Puisi: Seorang Suami Rindukan Isterinya (Karya Zakaria M. Passe)

Puisi "Seorang Suami Rindukan Isterinya" karya Zakaria M. Passe menggambarkan tentang perasaan rindu seorang suami terhadap istrinya yang telah ....
Seorang Suami Rindukan Isterinya

Kakek tua jalan terbungkuk-bungkuk
berkaca mata
meniting bayam di tangannya
untuk lauk berdua.

Nenek tua di rumahnya
sirih dikunyah di mulutnya
mengusap dada
mata yang kabur selalu menanti
melihat ke jalanan siapakah yang jalan itu?

Kakek tua dan nenek tua
rindu di hati mereka
di rumah dan di jalanan
rindunya itu
sebagai kesaksian jaman yang telah
berganti generasi
amat pelan dan lamban tapi
terkadang sangat kencang
apakah itu revolusi?

Matahari disentuh senja
kakek tua dan nenek tua
adalah matahari dan bulan dalam senja
hampir kelam.

Kakek tua jalan terbungkuk-bungkuk
berkaca mata
dia rindukan isterinya
nenek tua di rumahnya
mengunyah sirih di mulutnya
dalam cinta,
dan itu sudah terpaut
dalam kesaksian generasi.

Rolu, dinihari aku rindu
dengan meniting bayam di tangannya kakek tua berseru
Tapi, tahukah kau Rolu
— Generasi ini tidak lagi
dalam tanda tanya?
nenek tua mengambil bayam bawaan suami
dan berkata dalam hati:
— Kesaksian kita hampir berakhir.

Keduanya menadah tangan
Memohon ampun dan terima kasih kepada Tuhan.

Sumber: Horison (April, 1968)

Analisis Puisi:

Puisi "Seorang Suami Rindukan Isterinya" karya Zakaria M. Passe menggambarkan tentang perasaan rindu seorang suami terhadap istrinya yang telah meninggal, serta refleksi atas masa lalu dan kesaksian generasi yang telah berganti. Puisi ini menyentuh hati pembaca dengan penggambaran yang sederhana namun penuh makna tentang cinta, kesaksian, dan kebersamaan dalam hubungan suami-isteri.

Penggambaran Kehidupan Tua: Puisi ini membawa pembaca ke dalam suasana kehidupan seorang suami dan istrinya yang telah tua. Penyair menggambarkan kakek tua yang berjalan terbungkuk-bungkuk, berkaca mata, dan meniting bayam sebagai lauk untuk makan berdua. Sementara itu, nenek tua di rumahnya mengunyah sirih dan selalu menanti dengan mata yang kabur. Gambaran ini menghadirkan perasaan haru dan pengenangan akan masa lalu yang pernah mereka jalani bersama.

Rindu yang Mendalam: Puisi ini mencerminkan perasaan rindu yang mendalam dari seorang suami terhadap istrinya yang telah tiada. Kakek tua sangat merindukan isterinya, dan rindu itu menjadi bagian dari kesaksian mereka sebagai pasangan yang telah hidup bersama melewati berbagai masa. Meskipun kini wujud fisiknya tidak ada lagi, tetapi rindu itu tetap hidup dalam hati sang suami.

Masa Lalu dan Kesaksian Generasi: Puisi ini menggambarkan betapa lama dan lambannya waktu yang telah mereka jalani bersama, dan bagaimana generasi telah berganti. Kakek tua dan nenek tua menjadi saksi atas perubahan zaman dan kesaksian hidup yang telah mereka lewati. Mereka menjadi seperti matahari dan bulan dalam senja, hampir kelam, menghadapi masa tua dengan rasa syukur dan rasa rindu yang tak terlupakan.

Dialog dalam Rindu: Penyair menghadirkan dialog antara kakek tua dan nenek tua, di mana sang kakek menyatakan rindunya dan kemudian sang nenek merespon dengan bijak dan pengertian tentang masa depan dan kesaksian yang telah mereka tinggalkan. Dialog ini mencerminkan kedalaman hubungan mereka sebagai pasangan yang telah mengarungi hidup bersama.

Kebersamaan dalam Cinta: Puisi ini menonjolkan tema kebersamaan dalam cinta sejati. Meskipun kini fisik sang istri telah tiada, cinta mereka tetap hidup dan menjadi bagian dari kesaksian hidup mereka. Keduanya saling melengkapi, saling memahami, dan memohon ampun serta terima kasih kepada Tuhan atas segala yang telah mereka jalani bersama.

Puisi "Seorang Suami Rindukan Isterinya" karya Zakaria M. Passe adalah sebuah karya sastra yang mengangkat tema rindu, kebersamaan, dan kesaksian dalam hubungan suami-isteri. Puisi ini menyentuh hati pembaca dengan gambaran yang sederhana namun penuh makna tentang perasaan dan hubungan yang mendalam antara dua insan yang telah berbagi kehidupan bersama.

Puisi Seorang Suami Rindu Isteri
Puisi: Seorang Suami Rindukan Isterinya
Karya: Zakaria M. Passe

Biodata Zakaria M. Passe:
  • Zakaria M. Passe lahir pada tanggal 1 Juni 1942 di Langsa, Aceh Timur.
  • Zakaria M. Passe meninggal dunia pada tanggal 8 November 1998 (pada usia 56 tahun) di Jakarta.
© Sepenuhnya. All rights reserved.