehidupan penciptanya. Keindahan yang tampak dalam lukisan sering kali lahir dari penderitaan, pergulatan batin, dan pengalaman hidup yang kompleks.

Suasana dalam Puisi

Suasana puisi ini terasa nostalgis, melankolis, dan reflektif. Ada perpaduan antara kekaguman terhadap seni dan kesedihan atas kehidupan tragis sang seniman.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Puisi ini menyampaikan pesan agar kita menghargai karya seni tidak hanya dari bentuknya, tetapi juga dari proses dan kehidupan yang melahirkannya.

Imaji

Puisi ini menghadirkan berbagai imaji:
  • Imaji visual: “sapuan merah jambu”, “leher panjang” menggambarkan ciri khas lukisan Modigliani.
  • Imaji perasaan: kesedihan, kekaguman, dan kerinduan terhadap masa lalu.
  • Imaji kinestetik: aktivitas mengunjungi galeri dan mengenang perjalanan hidup.

Majas

Beberapa majas yang digunakan dalam puisi ini:
  • Metafora: “kecupan bara” sebagai simbol intensitas emosi dalam karya seni.
  • Simbolisme: warna dan garis sebagai lambang kehidupan dan perasaan seniman.
  • Personifikasi: karya seni seolah hidup dan mampu menghadirkan kembali pengalaman masa lalu.
  • Alusi: rujukan pada kehidupan dan kematian Modigliani sebagai latar historis.
Puisi “Kepada Modigliani” merupakan refleksi mendalam tentang hubungan antara seni, kehidupan, dan ingatan. Surachman R.M. tidak hanya mengapresiasi lukisan sebagai objek visual, tetapi juga sebagai jendela untuk memahami jiwa seorang seniman, sekaligus cermin bagi pengalaman pribadi penyair itu sendiri.

Surachman R.M.
Puisi: Kepada Modigliani
Karya: Surachman R.M.

Biodata Surachman R.M.:
  • Surachman R.M. lahir pada tanggal 13 September 1936 di Garut, Jawa Barat.
© Sepenuhnya. All rights reserved.