Puisi: Nikah Rumputan (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Puisi “Nikah Rumputan” karya Dorothea Rosa Herliany mengungkapkan kegelisahan batin, kekecewaan, serta runtuhnya harapan dalam sebuah hubungan yang ..
Nikah Rumputan

telah lusuh gaun pengantin: lepas
rendanya. sebab bunga liar yang esok bakal
kaupetik, tak tumbuh juga. bagaimana aku bisa
menunggumu dengan setia?

sedang bangku-bangku telah berlumut. nafasmu
mendekapkan cemas dan kesangsian.

sedang sunyi membiarkan rebab menggesek
rumputan di batinku.

telah lusuh, sayang! kemudian dengan telanjang
: segalanya kusimpan pada kuntum bunga yang
dilupakan kumbang.

1989

Sumber: Nikah Ilalang (1995)

Analisis Puisi:

Puisi “Nikah Rumputan” menghadirkan gambaran relasi yang rapuh dan penuh penantian yang sia-sia. Dengan bahasa simbolik dan citraan alam yang kuat, penyair mengungkapkan kegelisahan batin, kekecewaan, serta runtuhnya harapan dalam sebuah hubungan yang tidak terwujud.

Tema

Tema utama puisi ini adalah kegagalan cinta dan penantian yang berujung kekecewaan. Selain itu, terdapat tema tentang kerapuhan komitmen dan ketidakpastian dalam hubungan.

Puisi ini bercerita tentang seseorang yang menunggu seseorang dalam konteks hubungan yang diharapkan menuju pernikahan, namun harapan tersebut tidak kunjung terwujud. Simbol “gaun pengantin yang lusuh” menunjukkan bahwa waktu telah berlalu tanpa kepastian.

Penyair mempertanyakan kesetiaan yang harus dipertahankan, sementara tanda-tanda penantian yang terlalu lama mulai terlihat: bangku yang berlumut, suasana yang sunyi, dan kecemasan yang terus tumbuh.

Pada bagian akhir, penyair tampak menyerah, menyimpan seluruh perasaan dan harapannya dalam sesuatu yang sia-sia—“kuntum bunga yang dilupakan kumbang”. Ini menandakan cinta yang tidak tersambut atau tidak mendapat balasan.

Makna Tersirat

Makna tersirat dalam puisi ini meliputi:
  • Gaun pengantin yang lusuh melambangkan harapan pernikahan yang tidak pernah terwujud.
  • Bunga liar yang tak tumbuh menyiratkan janji atau harapan yang tidak pernah menjadi kenyataan.
  • Bangku berlumut menunjukkan lamanya waktu penantian yang terabaikan.
  • Rumputan di batin menggambarkan kesunyian yang terus tumbuh dalam diri.
  • Bunga yang dilupakan kumbang melambangkan cinta yang tidak dihargai atau tidak mendapat balasan.
Puisi ini menyiratkan bahwa penantian tanpa kepastian dapat mengikis harapan dan meninggalkan luka batin yang dalam.

Suasana dalam Puisi

Suasana puisi ini didominasi oleh sendu, sunyi, dan penuh kekecewaan, dengan nuansa putus asa dan kegetiran.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Pesan yang dapat diambil dari puisi ini antara lain:
  • Penantian dalam cinta perlu diiringi dengan kejelasan dan kepastian.
  • Harapan yang terus dipertahankan tanpa realisasi dapat menjadi sumber penderitaan.
  • Penting untuk mengenali kapan harus bertahan dan kapan harus melepaskan.
  • Cinta yang tidak terbalas tidak seharusnya menghilangkan nilai diri seseorang.

Imaji

Puisi ini menghadirkan imaji yang kuat dan simbolik:
  • Imaji visual: “gaun pengantin lusuh”, “bangku berlumut”, “bunga liar”, “rumputan”.
  • Imaji auditif: “rebab menggesek”.
  • Imaji emosional: cemas, ragu, kecewa.
  • Imaji taktil: kesan “lusuh” dan “telanjang” yang memperkuat kerentanan.
Imaji-imaji ini membangun suasana yang sangat puitis dan menyentuh.

Majas

Beberapa majas yang digunakan dalam puisi ini meliputi:
  • Metafora: “nikah rumputan”, “rumputan di batin”.
  • Personifikasi: “sunyi membiarkan rebab menggesek”.
  • Simbolisme: gaun pengantin, bunga, dan kumbang sebagai simbol cinta dan harapan.
  • Hiperbola: penggambaran emosi yang dilebihkan untuk menegaskan penderitaan.
  • Paradoks: harapan pernikahan yang justru berakhir dalam kesunyian dan kehampaan.
Puisi “Nikah Rumputan” karya Dorothea Rosa Herliany merupakan refleksi mendalam tentang penantian cinta yang tidak terbalas. Dengan simbol-simbol yang kuat dan suasana yang melankolis, puisi ini menggambarkan bagaimana harapan dapat memudar ketika tidak diiringi dengan kepastian.

Dorothea Rosa Herliany
Puisi: Nikah Rumputan
Karya: Dorothea Rosa Herliany

Biodata Dorothea Rosa Herliany:
  • Dorothea Rosa Herliany lahir pada tanggal 20 Oktober 1963 di Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Ia adalah seorang penulis (puisi, cerita pendek, esai, dan novel) yang produktif.
  • Dorothea sudah menulis sejak tahun 1985 dan mengirim tulisannya ke berbagai majalah dan surat kabar, antaranya: Horison, Basis, Kompas, Media Indonesia, Sarinah, Suara Pembaharuan, Mutiara, Citra Yogya, Dewan Sastra (Malaysia), Kalam, Republika, Pelita, Pikiran Rakyat, Surabaya Post, Jawa Pos, dan lain sebagainya.
© Sepenuhnya. All rights reserved.