Puisi: Terima Kasih (Karya Rusli Marzuki Saria)

Puisi “Terima Kasih” karya Rusli Marzuki Saria mengajak pembaca untuk menghargai setiap peristiwa dalam hidup—baik yang menyenangkan maupun ...
Terima Kasih

Pengalaman yang jujur bawalah aku kepada
lembah-lembah dalam tak bertara dimana mataair
kepenyairan takkan kering di kemarau lama.

Pengalaman yang jujur bawalah aku kepada
lembah serta tubirnya. Dimana ngarai dalam menganga
Tanpa istirahat. Di sini kutulis sebaris sajak.

Kalau 'kan bicara juga bersama siutan angin malam
Bayang-bayang mengejar dari belakang
ketakkuasaan membuntuti.
Kutulis juga sajak kepadanya tanda terimakasih.

Kata-kata apalah yang akan kusampaikan
kepadanya. Kita hidup dari zaman tak dapat didustai
Lahir juga sajak dari renda senja yang remang.

1963

Sumber: Horison (Desember, 1968)

Analisis Puisi:

Puisi “Terima Kasih” karya Rusli Marzuki Saria menghadirkan refleksi mendalam tentang proses kreatif seorang penyair yang lahir dari pengalaman hidup. Dengan bahasa yang simbolik dan kontemplatif, puisi ini menegaskan bahwa kejujuran pengalaman menjadi sumber utama lahirnya karya sastra.

Tema

Tema utama puisi ini adalah pengalaman hidup sebagai sumber kreativitas dan kelahiran puisi. Penyair menekankan pentingnya kejujuran dalam menjalani dan mengolah pengalaman.

Puisi ini bercerita tentang perjalanan seorang penyair yang mencari dan menghayati pengalaman hidup, baik yang indah maupun yang penuh ketakutan dan keterbatasan. Dari pengalaman itulah, lahir sajak-sajak sebagai bentuk ungkapan dan rasa syukur.

Makna Tersirat

Makna tersirat dalam puisi ini adalah bahwa puisi tidak lahir dari kekosongan, melainkan dari pergulatan batin dan pengalaman nyata. Bahkan hal-hal yang menakutkan atau menyakitkan pun dapat menjadi sumber inspirasi yang berharga.

Suasana dalam Puisi

Suasana puisi ini terasa hening, reflektif, dan kontemplatif. Ada nuansa kesadaran yang dalam terhadap proses kreatif dan kehidupan.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Pesan yang dapat diambil adalah bahwa manusia perlu menghargai setiap pengalaman hidup, karena dari situlah makna dan karya dapat lahir. Kejujuran dalam menjalani hidup menjadi kunci dalam menciptakan sesuatu yang bermakna.

Imaji

Puisi ini menghadirkan imaji yang kuat dan simbolik, antara lain:
  • Imaji visual: “lembah-lembah dalam”, “mataair kepenyairan”, “ngarai menganga”, “senja remang”.
  • Imaji auditif: “siutan angin malam”.
  • Imaji perasaan: “ketakkuasaan membuntuti”.
Imaji-imaji ini memperkuat suasana batin yang mendalam dan penuh perenungan.

Majas

Beberapa majas yang digunakan dalam puisi ini antara lain:
  • Metafora: “mataair kepenyairan” sebagai simbol sumber inspirasi.
  • Personifikasi: “ketakkuasaan membuntuti”, “ngarai menganga”.
  • Simbolisme: lembah, ngarai, dan senja sebagai lambang perjalanan batin.
  • Repetisi: pengulangan frasa “pengalaman yang jujur bawalah aku”.
Puisi “Terima Kasih” karya Rusli Marzuki Saria merupakan refleksi tentang pentingnya pengalaman dalam melahirkan karya sastra. Dengan bahasa yang puitis dan simbolik, penyair mengajak pembaca untuk menghargai setiap peristiwa dalam hidup—baik yang menyenangkan maupun menyakitkan—sebagai sumber makna dan kreativitas.

Rusli Marzuki Saria
Puisi: Terima Kasih
Karya: Rusli Marzuki Saria

Biodata Rusli Marzuki Saria:
  • Rusli Marzuki Saria lahir pada tanggal 26 Februari 1936 di Kamang, Bukittinggi.
© Sepenuhnya. All rights reserved.