Puisi: Kiblat (Karya Mario F. Lawi)

Puisi “Kiblat” karya Mario F. Lawi menunjukkan bahwa Tuhan tidak terbatas pada satu arah atau simbol tertentu, melainkan selalu hadir dalam ...

Kiblat

Engkaukah keabadian itu
Yang selalu kami dalami
Dengan sunyi dan doa?

Engkaukah suara itu
Yang sedang kami telusuri
Lewat daras mazmur dan kitab-kitab?

Terima kasih,
Bila Engkau sudi memberi jawabmu.
Meski telah kami tahu
Bahwa Engkau selalu beserta kami.

Masih pentingkah kini arah bagi kami
Bila ke mana pun kami berkiblat
Selalu Engkau yang kami temukan?

Oepoi, April 2009

Sumber: Memoria (Indie Book Corner, 2013)

Analisis Puisi:

Puisi “Kiblat” karya Mario F. Lawi merupakan puisi reflektif dan spiritual yang membahas hubungan manusia dengan Tuhan. Dengan bahasa yang sederhana tetapi mendalam, penyair menghadirkan pertanyaan-pertanyaan filosofis tentang keabadian, doa, dan arah pencarian manusia terhadap Sang Pencipta.

Puisi ini menunjukkan bahwa Tuhan tidak hanya hadir dalam ritual atau arah tertentu, melainkan selalu menyertai manusia di mana pun berada.

Tema

Tema utama puisi ini adalah spiritualitas dan pencarian Tuhan. Selain itu, puisi ini juga mengangkat tema keimanan, kehadiran ilahi, dan perenungan hidup.

Makna Tersirat

Makna tersirat dalam puisi ini adalah bahwa Tuhan bersifat universal dan hadir dalam setiap aspek kehidupan manusia.

Puisi ini juga menyiratkan bahwa pencarian spiritual sejati tidak hanya bergantung pada simbol atau arah fisik, tetapi lebih pada kesadaran batin dan kedekatan hati dengan Tuhan.

Selain itu, penggunaan kata “kiblat” menunjukkan simbol arah hidup manusia dalam mencari makna, ketenangan, dan keyakinan.

Suasana dalam Puisi

Suasana dalam puisi ini terasa tenang, khusyuk, dan reflektif. Nada pertanyaan dalam puisi menciptakan suasana perenungan yang mendalam tentang kehidupan spiritual manusia.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Pesan yang dapat diambil dari puisi ini adalah bahwa manusia perlu menyadari kehadiran Tuhan dalam setiap perjalanan hidupnya.

Puisi ini juga mengajarkan bahwa pencarian spiritual bukan hanya soal ritual lahiriah, tetapi juga tentang kesadaran batin, doa, dan keyakinan yang tulus.

Imaji

Puisi ini memiliki beberapa jenis imaji, antara lain:
  • Imaji pendengaran, tampak pada ungkapan “suara itu” yang sedang ditelusuri.
  • Imaji perasaan, hadir melalui suasana doa, sunyi, dan kedekatan spiritual.
  • Imaji batin, terlihat pada pencarian makna Tuhan melalui kitab-kitab dan perenungan.
  • Imaji penglihatan, tersirat pada gambaran manusia yang berkiblat ke berbagai arah.
Imaji-imaji tersebut memperkuat suasana spiritual dan kontemplatif dalam puisi.

Majas

Beberapa majas yang terdapat dalam puisi ini antara lain:
  • Metafora, pada kata “kiblat” yang melambangkan arah pencarian hidup dan spiritualitas manusia.
  • Personifikasi, pada ungkapan Tuhan yang “sudi memberi jawabmu”, seolah Tuhan berbicara langsung kepada manusia.
  • Simbolisme, penggunaan “doa”, “mazmur”, dan “kitab-kitab” sebagai simbol pencarian spiritual manusia.
  • Paradoks, pada gagasan bahwa arah mungkin tidak lagi penting karena Tuhan dapat ditemukan di mana saja.
Puisi “Kiblat” karya Mario F. Lawi menghadirkan refleksi mendalam tentang hubungan manusia dengan Tuhan. Dengan bahasa yang sederhana namun filosofis, penyair menunjukkan bahwa Tuhan tidak terbatas pada satu arah atau simbol tertentu, melainkan selalu hadir dalam kehidupan manusia yang mencari-Nya dengan doa dan ketulusan hati.

Mario F. Lawi
Puisi: Kiblat
Karya: Mario F. Lawi
Biodata Mario F. Lawi:
  • Mario F. Lawi lahir pada tanggal 18 Februari 1991 di Kupang, NTT.
© Sepenuhnya. All rights reserved.