Puisi: Surat (Karya Syu’bah Asa)

Puisi “Surat” karya Syu’bah Asa menggambarkan hubungan antarmanusia yang tetap terhubung meskipun tanpa banyak kata. Keheningan dan kesunyian ...
Surat

bagai pohonan
kita saling berkirim berita
dalam diam
dalam sepi angkasa

1972

Sumber: Horison (Maret, 1973)

Analisis Puisi:

Puisi “Surat” karya Syu’bah Asa merupakan puisi pendek yang sederhana, tetapi memiliki makna mendalam. Dengan pilihan kata yang minim, penyair berhasil menggambarkan hubungan antarmanusia yang tetap terhubung meskipun tanpa banyak kata. Keheningan dan kesunyian justru menjadi ruang komunikasi batin yang kuat.

Tema

Tema utama puisi ini adalah komunikasi batin dan hubungan emosional yang terjalin dalam keheningan.

Puisi ini bercerita tentang dua pihak yang saling “berkirim berita” layaknya pohonan. Namun, komunikasi itu tidak dilakukan secara langsung atau ramai, melainkan dalam diam dan kesunyian angkasa.

Penyair menggambarkan bahwa hubungan yang mendalam tidak selalu membutuhkan kata-kata. Ada ikatan batin yang tetap hidup meskipun tanpa percakapan nyata.

Makna Tersirat

Makna tersirat puisi ini adalah bahwa manusia dapat saling memahami melalui rasa, kehadiran, dan kedekatan batin tanpa harus selalu mengungkapkannya secara verbal.

Perumpamaan pohonan menunjukkan hubungan yang alami, tenang, dan tetap saling terhubung meskipun berdiri sendiri-sendiri. Sementara “angkasa” melambangkan ruang luas kehidupan atau jarak yang memisahkan, tetapi tidak mampu memutus komunikasi jiwa.

Suasana dalam Puisi

Suasana dalam puisi ini terasa hening, tenang, dan reflektif. Ada kesan damai sekaligus sunyi yang menyelimuti keseluruhan puisi.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Puisi ini menyampaikan pesan bahwa hubungan yang tulus tidak selalu dibangun melalui banyak kata. Kadang-kadang, diam justru menjadi bentuk komunikasi yang paling dalam.

Selain itu, puisi ini mengingatkan bahwa manusia tetap bisa saling memahami melalui empati, perasaan, dan ikatan batin.

Imaji

Beberapa imaji yang tampak dalam puisi ini antara lain:
  • Imaji visual: “bagai pohonan”, “sepi angkasa”. Pembaca dapat membayangkan pohon-pohon yang berdiri sunyi di ruang luas angkasa.
  • Imaji perasaan: “dalam diam”. Larik ini menghadirkan kesan emosional berupa kesunyian dan ketenangan batin.

Majas

Beberapa majas yang terdapat dalam puisi ini antara lain:
  • Perumpamaan (simile): “bagai pohonan”. Hubungan antarmanusia dibandingkan dengan pohon-pohon.
  • Metafora: “Berkirim berita” tidak hanya dimaknai sebagai surat secara harfiah, tetapi sebagai komunikasi batin.
  • Personifikasi: Pohonan seolah mampu saling berkirim berita layaknya manusia.
  • Simbolisme: Pohon melambangkan kehidupan dan hubungan yang tumbuh alami, sedangkan angkasa melambangkan jarak atau keluasan kehidupan.
Puisi “Surat” karya Syu’bah Asa menunjukkan bahwa puisi tidak harus panjang untuk memiliki makna mendalam. Dengan bahasa yang singkat dan simbolik, penyair menggambarkan hubungan emosional manusia yang tetap hidup dalam diam dan kesunyian. Puisi ini menjadi refleksi tentang komunikasi batin yang melampaui kata-kata.

Syu’bah Asa
Puisi: Surat
Karya: Syu’bah Asa

Biodata Syu’bah Asa:
  • Syu’bah Asa lahir di Pekalongan, Jawa Tengah pada tanggal 21 Desember 1941.
  • Syu’bah Asa meninggal dunia di Pekalongan, Jawa Tengah pada tanggal 24 Juli 2010 (pada usia 69 tahun).
© Sepenuhnya. All rights reserved.