Sebatang Tubuh di Pinggir Kali
Sebatang tubuh di pinggir kali
Turunan leluhur kaburiat
Perlambang ketahanan
Di hutan abadi
Di kali dahsat sunyi
Sebatang tubuh di pinggir kali
Dalam hujan bermain api
Api abadi
Sepanjang dermaga lumpur menepi
Kapalku merapat ke sana
Ini misi datang di huma tak subur
Dari musim ke musim
Sebatang tubuh di pinggir kali
Memaksaku mendekat padanya
Dengan harapan demi harapan
Yang kumengerti cuma harapan angan-angan
1970
Sumber: Horison (April, 1973)
Catatan:
Puisi ini kemudian hari dimuat ke dalam buku Tanah Huma (1978).
Analisis Puisi:
Puisi “Sebatang Tubuh di Pinggir Kali” karya Hijaz Yamani menghadirkan nuansa simbolik yang kuat tentang perjuangan, harapan, dan ketahanan hidup. Melalui diksi yang padat dan puitis, penyair menggambarkan sosok yang tetap bertahan di tengah kesunyian, kerasnya alam, dan perjalanan hidup yang tidak mudah.
Tema
Tema utama puisi ini adalah ketahanan hidup dan harapan di tengah kesulitan. Selain itu, puisi ini juga mengangkat tema tentang perjuangan manusia, kesunyian, dan pencarian makna kehidupan.
Puisi ini bercerita tentang sosok “sebatang tubuh” yang berada di pinggir kali sebagai simbol manusia yang bertahan menghadapi kerasnya kehidupan. Sosok tersebut digambarkan memiliki hubungan dengan leluhur dan alam, serta menjadi perlambang kekuatan dan daya tahan.
Penyair kemudian merasa tertarik mendekati sosok itu dengan membawa harapan-harapan tertentu. Namun pada akhirnya, harapan tersebut terasa samar dan hanya menjadi angan-angan.
Larik:
“Yang kumengerti cuma harapan angan-angan”
menunjukkan adanya keraguan atau ketidakpastian terhadap tujuan dan harapan yang dikejar.
Makna Tersirat
Makna tersirat dalam puisi ini adalah bahwa manusia sering hidup dengan harapan yang belum tentu dapat diwujudkan. Di sisi lain, puisi ini juga menyiratkan bahwa perjuangan hidup membutuhkan ketahanan mental meskipun keadaan terasa sunyi, berat, dan penuh ketidakpastian.
“Sebatang tubuh” dapat dimaknai sebagai simbol:
- manusia yang bertahan sendiri,
- warisan perjuangan leluhur,
- atau gambaran keteguhan menghadapi zaman.
Sementara “kali”, “hutan abadi”, dan “dermaga lumpur” memperkuat gambaran perjalanan hidup yang keras dan penuh tantangan.
Suasana dalam Puisi
Suasana yang terasa dalam puisi ini antara lain: sunyi, misterius, kontemplatif, dan penuh harapan samar. Pembaca dapat merasakan kesepian sekaligus semangat bertahan yang tersembunyi di balik larik-larik puisi.
Amanat / Pesan yang Disampaikan
Puisi ini menyampaikan pesan bahwa manusia harus tetap bertahan dan memiliki harapan meskipun hidup dipenuhi ketidakpastian. Selain itu, puisi ini juga mengingatkan bahwa tidak semua harapan mudah dicapai, tetapi perjuangan tetap perlu dijalani.
Puisi “Sebatang Tubuh di Pinggir Kali” karya Hijaz Yamani merupakan puisi yang sarat simbol dan refleksi kehidupan. Melalui gambaran alam yang kuat, penyair menghadirkan makna tentang perjuangan, ketahanan, dan harapan manusia yang terkadang hanya tinggal angan-angan.
