Rindu
Lamunku tetap saja, tak seindah hari kemarin
Biar saja halu melalu
Tapi sebaiknya, jangan tentang keelokanmu yang menari di jantungku,
Rasa ini menggebu-gebu
Namun rindu ini tak kunjung menjadi temu
Maka, biarkanlah kulangitkan do'a untukmu
See you...
Gumelar, 20 Mei 2022
Analisis Puisi:
Puisi "Rindu" karya Ita Fatia mengangkat tema kerinduan, kekosongan, dan harapan dalam perasaan seseorang. Penyair menggambarkan kekosongan di dalam hati yang dirasakan ketika terdapat perbedaan antara apa yang diinginkan dan kenyataan yang dihadapi.
Kesendirian dan Kehampaan: Penyair menunjukkan kekosongan dalam hati yang mengikuti perubahan waktu dan situasi. Ada kesan kesendirian dan perasaan hampa yang mewarnai rindu dalam puisi ini. Meskipun terdapat rasa rindu yang kuat, namun penyair merasa bahwa kerinduan itu tidak dapat terpenuhi.
Ketidakterwujudan Harapan: Puisi ini menyoroti kekecewaan yang muncul dari harapan yang tak terwujud. Meskipun ada doa yang ditinggalkan untuk seseorang, namun tidak ada kepastian bahwa rindu itu akan terpenuhi atau bahwa pertemuan akan terjadi.
Kepergian dan Pemisahan: "See you..." diakhir puisi menunjukkan kesadaran akan perpisahan, sementara rasa rindu itu tetap hadir meskipun dalam kondisi terpisah. Ada kesadaran akan pemisahan yang diwakili oleh frasa sederhana tersebut.
Puisi ini mencerminkan kesenjangan antara apa yang diharapkan dan kenyataan yang dihadapi. Perasaan rindu dalam puisi ini merupakan ungkapan kerinduan yang kuat, tetapi juga menunjukkan realitas bahwa terkadang rindu itu tetap menjadi rasa yang tak terjawab atau terpenuhi. Hal ini menciptakan suasana kesedihan dan harapan yang terpendam dalam puisi tersebut.
Karya: Ita Fatia
Biodata Ita Fatia:
- Ita Fatia saat ini aktif sebagai mahasiswi di Universitas Islam Negri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto (Prodi Pendidikan Agama Islam).
