Air Kental
(Al-'Alaq)
Bacalah atas nama Tuhanmu Mahapenitah
Menitahkan manusia dari air tumpah
Bacalah dan agungkan nama-Nya
Yang dengan pena mengajarkanmu
Mengajar manusia apa yang tak tahu
Sebenarnyalah manusia itu pemurka
Kala merasa dirinya telah berharga
Ingat sebenarnya mereka akan kembali pada Tuhannya
Betapa jika kaulihat seseorang pencela
Seorang sedang berpuja
Betapa jika ia tergolong pembela
Atau yang selalu anjurkan takwa
Betapa jika kautahu ia sebenarnya pendusta
Tidakkah ia tahu Tuhan selalu melihatnya
Ingat jika tak juga sudah akan Kutetak ubunnya
Ubun sipendusta dan sipelagak
Dan tampillah siapa mau menentangnya
Niscaya Kuhadapkan pencoleng-pencoleng neraka
Ingat jangan sekali mengekor mereka
- Tapi sujudlah dan mendekat ke sisi-Ku
Sumber: Kabar dari Langit (1986)
Analisis Puisi:
Puisi "Air Kental" karya Djamil Suherman merupakan puisi religius yang terinspirasi dari kandungan Surah Al-'Alaq dalam Al-Qur'an. Puisi ini mengangkat hubungan antara manusia dan Tuhan, pentingnya ilmu pengetahuan, bahaya kesombongan, serta keharusan untuk selalu tunduk kepada kehendak Ilahi.
Melalui bahasa yang tegas dan bernuansa dakwah, penyair mengingatkan bahwa manusia berasal dari sesuatu yang sederhana, memperoleh ilmu karena anugerah Tuhan, dan pada akhirnya akan kembali kepada-Nya. Oleh karena itu, kesombongan dan kemunafikan merupakan sikap yang harus dijauhi.
Tema
Tema utama puisi ini adalah ketakwaan kepada Tuhan dan peringatan terhadap kesombongan manusia. Tema-tema pendukung yang muncul dalam puisi ini antara lain:
- Keagungan Tuhan.
- Pentingnya ilmu pengetahuan.
- Kerendahan asal-usul manusia.
- Bahaya kesombongan dan kemunafikan.
- Pertanggungjawaban manusia di hadapan Tuhan.
Makna Tersirat
Makna tersirat dalam puisi ini adalah bahwa ilmu, kedudukan, dan keberhasilan tidak boleh membuat manusia melupakan asal-usul serta kewajibannya kepada Tuhan.
Puisi ini juga menyiratkan bahwa kesombongan sering muncul ketika seseorang merasa dirinya lebih tinggi daripada orang lain. Padahal, semua manusia memiliki asal yang sama dan akan kembali kepada Sang Pencipta.
Selain itu, puisi ini mengajarkan bahwa ilmu pengetahuan seharusnya membawa manusia kepada kerendahan hati, bukan kepada keangkuhan atau kemunafikan.
Amanat / Pesan yang Disampaikan
Amanat yang dapat dipetik dari puisi ini antara lain:
- Carilah ilmu pengetahuan dengan niat yang benar dan atas dasar keimanan.
- Jangan menjadi sombong ketika memperoleh keberhasilan atau kedudukan.
- Selalu ingat bahwa manusia berasal dari keadaan yang sederhana.
- Hindari kemunafikan dan perilaku yang merugikan orang lain.
- Yakinlah bahwa setiap perbuatan manusia berada dalam pengawasan Tuhan.
- Perbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah.
Puisi ini mengajak pembaca untuk menyeimbangkan ilmu pengetahuan dengan ketakwaan dan kerendahan hati.
Puisi "Air Kental" karya Djamil Suherman merupakan puisi religius yang mengajarkan pentingnya ilmu pengetahuan, ketakwaan, dan kerendahan hati. Terinspirasi oleh nilai-nilai dalam Surah Al-'Alaq, puisi ini mengingatkan bahwa manusia berasal dari asal yang sederhana, memperoleh ilmu karena anugerah Tuhan, dan akan kembali kepada-Nya. Penyair mengajak pembaca untuk menjauhi kesombongan, menghindari kemunafikan, serta senantiasa mendekatkan diri kepada Allah melalui ilmu dan ibadah.
Puisi: Air Kental
Karya: Djamil Suherman
Biodata Djamil Suherman:
- Djamil Suherman lahir di Surabaya, pada tanggal 24 April 1924.
- Djamil Suherman meninggal dunia di Bandung, pada tanggal 30 November 1985 (pada usia 61 tahun).
- Djamil Suherman adalah salah satu sastrawan angkatan 1966-1970-an.
