Di Bawah Mahoni Sebuah Kampus
daun mahoni sudah rontok
angin sembunyi di balik
tembok
dingin mengecup
wajah kota, aku duduk
merokok
sepasang kucing di pojok
kampus, tiba-tiba menerkam sepi
tubuhku remuk
tersangkut di dinding-dinding
ranting-ranting
1972
Sumber: Horison (Februari, 1975)
Analisis Puisi:
Puisi “Di Bawah Mahoni Sebuah Kampus” karya Soekoso DM merupakan puisi pendek yang kaya akan suasana dan simbolisme. Meskipun terdiri dari sedikit larik, puisi ini mampu menghadirkan gambaran kesepian, kegelisahan batin, dan refleksi diri melalui latar sebuah kampus yang sepi pada suasana dingin.
Penyair memanfaatkan unsur alam seperti daun mahoni, angin, dingin, serta kehadiran sepasang kucing untuk membangun suasana kontemplatif. Di balik kesederhanaannya, puisi ini menyimpan makna tentang keterasingan, kesunyian, dan pergulatan batin manusia ketika berhadapan dengan dirinya sendiri.
Tema
Tema utama puisi ini adalah kesepian dan refleksi batin seseorang dalam suasana yang sunyi. Selain itu, puisi ini juga mengangkat tema tentang keterasingan, kegelisahan hidup, dan hubungan antara manusia dengan lingkungan di sekitarnya.
Puisi ini bercerita tentang seseorang yang duduk merokok di bawah pohon mahoni di lingkungan kampus saat suasana dingin menyelimuti kota. Daun-daun mahoni telah berguguran dan angin seolah bersembunyi di balik tembok, menciptakan suasana yang hening dan sepi.
Di tengah kesunyian itu, penyair memperhatikan sepasang kucing di sudut kampus. Kehadiran kucing-kucing tersebut justru memunculkan kesadaran yang lebih dalam tentang kesepian yang sedang dirasakannya.
Pada bagian akhir, penyair menggambarkan dirinya seolah remuk dan tersangkut di dinding-dinding serta ranting-ranting. Gambaran ini menunjukkan kondisi batin yang tertekan, terbelenggu, atau terjebak dalam kegelisahan yang sulit dilepaskan.
Makna Tersirat
Makna tersirat dalam puisi ini antara lain:
- Kesepian tidak selalu muncul karena ketiadaan orang lain, tetapi dapat lahir dari pergulatan batin seseorang.
- Lingkungan yang sunyi sering menjadi ruang untuk merenungkan kehidupan.
- Manusia dapat merasa terasing meskipun berada di tempat yang biasanya ramai seperti kampus.
- Kehidupan modern sering membuat seseorang terjebak dalam kesendirian dan kegelisahan.
- Alam dan lingkungan sekitar sering menjadi cermin kondisi emosional manusia.
Puisi ini memperlihatkan bagaimana suasana di sekitar dapat memantulkan keadaan jiwa seseorang.
Suasana dalam Puisi
Suasana yang dominan dalam puisi ini adalah:
- Sepi.
- Melankolis.
- Dingin.
- Kontemplatif.
- Sedikit muram.
Suasana tersebut dibangun melalui gambaran daun yang rontok, angin yang bersembunyi, udara dingin, serta kesunyian kampus yang menjadi latar peristiwa.
Amanat / Pesan yang Disampaikan
Beberapa amanat yang dapat dipetik dari puisi ini adalah:
- Kesunyian dapat menjadi kesempatan untuk mengenali diri sendiri.
- Manusia perlu memahami dan menerima pergulatan batin yang dialaminya.
- Kehidupan tidak selalu dipenuhi keramaian; ada saat-saat ketika seseorang harus berdamai dengan kesendirian.
- Alam dan lingkungan sekitar dapat menjadi sarana refleksi terhadap kondisi diri.
- Jangan mengabaikan kesehatan emosional ketika menghadapi tekanan hidup.
Puisi “Di Bawah Mahoni Sebuah Kampus” karya Soekoso DM merupakan puisi pendek yang menggambarkan kesepian dan pergulatan batin melalui suasana kampus yang sunyi. Dengan memanfaatkan simbol-simbol alam seperti daun mahoni, angin, dingin, dan kucing, penyair berhasil membangun suasana melankolis dan reflektif. Makna yang terkandung di dalamnya mengajak pembaca untuk merenungkan kesendirian, memahami kondisi emosional diri, serta menyadari bahwa lingkungan sekitar sering kali menjadi cerminan dari apa yang sedang terjadi dalam jiwa manusia. Puisi ini menunjukkan bahwa dari kesunyian yang sederhana dapat lahir perenungan yang mendalam tentang kehidupan.
Karya: Soekoso DM
Biodata Soekoso DM:
- Soekoso DM, lahir di Purworejo, 17 Juli 1949.
