Puisi: Sungai Tallo (Karya Rahman Arge)

Puisi “Sungai Tallo” karya Rahman Arge menggambarkan kondisi Sungai Tallo, sungai yang membelah wilayah Kota Makassar, melalui sudut pandang ...
Sungai Tallo
Sungai yang membelah kota Makassar

Nelayan melepas jala
menjadi ikan
Pabrik melepas ampas
menjadi air mata
            Bulan tak lagi
            purnama

1958

Sumber: Jalan Menuju Jalan (2007)

Analisis Puisi:

Puisi “Sungai Tallo” karya Rahman Arge merupakan puisi pendek yang sederhana, tetapi memiliki kritik sosial dan lingkungan yang kuat. Puisi ini menggambarkan kondisi Sungai Tallo, sungai yang membelah wilayah Kota Makassar, melalui sudut pandang kehidupan nelayan dan dampak pencemaran lingkungan.

Dengan larik-larik singkat, penyair menghadirkan pertentangan antara kehidupan alami sungai dan kerusakan yang disebabkan oleh aktivitas industri.

Tema

Tema utama puisi ini adalah kerusakan lingkungan dan penderitaan masyarakat kecil. Selain itu, puisi ini juga mengangkat tema kehidupan nelayan, pencemaran sungai, dan hilangnya keindahan alam.

Puisi ini bercerita tentang kehidupan di Sungai Tallo yang dahulu menjadi sumber kehidupan nelayan. Nelayan digambarkan melepaskan jala untuk mencari ikan sebagai bagian dari kehidupan mereka sehari-hari.

Namun, di sisi lain, pabrik membuang ampas ke sungai sehingga air yang seharusnya menjadi sumber kehidupan berubah menjadi “air mata”. Hal ini menunjukkan adanya pencemaran yang membawa kesedihan dan penderitaan.

Pada bagian akhir, penyair menulis:

“Bulan tak lagi
purnama”

Larik tersebut menggambarkan hilangnya keindahan, ketenangan, dan kesempurnaan alam akibat kerusakan lingkungan.

Makna Tersirat

Makna tersirat dalam puisi ini adalah kritik terhadap kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh manusia, khususnya aktivitas industri yang mencemari sungai.

“Ikan” melambangkan kehidupan dan harapan nelayan, sedangkan “air mata” melambangkan penderitaan akibat sungai yang tercemar. Bulan yang tidak lagi purnama menjadi simbol hilangnya keindahan alam dan keharmonisan kehidupan masyarakat.

Puisi ini juga menyiratkan bahwa pembangunan tanpa kepedulian lingkungan dapat menghancurkan kehidupan manusia dan alam secara bersamaan.

Suasana dalam Puisi

Suasana yang terasa dalam puisi ini antara lain:
  • Sendu dan muram.
  • Reflektif serta penuh keprihatinan.
  • Sunyi dan menyedihkan.
  • Mengandung kritik sosial yang halus.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Beberapa amanat yang dapat diambil dari puisi ini yaitu:
  • Manusia harus menjaga kelestarian sungai dan lingkungan.
  • Pembangunan industri seharusnya tidak merusak kehidupan masyarakat.
  • Alam yang rusak akan membawa penderitaan bagi manusia sendiri.
  • Kehidupan nelayan dan masyarakat kecil perlu dihargai dan dilindungi.

Imaji dalam Puisi

Walaupun singkat, puisi ini memiliki imaji yang kuat.
  • Imaji Visual: Pembaca dapat membayangkan nelayan yang melempar jala dan sungai yang tercemar limbah pabrik. Contoh “Nelayan melepas jala”.
  • Imaji Perasaan: Puisi menghadirkan rasa sedih dan kehilangan. Contoh “menjadi air mata”.
  • Imaji Penglihatan: Gambaran bulan yang tidak lagi purnama menciptakan kesan keindahan yang memudar. Contoh “Bulan tak lagi / purnama”.

Majas dalam Puisi

Beberapa majas yang digunakan dalam puisi ini antara lain:
  • Metafora: “Air mata” digunakan sebagai metafora penderitaan akibat pencemaran sungai.
  • Personifikasi: Pabrik digambarkan seolah mampu “melepas ampas” yang menyebabkan kesedihan.
  • Simbolisme: Ikan melambangkan kehidupan dan harapan. Air mata melambangkan penderitaan. Bulan purnama melambangkan keindahan dan keharmonisan alam.
  • Kontras: Puisi memperlihatkan pertentangan antara nelayan yang mencari kehidupan dan pabrik yang justru membawa kerusakan.
Puisi “Sungai Tallo” karya Rahman Arge merupakan puisi pendek yang mengandung kritik sosial dan lingkungan yang mendalam. Melalui gambaran kehidupan nelayan dan pencemaran sungai, penyair mengajak pembaca untuk menyadari pentingnya menjaga alam serta memperhatikan nasib masyarakat kecil yang bergantung pada lingkungan untuk bertahan hidup.

Rahman Arge
Puisi: Sungai Tallo
Karya: Rahman Arge

Biodata Rahman Arge:
  • Rahman Arge (Abdul Rahman Gega) lahir pada tanggal 17 Juli 1935 di Makassar, Sulawesi Selatan.
  • Rahman Arge meninggal dunia pada tanggal 10 Agustus 2015 (pada usia 80).
  • Edjaan Tempo Doeloe: Rachman Arge.
© Sepenuhnya. All rights reserved.