Puisi: Sebab Bagai Angin (Karya Cecep Syamsul Hari)

Puisi “Sebab Bagai Angin” karya Cecep Syamsul Hari menggambarkan cinta yang tetap hidup dalam kerinduan serta keinginan untuk selalu dekat dengan ...
Sebab Bagai Angin

Jangan pergi. Sebab bagai angin
aku selalu bersama arah. Tak ada yang bisa
sembunyi dari rindu batinku.

Jangan pergi. Sebab bagai angin
kelak aku sampai di negeri yang ditujumu.
Mungkin lebih dulu.

Biarkan kulabuhkan sampan lempungku
di tepian telaga
bening matamu itu.

1991-1992

Sumber: 21 Love Poems (2006)

Analisis Puisi:

Puisi “Sebab Bagai Angin” karya Cecep Syamsul Hari merupakan puisi liris yang mengangkat tema cinta, kerinduan, dan kesetiaan batin.

Tema

Tema utama puisi ini adalah cinta dan kerinduan. Selain itu, puisi ini juga mengandung tema kesetiaan batin yang tetap bertahan meskipun ada kemungkinan perpisahan.

Makna Tersirat

Makna tersirat puisi ini menunjukkan bahwa cinta sejati tidak mudah dibatasi oleh jarak maupun waktu. Angin menjadi simbol perasaan yang bebas bergerak dan selalu hadir meskipun tak terlihat.

Ungkapan:

“Tak ada yang bisa sembunyi dari rindu batinku”

menunjukkan bahwa kerinduan merupakan kekuatan emosional yang sulit dihindari.

Sementara itu, “telaga bening matamu” dapat dimaknai sebagai simbol ketenangan, ketulusan, dan tempat pulang bagi perasaan penyair.

Suasana dalam Puisi

Suasana puisi ini terasa lembut, romantis, dan melankolis. Ada nuansa harapan sekaligus kesedihan halus karena kemungkinan perpisahan.

Amanat / Pesan yang Disampaikan

Puisi ini mengajarkan bahwa cinta yang tulus akan selalu mencari jalan untuk tetap hadir. Selain itu, puisi ini juga menyiratkan pentingnya menjaga hubungan dan menghargai seseorang yang dicintai sebelum benar-benar pergi.

Imaji

Beberapa imaji yang muncul dalam puisi ini antara lain:
  • Imaji visual, seperti: “bagai angin”, “sampan lempung”, “tepian telaga”, “bening matamu”.
  • Imaji perasaan, tampak pada: “rindu batinku”
  • Imaji gerak, terlihat dalam gambaran angin yang mengikuti arah dan perjalanan menuju negeri tujuan.

Majas

Puisi ini menggunakan beberapa majas, di antaranya:
  • Metafora, misalnya “bagai angin aku selalu bersama arah”. Penyair mengibaratkan dirinya seperti angin yang bebas bergerak mengikuti orang yang dicintainya.
  • Personifikasi, seperti “Tak ada yang bisa sembunyi dari rindu batinku”. Rindu digambarkan memiliki kekuatan untuk mencari dan menemukan.
  • Simbolisme, tampak pada angin, sampan, dam telaga. Ketiga simbol tersebut menggambarkan perjalanan cinta, kerinduan, dan tempat berlabuhnya perasaan.
Puisi “Sebab Bagai Angin” karya Cecep Syamsul Hari merupakan puisi pendek yang kaya makna emosional. Melalui simbol-simbol alam yang lembut dan romantis, penyair menggambarkan cinta yang tetap hidup dalam kerinduan serta keinginan untuk selalu dekat dengan orang yang dicintai.

Cecep Syamsul Hari
Puisi: Sebab Bagai Angin
Karya: Cecep Syamsul Hari

Biodata Cecep Syamsul Hari:
  • Cecep Syamsul Hari lahir pada tanggal 1 Mei 1967 di Bandung.
© Sepenuhnya. All rights reserved.