Puisi: Air Mata Bunda (Karya Weni Suryandari) Air Mata Bunda Di lumbung maut angin kembara Mengirim percik cahaya di dadamu Melesat, menghunjam dipacu waktu Isakmu beriak duka, luka ini begitu ta…
Puisi: Laut Air Mata (Karya Weni Suryandari) Laut Air Mata Yang aku tahu, udara berlubang kematian sembunyi di balik karang di bawah bulan keperakan pohon trembesi pucat pasi, bau mayat di tele…
Puisi: Lakon (Karya Weni Suryandari) Lakon Sebuah pementasan telah memecah tubuhku Menjadi beberapa bagian, dan kepalaku tinggal rongga Tak kusediakan nyawa yang lain, penyambung potonga…
Puisi: Tarian Jiwa (Karya Weni Suryandari) Tarian Jiwa Tak ada pelangi berpendar di mataku Sedang gemuruh ombak penuhi dada Aku hilang tiang, percakapan melayang Layar terkoyak, sampan tenggel…
Puisi: Kultus Doa (Karya Weni Suryandari) Kultus Doa Di sini kita masih menghitung jarak, bersama air mata, hara bagi bumi yang hampir kering dan puisi hening dari talun. Sedang kesunyian men…
Puisi: Sajak untuk Anak Negeri (Karya Weni Suryandari) Sajak untuk Anak Negeri Biar kususun warna bunga untukmu dan lampu kota yang seperti mata nasib menatap jalan dan taman-taman lapar kunisbatkan warna…
Puisi: Nyanyian Pagi (Karya Weni Suryandari) Nyanyian Pagi Tak ada cericit burung di huma semayang ini Kecuali nyanyian pagi menderas jauh di air kali Perempuan mencuci kutang, rindu pulang ke s…
Puisi: Penantian (Karya Weni Suryandari) Penantian Seorang perempuan berdiri di ujung jalan, menanti matahari meneteskan peluh Angin bersiut, membawa kabar dari Timur dan bisik sunyi mengeja…
Puisi: Perempuan Takdir (Karya Weni Suryandari) Perempuan Takdir Tik-tok jam berdetak di tubuhku serupa petir di gendang telinga, satu-satu memilah susun sejarah yang dibuang atau disimpan bagi mas…
Puisi: Demi Cinta (Karya Weni Suryandari) Demi Cinta Datanglah dengan segenap peluh kan kujilati api matamu biar lebur Segala jenuh penantian Sirna segala luka Datanglah dengan segenap debar …
Puisi: Sajak Sepasang Kekasih di Gerbang Kota (Karya Weni Suryandari) Sajak Sepasang Kekasih di Gerbang Kota Bila engkau menungguku di gerbang kota, kekasih Aku akan datang bersama kilau hujan di rambutku Menghitung det…
Puisi: Perempuan Perkasa (Karya Weni Suryandari) Perempuan Perkasa Mencangkul angan terserak Pada pelepah mati Di tanah-tanah retak Melepuh terpanggang matahari Demi detak waktu bergegas Perempuan m…
Puisi: Ironi Sepi (Karya Weni Suryandari) Ironi Sepi Aku melihat pusat keramaian beraroma kesepian Nafas leluhur yang terbungkus masa lalu, terkunci oleh perjalanan waktu. Nyala lilin dan man…
Puisi: Sisa Kanak-Kanak (Karya Weni Suryandari) Sisa Kanak-Kanak Orang-orang berlalu lalang dalam keramaian pesta karapan Kulihat cemara udang di tepi laut, membungkuk takjub seperti nasib perawan …
Puisi: Saronen (Karya Weni Suryandari) Saronen Serupa mata kanak-kanak, dalam bayang-bayang Tontonan gong tetabuhan dari pinggir pematang. Angin menderu dihantui kecemasan tak berbilang …
Puisi: Cinta Biru (Karya Weni Suryandari) Cinta Biru Dari pintu ke pintu, kusaksikan matahari Menyala, membawa penyair lahir dari kesepian, menguntai kata-kata cinta untuk sebuah puisi Ada su…