Ada yang Terlupakan
telah sampai pesan yang dikirim matahari
mengitari sunyi juga deru
bahwa telah usai seputaran masa
menandai waktu menjadi tahun yang sempurna
telah sampai jemu kepakan kupu-kupu
bagi putik yang menepikan warna gelisah
namun tetap jejakmu berlabuh jauh
meninggalkan tepian rindu
lalu kubaca riwayat cuaca yang membatu
ketika mendung menyimpan bahasa hujan
menyimpan tetes kesunyian bagi airmata
adakah badai selalu luruh riuh di hatimu
membutakan tanda dan angka
haruskah aku memberimu isyarat dengan luka
bahwa ada yang terlupakan, sekedar kata-kata
bahkan mungkin bahasa cinta yang paling sederhana
Kotabaru, 16 Juni 2007
Sumber: Sepanjang Tepian Sunyi (Tahura Media, 2016)
Analisis Puisi:
Puisi "Ada yang Terlupakan" karya John FS. Pane merupakan puisi liris yang mengangkat tema tentang kerinduan, komunikasi yang terputus, dan perasaan yang tidak pernah benar-benar tersampaikan. Melalui simbol-simbol alam seperti matahari, kupu-kupu, mendung, hujan, dan badai, penyair membangun refleksi mengenai hubungan antarmanusia yang perlahan berubah karena waktu dan jarak.
Bahasa yang digunakan bersifat puitis dan penuh makna simbolik. Setiap larik tidak hanya menggambarkan peristiwa alam, tetapi juga menjadi representasi dari perjalanan emosi seseorang yang berusaha mengingatkan bahwa ada sesuatu yang penting telah terlupakan, yaitu perhatian, kepedulian, atau bahkan ungkapan cinta yang sederhana.
Tema
Tema utama puisi ini adalah kerinduan dan pentingnya menjaga komunikasi serta ungkapan kasih sayang di tengah perjalanan waktu. Selain itu, puisi ini juga mengangkat tema tentang kenangan, penantian, kesunyian, perubahan hubungan, dan refleksi terhadap perasaan yang tidak terucapkan.
Puisi ini bercerita tentang seseorang yang menyadari bahwa waktu telah terus berjalan. Pergantian musim dan perjalanan matahari menjadi penanda bahwa sebuah siklus kehidupan telah selesai dilalui.
Meskipun demikian, kenangan terhadap seseorang tetap tertinggal. Penyair merasakan bahwa jejak orang tersebut semakin menjauh, meninggalkan kerinduan yang belum juga terobati. Ia kemudian mencoba membaca berbagai tanda alam—mendung, hujan, dan cuaca—sebagai cara memahami perasaannya sendiri.
Pada bagian akhir, penyair mengajukan pertanyaan penuh makna kepada orang yang dirindukannya. Ia bertanya apakah perlu menunjukkan luka agar orang tersebut menyadari bahwa ada sesuatu yang telah terlupakan, yaitu kata-kata sederhana yang mengandung kasih sayang dan perhatian.
Makna Tersirat
Makna tersirat dalam puisi ini adalah bahwa hubungan antarmanusia sering kali tidak rusak karena peristiwa besar, melainkan karena hal-hal kecil yang perlahan dilupakan, seperti sapaan, perhatian, atau ungkapan cinta.
Penyair menyiratkan bahwa waktu memang terus berjalan, tetapi kenangan dan perasaan tetap tinggal dalam hati. Ketika komunikasi mulai hilang, kesunyian pun menggantikannya.
Puisi ini juga mengingatkan bahwa cinta tidak selalu membutuhkan ungkapan yang rumit. Justru kata-kata sederhana yang lahir dari ketulusan sering menjadi hal yang paling dirindukan.
Amanat / Pesan yang Disampaikan
Beberapa amanat yang dapat dipetik dari puisi ini antara lain:
- Jangan menunda untuk menyampaikan perhatian dan kasih sayang kepada orang yang berarti.
- Waktu terus berjalan, tetapi hubungan harus tetap dipelihara melalui komunikasi.
- Hal-hal sederhana sering kali memiliki makna yang paling besar.
- Jangan biarkan kesibukan membuat kita melupakan orang-orang yang kita sayangi.
- Kejujuran dalam mengungkapkan perasaan dapat mencegah lahirnya penyesalan.
Puisi "Ada yang Terlupakan" karya John FS. Pane merupakan puisi yang menggambarkan kerinduan, perjalanan waktu, dan pentingnya menjaga komunikasi dalam sebuah hubungan. Melalui simbol-simbol alam, penyair menunjukkan bahwa perubahan sering kali membuat manusia melupakan hal-hal sederhana yang justru memiliki makna paling besar.
Puisi ini mengajarkan bahwa perhatian, kejujuran, dan ungkapan kasih sayang tidak seharusnya ditunda, karena sering kali yang paling dirindukan bukanlah sesuatu yang besar, melainkan kata-kata sederhana yang lahir dari hati.
Karya: John FS. Pane
Biodata John FS. Pane:
- John FS. Pane lahir pada tanggal 16 Juni 1975 di Kotabaru, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.