Puisi: Yang Hilang (Karya Kamilia Salsabila)

Puisi “Yang Hilang” karya Kamilia Salsabila menggambarkan kehilangan yang sulit dijelaskan sekaligus rasa pasrah terhadap keadaan yang tidak dapat ...

Yang Hilang

Kau bertanya, “Apa yang hilang?”
“Aku tak tahu,” balasku
Keningmu berkerut, “Mengapa bisa begitu?”
“Sekalipun aku tahu, jawabanku takkan mengubah apapun,” senyumku getir

Banjarmasin, 24 Mei 2026

Analisis Puisi:

Puisi “Yang Hilang” karya Kamilia Salsabila merupakan puisi pendek yang menampilkan dialog sederhana, tetapi menyimpan makna emosional yang mendalam. Penyair menggambarkan kehilangan yang sulit dijelaskan sekaligus rasa pasrah terhadap keadaan yang tidak dapat diubah.

Tema

Tema utama puisi ini adalah kehilangan dan penerimaan terhadap kenyataan. Selain itu, puisi ini juga mengangkat tema tentang luka batin, keputusasaan, dan ketidakberdayaan manusia.

Makna Tersirat

Makna tersirat dalam puisi ini adalah bahwa ada kehilangan yang tidak selalu dapat dijelaskan dengan kata-kata. Terkadang seseorang merasakan kehampaan tanpa benar-benar memahami apa yang telah berubah dalam dirinya.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Amanat yang dapat dipetik dari puisi ini adalah bahwa dalam hidup, tidak semua kehilangan dapat dijelaskan atau diperbaiki. Ada luka yang hanya bisa diterima sebagai bagian dari perjalanan manusia. Puisi ini juga mengajarkan bahwa memahami kenyataan pahit membutuhkan ketegaran dan keikhlasan.

Puisi “Yang Hilang” karya Kamilia Salsabila merupakan puisi singkat yang kaya makna emosional. Dengan dialog sederhana, penyair berhasil menggambarkan perasaan kehilangan, kehampaan, dan penerimaan terhadap kenyataan hidup. Puisi ini mengajak pembaca merenungkan bahwa tidak semua luka dapat dijelaskan atau disembuhkan, tetapi tetap harus diterima sebagai bagian dari perjalanan manusia.

Kamilia Salsabila
Puisi: Yang Hilang
Karya: Kamilia Salsabila

Biodata Kamilia Salsabila:
  • Kamilia Salsabila, lahir pada tahun 2002, mulai tertarik menulis puisi semenjak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama.
© Sepenuhnya. All rights reserved.