Puisi: Lagu (Karya Abdul Hadi WM)

Puisi “Lagu” karya Abdul Hadi WM menggambarkan kegelisahan batin, keterbatasan manusia, dan kekuatan besar Tuhan yang melampaui segalanya.
Lagu

Danau kelabu pada dataran
Hutan-hutan di sekitarnya, perkasa
Gumpalan dingin di langit malam
Menghamparkan bayangan salju

Mengapa pimping pada mabok
Dan mengimpikan pagi musim rontok?

Tuhan dan gemuruh itu
Menghembus dan menyerbu

Melepaskan gasing
Dari pohonan tak berwarna
Tak bernama.

1972

Sumber: Potret Panjang Seorang Pengunjung Pantai Sanur (1975)

Analisis Puisi:

Puisi “Lagu” karya Abdul Hadi WM merupakan puisi yang kaya akan simbol alam dan nuansa spiritual. Penyair menghadirkan gambaran danau, hutan, langit malam, hingga gemuruh alam untuk membangun suasana yang sunyi sekaligus penuh perenungan. Melalui bahasa yang padat dan metaforis, puisi ini mengajak pembaca merenungkan hubungan manusia dengan alam, kehidupan, dan kekuatan Tuhan.

Puisi ini memiliki karakter kontemplatif khas karya-karya Abdul Hadi WM, yakni menggunakan alam sebagai media untuk menyampaikan pengalaman batin dan pencarian makna hidup.

Tema

Tema utama puisi ini adalah perenungan spiritual dan kegelisahan batin manusia dalam menghadapi kehidupan. Selain itu, puisi ini juga mengangkat tema tentang hubungan manusia dengan alam serta kesadaran terhadap kekuatan Tuhan yang besar dan misterius.

Puisi ini bercerita tentang suasana alam yang dingin, kelabu, dan sunyi. Di tengah gambaran alam tersebut, muncul pertanyaan mengenai manusia yang “mabok” dan mengimpikan “pagi musim rontok”.

Setelah itu, puisi bergerak menuju gambaran kekuatan Tuhan dan gemuruh alam yang datang menghembus serta menyerbu. Pada bagian akhir, terdapat simbol “gasing” yang terlepas dari pohonan tak berwarna dan tak bernama.

Secara keseluruhan, puisi ini menggambarkan kegelisahan manusia di tengah kehidupan yang penuh ketidakjelasan dan kekuatan besar yang berada di luar dirinya.

Makna Tersirat

Makna tersirat dalam puisi ini berkaitan dengan pencarian makna hidup dan kesadaran manusia akan keterbatasannya di hadapan Tuhan dan alam semesta.

Ungkapan:

“Tuhan dan gemuruh itu / Menghembus dan menyerbu”

menunjukkan adanya kekuatan besar yang tidak dapat dikendalikan manusia.

Sementara itu, simbol “gasing” dapat dimaknai sebagai kehidupan manusia yang berputar, bergerak tanpa kepastian, dan mudah terlepas dari pegangan hidup.

Puisi ini juga menyiratkan kesunyian eksistensial, yakni keadaan ketika manusia merasa kecil, bingung, dan mencari arah dalam hidup.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Amanat yang dapat dipahami dari puisi ini adalah bahwa manusia perlu menyadari keterbatasannya di hadapan Tuhan dan alam semesta.

Puisi ini juga mengajak pembaca untuk merenungkan kehidupan secara lebih dalam, tidak hanya melihat dunia secara lahiriah, tetapi juga memahami sisi batin dan spiritual kehidupan.

Selain itu, penyair tampaknya ingin menunjukkan bahwa kehidupan tidak selalu memiliki jawaban yang jelas, sehingga manusia perlu menjalani hidup dengan kesadaran dan perenungan.

Puisi “Lagu” karya Abdul Hadi WM merupakan puisi reflektif yang memadukan gambaran alam dengan pencarian spiritual manusia. Dengan suasana dingin dan kelam, penyair menggambarkan kegelisahan batin, keterbatasan manusia, dan kekuatan besar Tuhan yang melampaui segalanya. Melalui simbol-simbol alam yang kuat, puisi ini mengajak pembaca untuk merenungkan makna kehidupan secara lebih mendalam.

Puisi: Lagu
Puisi: Lagu
Karya: Abdul Hadi WM

Biodata Abdul Hadi WM:
  • Abdul Hadi WM (Abdul Hadi Widji Muthari) lahir di kota Sumenep, Madura, pada tanggal 24 Juni 1946.
  • Abdul Hadi WM adalah salah satu tokoh Sastrawan Angkatan '66.
© Sepenuhnya. All rights reserved.