Hari Ini
Hari ini isteriku pergi ke kursus Idhata
Katanya, kumau belajar matematika buat anak-anak kita
Hari ini langit masih montok biru berenda
Hari ini angin berembus dari rahasia penuh harum bunga
Sebuah titik melengkung di atas meja
Apakah ini matematika? Sebuah awal dari Adam dan Hawa?
Ya, Tuhan, hidup terasa semakin tergesa, semakin tergesa
Hidup di atas bangku prasangka dan curiga
Hari ini isteriku pergi ke kursus Idhata
Di tangannya sebuah buku ramalan Jayabaya
Sebab kata matematika: lima adalah dua
Kemudian buku Wulangreh dan Wedatama
Terjerembab dalam kamar gelap pekat
Hanya sebentar, hanya samar-samar, hanya terdengar, hanya ...
Surabaya, Juli 1975
Sumber: Horison (April, 1978)
Analisis Puisi:
Puisi "Hari Ini" karya Suripan Sadi Hutomo adalah karya sastra yang menggambarkan momen-momen dalam kehidupan seorang suami yang merenungkan perubahan dalam hubungan dengan istrinya. Puisi ini menciptakan suasana perasaan dan refleksi tentang perubahan yang tidak terduga dalam hidup.
Narasi Kehidupan Sehari-hari: Puisi ini membawa pembaca ke dalam narasi kehidupan sehari-hari seorang suami yang merasa terasing dari istrinya. Perginya istrinya ke kursus Idhata untuk belajar matematika untuk anak-anak mereka menjadi peristiwa penting dalam puisi ini. Puisi ini menciptakan gambaran tentang harian yang biasa namun merasakan ketegangan dan kebingungan dalam hubungan.
Simbolisme Matematika: Matematika dalam puisi ini bukan hanya tentang angka dan perhitungan, melainkan juga melambangkan perubahan dan perpecahan dalam hubungan antara suami dan istrinya. Ketika istrinya memutuskan untuk belajar matematika, ini bisa diartikan sebagai usahanya untuk memecahkan masalah atau perbedaan dalam hubungan mereka.
Perubahan Emosional: Puisi ini menciptakan perasaan ketidakpastian dan kebingungan dalam kehidupan suami. Ia merasa hidup semakin tergesa-gesa dan dipenuhi prasangka dan curiga. Perubahan ini mungkin mencerminkan perasaannya yang semakin terasing dari istrinya, seiring dengan perubahan yang dia alami dalam hubungan mereka.
Pertanyaan tentang Perasaan dan Keputusan: Puisi ini menggambarkan suami yang merenungkan perasaannya dan mempertanyakan keputusan istrinya. Pertanyaan-pertanyaan seperti "Apakah ini matematika?" dan "Sebuah awal dari Adam dan Hawa?" menciptakan atmosfer ketidakpastian dan perasaan yang mendalam.
Gaya Bahasa dan Struktur: Suripan Sadi Hutomo menggunakan bahasa yang sederhana namun mendalam dalam puisi ini. Strukturnya sederhana dengan bait-bait pendek yang menciptakan ritme yang mengundang pembaca untuk merenungkan makna yang lebih dalam.
Puisi "Hari Ini" karya Suripan Sadi Hutomo adalah karya sastra yang menggambarkan perubahan dalam hubungan seorang suami dan istrinya. Puisi ini menciptakan perasaan ketidakpastian dan refleksi tentang perasaan dalam kehidupan sehari-hari. Ini mengajak pembaca untuk merenungkan kompleksitas perasaan dan keputusan dalam hubungan manusia.
Karya: Suripan Sadi Hutomo
Biodata Suripan Sadi Hutomo:
- Suripan Sadi Hutomo lahir pada tanggal 5 Februari 1940 di Ngawen, Blora.
- Suripan Sadi Hutomo meninggal dunia pada tanggal 23 Februari 2001 di Surabaya.