Puisi Weni Suryandari

Puisi: Perempuan Takdir (Karya Weni Suryandari)

Perempuan Takdir Tik-tok jam berdetak di tubuhku serupa petir di gendang telinga, satu-satu memilah susun sejarah yang dibuang atau disimpan bagi mas…

Puisi: Demi Cinta (Karya Weni Suryandari)

Demi Cinta Datanglah dengan segenap peluh kan kujilati api matamu biar lebur Segala jenuh penantian Sirna segala luka Datanglah dengan segenap debar …

Puisi: Sajak Sepasang Kekasih di Gerbang Kota (Karya Weni Suryandari)

Sajak Sepasang Kekasih di Gerbang Kota Bila engkau menungguku di gerbang kota, kekasih Aku akan datang bersama kilau hujan di rambutku Menghitung det…

Puisi: Perempuan Perkasa (Karya Weni Suryandari)

Perempuan Perkasa Mencangkul angan terserak Pada pelepah mati Di tanah-tanah retak Melepuh terpanggang matahari Demi detak waktu bergegas Perempuan m…

Puisi: Ironi Sepi (Karya Weni Suryandari)

Ironi Sepi Aku melihat pusat keramaian beraroma kesepian Nafas leluhur yang terbungkus masa lalu, terkunci oleh perjalanan waktu. Nyala lilin dan man…

Puisi: Sisa Kanak-Kanak (Karya Weni Suryandari)

Sisa Kanak-Kanak Orang-orang berlalu lalang dalam keramaian pesta karapan Kulihat cemara udang di tepi laut, membungkuk takjub seperti nasib perawan …

Puisi: Saronen (Karya Weni Suryandari)

Saronen Serupa mata kanak-kanak, dalam bayang-bayang Tontonan gong tetabuhan dari pinggir pematang. Angin menderu dihantui kecemasan tak berbilang   …

Puisi: Cinta Biru (Karya Weni Suryandari)

Cinta Biru Dari pintu ke pintu, kusaksikan matahari Menyala, membawa penyair lahir dari kesepian, menguntai kata-kata cinta untuk sebuah puisi Ada su…

Puisi: Sisa Cium di Alun-Alun (Karya Weni Suryandari)

Sisa Cium di Alun-Alun Suatu masa, angin kesiur di buritan, geladak sesak Di amis laut, aku menitip kemelut, saat aroma kapal Jokotole dan nafas nela…

Puisi: Atas Nama Kebenaran (Karya Weni Suryandari)

Atas Nama Kebenaran Kita tak pernah bisa menang atas kemarahan pada mereka yang menutup pintu kejujuran orang-orang tertindas di bawah kaki tirani T…

Puisi: Anak-Anak Masa Depan (Karya Weni Suryandari)

Anak-Anak Masa Depan Aku bukan ras terakhir dari peradaban tua Rapuh ditelan bulan, bayang-bayang musim kawin Santapan syahwat yang menagih percik em…

Puisi: Dendang Malam (Karya Weni Suryandari)

Dendang Malam Pada jelang malam, saat bulan menepi Kunang-kunang mencari sepasang mata Yang tajam melesat panah di jantungku         ; percik cemburu…

Puisi: Kepada Pantai (Karya Weni Suryandari)

Kepada Pantai Kepada pantai kulepas kenang yang melambai Pasir berderai, kaki melangkah dalam titian Angin bersajak tentang sunyi dan kabut kematian …

Puisi: Nyanyian Cinta (Karya Weni Suryandari)

Nyanyian Cinta Inilah kidung mesra asmarandana Kudendangkan dalam hatimu Debar desir kasmaran, membius, semerdu melodi asmaragama dan kita terkapar d…

Puisi: Perempuan Senja (Karya Weni Suryandari)

Perempuan Senja Perempuan senja termangu letih Menghitung masa di helai putih Bercermin pada mata laut menjejak kerutmerut di wajah bulan yang membun…

Puisi: Hikayat Ramadhan (Karya Weni Suryandari)

Hikayat Ramadhan Setiap senja merah menjelang suara langit berbilang bilang Rapal doa mengangkasa jiwaku sedang berpuasa Ini bukan sebuah metafora te…
© Sepenuhnya. All rights reserved.