Puisi: Roti Lapis (Karya Abinaya Ghina Jamela)

Puisi “Roti Lapis” karya Abinaya Ghina Jamela menunjukkan bahwa kebahagiaan dapat muncul dari pengalaman kecil sehari-hari, seperti menikmati ...

Roti Lapis

Ada pelangi di mulutku
yaitu roti lapis
dan ada dua lapis roti
aku memakannya
rasanya ada awan lembut
di mulutku.

Dan ada tiga rasa.
Keju seperti hujan
mentega seperti lumpur
dan seres seperti air terjun.

Dan aku memakannya lagi
rasanya enak.

2015

Sumber: Buletin Sastra Kanal (No. III/Februari 2016)

Analisis Puisi:

Puisi “Roti Lapis” karya Abinaya Ghina Jamela merupakan puisi yang sederhana, imajinatif, dan penuh keceriaan. Melalui pengalaman makan roti lapis, penyair menghadirkan dunia anak yang kaya khayalan dan dekat dengan benda-benda sehari-hari.

Puisi ini menggunakan bahasa ringan dengan perbandingan-perbandingan unik yang menunjukkan cara anak memandang rasa dan makanan melalui imajinasi alam.

Tema

Tema utama puisi ini adalah keceriaan anak dalam menikmati makanan. Selain itu, puisi ini juga mengangkat tema imajinasi dan pengalaman sederhana yang terasa menyenangkan bagi anak-anak.

Puisi ini bercerita tentang seorang anak yang sedang menikmati roti lapis. Saat memakannya, ia membayangkan berbagai rasa dan tekstur makanan dengan cara yang unik.

Roti lapis digambarkan seperti pelangi di mulut, awan lembut, hujan, lumpur, dan air terjun. Semua gambaran tersebut menunjukkan betapa anak menikmati makanan sambil berimajinasi.

Pada akhirnya, sang anak merasa sangat senang karena makanan itu terasa enak dan menyenangkan.

Makna Tersirat

Makna tersirat dalam puisi ini adalah bahwa anak-anak memiliki cara pandang yang kreatif terhadap hal-hal sederhana di sekitarnya.

Puisi ini juga menunjukkan bahwa kebahagiaan dapat muncul dari pengalaman kecil sehari-hari, seperti menikmati makanan favorit.

Selain itu, puisi ini menyiratkan bahwa imajinasi membuat dunia anak terasa lebih hidup dan penuh warna.

Suasana dalam Puisi

Suasana dalam puisi ini terasa ceria, ringan, hangat, dan menyenangkan. Imajinasi yang digunakan membuat puisi terasa lucu dan penuh kegembiraan khas anak-anak.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Pesan yang dapat diambil dari puisi ini adalah bahwa manusia perlu menikmati hal-hal sederhana dengan rasa syukur dan imajinasi.

Puisi ini juga mengajarkan bahwa kreativitas dan cara pandang positif dapat membuat pengalaman sehari-hari menjadi lebih menyenangkan.

Imaji

Puisi ini memiliki beberapa jenis imaji, antara lain:
  • Imaji pengecapan, tampak pada rasa keju, mentega, dan seres.
  • Imaji penglihatan, terlihat pada pelangi, awan, hujan, lumpur, dan air terjun.
  • Imaji perasaan, hadir melalui rasa senang dan puas saat menikmati makanan.
  • Imaji sentuhan, tampak pada gambaran “awan lembut” di mulut.
Imaji-imaji tersebut membuat pembaca dapat membayangkan rasa dan suasana yang dialami sang anak.

Majas

Beberapa majas yang terdapat dalam puisi ini antara lain:
  • Metafora, pada ungkapan “Ada pelangi di mulutku” untuk menggambarkan rasa makanan yang berwarna dan menyenangkan.
  • Simile, pada “Keju seperti hujan”, “mentega seperti lumpur”, dan “seres seperti air terjun”.
  • Personifikasi, pada rasa makanan yang digambarkan seperti unsur alam yang hidup.
  • Hiperbola, pada penggambaran rasa makanan yang begitu luar biasa bagi sang anak.
Puisi “Roti Lapis” karya Abinaya Ghina Jamela menggambarkan pengalaman sederhana menikmati makanan dengan penuh imajinasi dan keceriaan. Melalui bahasa yang ringan dan kreatif, puisi ini menunjukkan bahwa dunia anak dipenuhi warna, rasa, dan kebahagiaan dari hal-hal kecil di sekitarnya.

Abinaya Ghina Jamela
Puisi: Roti Lapis
Karya: Abinaya Ghina Jamela

Biodata Abinaya Ghina Jamela:
  • Abinaya Ghina Jamela (biasa disapa Naya) lahir pada tanggal 11 Oktober 2009 di Padang, Sumatera Barat, Indonesia.
© Sepenuhnya. All rights reserved.