Puisi: Antara Gelap dan Terang Manusia (Karya Ariffin Noor Hasby)

Puisi "Antara Gelap dan Terang Manusia" karya Ariffin Noor Hasby menegaskan bahwa manusia selalu memiliki kesempatan untuk kembali kepada Tuhan ...

Antara Gelap dan Terang Manusia

antara gelap dan terang manusia
aku berjalan ke dalam hati mencari cinta
sebelum tangis mencari langit sebelum ombak
mencari arah sebelum sesat
menempuh tiran kata-kata yang ditinggalkan raja-raja

Antara gelap dan terang manusia
aku bersimpuh ke dalam do’a
menghapus dosa sebelum lupa
menghapus rasa sebelum prasangka
menghapus kata-kata sebelum igauan
menempuh tiran tahta yang runtuh sebelum jauh

Antara gelap dan terang manusia
Aku kembalikan langkah pada singgah
Sebelum gelap mengucap lelah
Sebelum riuh memanggil ruh
Menempuh riuh pikiran batu
Yang mencari ruang untuk tumbuh

Banjarbaru, Oktober 2008

Sumber: Salawat Laut (Pustaka Banua, 2013)

Analisis Puisi:

Puisi "Antara Gelap dan Terang Manusia" karya Ariffin Noor Hasby merupakan puisi reflektif-religius yang mengajak pembaca merenungkan perjalanan batin manusia dalam memilih antara kebaikan dan keburukan. Penyair menggambarkan kehidupan sebagai ruang yang berada "antara gelap dan terang", yaitu antara dosa dan taubat, kesesatan dan petunjuk, serta keputusasaan dan harapan.

Melalui diksi yang simbolis dan penuh nuansa spiritual, puisi ini menunjukkan bahwa manusia senantiasa berada dalam proses pencarian cinta, pengampunan, dan makna hidup. Jalan menuju cahaya hanya dapat ditempuh melalui introspeksi, doa, serta kesediaan untuk kembali kepada Allah.

Tema

Tema utama puisi ini adalah perjalanan spiritual manusia dalam mencari cahaya kebenaran, cinta, dan kedekatan kepada Tuhan. Selain itu, puisi ini juga mengangkat tema tentang pertobatan, perenungan diri, perjuangan melawan hawa nafsu, serta pencarian makna kehidupan.

Puisi ini bercerita tentang seseorang yang sedang menempuh perjalanan batin. Ia menyadari bahwa hidup selalu berada di antara dua pilihan: gelap dan terang.

Dalam perjalanan tersebut, ia berusaha memasuki relung hatinya untuk menemukan cinta sebelum terlambat oleh kesesatan. Ia juga bersimpuh dalam doa, memohon ampunan atas dosa, membersihkan prasangka, dan menghapus berbagai hal yang dapat menjauhkan dirinya dari kebenaran.

Pada bagian akhir, penyair memutuskan untuk mengembalikan langkahnya menuju tempat persinggahan, yakni kembali kepada nilai-nilai kebaikan dan ketuhanan. Ia berusaha menghindari kerasnya pikiran yang diibaratkan seperti batu agar tetap memiliki ruang untuk bertumbuh secara spiritual.

Makna Tersirat

Makna tersirat dalam puisi ini adalah bahwa setiap manusia selalu berada dalam pergulatan batin antara cahaya dan kegelapan. Pilihan yang diambil akan menentukan arah kehidupannya.

Penyair ingin menegaskan bahwa manusia tidak boleh menunggu hingga terlambat untuk bertobat atau memperbaiki diri. Sebelum hati menjadi keras, sebelum pikiran dipenuhi prasangka, dan sebelum hidup kehilangan arah, manusia perlu kembali kepada doa, cinta, dan keimanan.

Ungkapan "antara gelap dan terang manusia" juga menyiratkan bahwa kehidupan bukanlah sesuatu yang sepenuhnya hitam atau putih. Setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah dan memilih jalan menuju kebaikan.

Amanat / Pesan yang Disampaikan

Beberapa amanat yang dapat dipetik dari puisi ini antara lain:
  • Jadikan doa sebagai jalan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.
  • Lakukan introspeksi sebelum terlambat oleh kesalahan dan penyesalan.
  • Bersihkan hati dari prasangka, kesombongan, dan kebencian.
  • Jangan biarkan pikiran menjadi keras hingga menolak kebenaran.
  • Kehidupan adalah kesempatan untuk terus memperbaiki diri.
  • Pilihlah jalan yang membawa kepada cahaya, cinta, dan kedamaian.
Puisi "Antara Gelap dan Terang Manusia" karya Ariffin Noor Hasby merupakan puisi religius yang mengajak pembaca melakukan refleksi mendalam terhadap perjalanan hidup dan kondisi batin manusia. Dengan memanfaatkan simbol-simbol gelap, terang, hati, doa, dan langkah, penyair menunjukkan bahwa kehidupan adalah proses memilih antara jalan kesesatan dan jalan kebenaran.

Puisi ini menegaskan bahwa manusia selalu memiliki kesempatan untuk kembali kepada Tuhan melalui doa, pertobatan, dan introspeksi diri. Pesan utamanya adalah bahwa cahaya kehidupan akan ditemukan ketika manusia berani membersihkan hati, meninggalkan kesombongan, serta melangkah menuju kebenaran dan kasih sayang Ilahi.

Ariffin Noor Hasby
Puisi: Antara Gelap dan Terang Manusia
Karya: Ariffin Noor Hasby

Biodata Ariffin Noor Hasby:
  • Ariffin Noor Hasby lahir pada tanggal 20 Februari 1964 di Marabahan, Kabupaten Batola, Kalimantan Selatan.
© Sepenuhnya. All rights reserved.