Puisi: Lelaki yang Enggan Mengangkat Senjata (Karya Abinaya Ghina Jamela)

Puisi “Lelaki yang Enggan Mengangkat Senjata” karya Abinaya Ghina Jamela mengajarkan bahwa menolong sesama merupakan tindakan yang jauh lebih mulia ..

Lelaki yang Enggan Mengangkat Senjata

Tentara Jepang bagaikan singa kelaparan
namun tentara Amerika sekawan kerbau
hutan yang gagah berani. Salah satu dari
mereka tak ingin mengangkat senjata. Ia
bernama Desmond. Ia ingin menyelamatkan
satu sama lain, menyelamatkan prajurit terluka.
Langit seburam kertas project-ku yang kutempel
di dinding, tanah dipenuhi mayat-mayat, bom
membuat sakit telinga. Saat mendengar teriakan,
ia menghampirinya, ia bertanya, ia memberi obat,
ia menyeretnya ke tandu, ia mencuci mata prajurit
yang hampir buta, ia menyembunyikan temannya
dengan pasir saat tentara Jepang lewat, ia menurunkan
prajurit dari tebing yang menyeramkan itu.
Dengan tali, mereka diselamatkan laki-laki yang enggan
mengangkat senjata itu.

2016

Sumber: Resep Membuat Jagat Raya (Kabarita, 2017)

Analisis Puisi:

Puisi “Lelaki yang Enggan Mengangkat Senjata” karya Abinaya Ghina Jamela menggambarkan suasana perang dari sudut pandang kemanusiaan. Meskipun mengangkat tema peperangan, puisi ini justru menonjolkan nilai kasih sayang, keberanian menolong sesama, dan perdamaian.

Melalui tokoh bernama Desmond, penyair menunjukkan bahwa keberanian tidak selalu berarti menyerang atau menggunakan senjata, tetapi juga bisa diwujudkan dengan menyelamatkan orang lain.

Tema

Tema utama puisi ini adalah kemanusiaan dan perdamaian di tengah peperangan.

Puisi ini bercerita tentang seorang tentara bernama Desmond yang berada di tengah perang antara tentara Jepang dan Amerika. Berbeda dari tentara lainnya, Desmond tidak ingin mengangkat senjata untuk membunuh.

Ia memilih membantu para prajurit yang terluka. Tokoh tersebut menghampiri orang-orang yang kesakitan, memberikan obat, menyeret korban ke tandu, mencuci mata prajurit yang hampir buta, hingga menyelamatkan temannya dari ancaman musuh.

Meskipun perang berlangsung mengerikan dengan bom, mayat, dan ketakutan di mana-mana, Desmond tetap berusaha menolong sesama manusia.

Makna Tersirat

Makna tersirat dalam puisi ini adalah bahwa keberanian sejati tidak selalu diwujudkan melalui kekerasan.

Puisi ini juga menyampaikan bahwa rasa kemanusiaan harus tetap ada bahkan dalam situasi perang sekalipun. Tokoh Desmond menjadi simbol orang yang memilih kasih sayang dibanding kebencian.

Selain itu, puisi ini mengajarkan bahwa menolong orang lain adalah tindakan mulia yang lebih bermakna daripada menciptakan kehancuran.

Suasana dalam Puisi

Suasana dalam puisi ini terasa menegangkan, sedih, tetapi juga penuh harapan dan kemanusiaan. Gambaran perang menghadirkan ketakutan, sedangkan tindakan Desmond memberikan rasa haru dan kagum.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Pesan yang dapat dipetik dari puisi ini adalah bahwa manusia harus saling menolong dan menjaga rasa kemanusiaan meskipun berada dalam keadaan sulit.

Puisi ini juga mengajarkan bahwa perdamaian dan kepedulian lebih penting daripada kekerasan dan peperangan.

Selain itu, keberanian sejati dapat terlihat dari tindakan membantu sesama tanpa memikirkan diri sendiri.

Imaji

Puisi ini memiliki beberapa imaji yang cukup kuat, antara lain:
  • Imaji visual, terlihat pada tanah yang dipenuhi mayat, langit buram, dan tebing menyeramkan.
  • Imaji pendengaran, tampak pada suara bom dan teriakan prajurit.
  • Imaji gerak, terlihat pada tindakan menyeret korban ke tandu dan menurunkan prajurit dengan tali.
  • Imaji perasaan, menghadirkan rasa takut, haru, dan kagum terhadap tokoh Desmond.

Majas

Beberapa majas yang digunakan dalam puisi ini antara lain:
  • Perumpamaan (simile), pada ungkapan “Tentara Jepang bagaikan singa kelaparan” dan “tentara Amerika sekawan kerbau”.
  • Hiperbola, digunakan untuk menggambarkan suasana perang yang mencekam.
  • Metafora, pada “langit seburam kertas project-ku”.
  • Personifikasi, tampak pada bom yang “membuat sakit telinga”.
  • Repetisi, terlihat pada pengulangan kata “ia” untuk menegaskan tindakan heroik Desmond.
Puisi “Lelaki yang Enggan Mengangkat Senjata” karya Abinaya Ghina Jamela adalah puisi yang menggambarkan nilai kemanusiaan di tengah peperangan. Dengan bahasa sederhana tetapi penuh makna, penyair menghadirkan tokoh Desmond sebagai simbol keberanian, kasih sayang, dan perdamaian. Puisi ini mengajarkan bahwa menolong sesama merupakan tindakan yang jauh lebih mulia daripada kekerasan.

Abinaya Ghina Jamela
Puisi: Lelaki yang Enggan Mengangkat Senjata
Karya: Abinaya Ghina Jamela

Biodata Abinaya Ghina Jamela:
  • Abinaya Ghina Jamela (biasa disapa Naya) lahir pada tanggal 11 Oktober 2009 di Padang, Sumatera Barat, Indonesia.
© Sepenuhnya. All rights reserved.