Puisi Weni Suryandari

Puisi: Penari Tayub (Karya Weni Suryandari)

Penari Tayub Senja itu lampu taman bercahaya benderang pesta belum usai, seorang tayub melambai Sepasang kaki indah melantai, suara gending terdengar…

Puisi: Melati Senja (Karya Weni Suryandari)

Melati Senja Pada rona merah melati terang tanah Aku menggali ingatan sensual Saat perawan digunting ajal Persetubuhan kabut perjanjian palsu Hidup d…

Puisi: Senja di Kaliurang (Karya Weni Suryandari)

Senja di Kaliurang Sepulang dari kebun mawar suatu senja kusaksikan engkau  membawa jantungku dari perjalanan menyusuri relung kesunyian, sementara s…

Puisi: Perempuan Berkerudung (Karya Weni Suryandari)

Perempuan Berkerudung Di wajah laut kulihat bulan sedang manis Terbitkan jejak pantai menantang gerimis Pasir-pasirnya adalah seluruh getar Menelusur…

Puisi: Rindu (Karya Weni Suryandari)

Rindu Sepanjang jalan Bulan berkabut pilu Menggiring rindu Kenangan menyergap Pada mata basah jantungku pecah 2015 Sumber:  Suara Karya (12 April 201…

Puisi: Dendang Malam (Karya Weni Suryandari)

Dendang Malam Pada jelang malam, saat bulan menepi Kunang-kunang mencari sepasang mata Yang tajam melesat panah di jantungku         ; percik cemburu…

Puisi: Hujan Agung (Karya Weni Suryandari)

Hujan Agung Bulan melengkung, angin berkibas basah lampu lampu terangi jalan berwajah sungai, hingga tiba Shubuh sunyi sedang ciumku tak sampai-sampa…

Puisi: Tentang Suatu Senja (Karya Weni Suryandari)

Tentang Suatu Senja : Sriwedari Matahari menampung rindu yang kental Membawa setiap degup pada kata bernyawa Debur dada pada senyum kota harum batik …

Puisi: Dada Ibu (Karya Weni Suryandari)

Dada Ibu Di wajah bumi, kulihat engkau bersolek Dengan keriangan anak-anak dan rengek kasmaran. Udara mengaburkan kenangan Saat kau cari ari ari yang…

Puisi: Air Mata Bunda (Karya Weni Suryandari)

Air Mata Bunda Di lumbung maut angin kembara Mengirim percik cahaya di dadamu Melesat, menghunjam dipacu waktu Isakmu beriak duka, luka ini begitu ta…

Puisi: Laut Air Mata (Karya Weni Suryandari)

Laut Air Mata Yang aku tahu, udara berlubang kematian sembunyi di balik karang di bawah bulan keperakan pohon trembesi pucat pasi, bau mayat di tele…

Puisi: Lakon (Karya Weni Suryandari)

Lakon Sebuah pementasan telah memecah tubuhku Menjadi beberapa bagian, dan kepalaku tinggal rongga Tak kusediakan nyawa yang lain, penyambung potonga…

Puisi: Tarian Jiwa (Karya Weni Suryandari)

Tarian Jiwa Tak ada pelangi berpendar di mataku Sedang gemuruh ombak penuhi dada Aku hilang tiang, percakapan melayang Layar terkoyak, sampan tenggel…

Puisi: Kultus Doa (Karya Weni Suryandari)

Kultus Doa Di sini kita masih menghitung jarak, bersama air mata, hara bagi bumi yang hampir kering dan puisi hening dari talun. Sedang kesunyian men…

Puisi: Sajak untuk Anak Negeri (Karya Weni Suryandari)

Sajak untuk Anak Negeri Biar kususun warna bunga untukmu dan lampu kota yang seperti mata nasib menatap jalan dan taman-taman lapar kunisbatkan warna…

Puisi: Nyanyian Pagi (Karya Weni Suryandari)

Nyanyian Pagi Tak ada cericit burung di huma semayang ini Kecuali nyanyian pagi menderas jauh di air kali Perempuan mencuci kutang, rindu pulang ke s…
© Sepenuhnya. All rights reserved.