Puisi: Hutan Kalimantan (Karya Ali Syamsudin Arsi)

Puisi "Hutan Kalimantan" karya Ali Syamsudin Arsi menyampaikan kritik terhadap manusia yang gagal menjaga kelestarian alam. Anak-anak yang ...

Hutan Kalimantan

anak-anak riang ceria
di arena sebuah lomba

kita sekarang menggambar kembali:

hutan kita yang hilang

Banjarbaru, 14 Juli 2013

Sumber: Gemuruh (Fram Publishing, 2014)

Analisis Puisi:

Puisi "Hutan Kalimantan" karya Ali Syamsudin Arsi merupakan puisi pendek yang mengandung kritik sosial dan kepedulian terhadap lingkungan. Walaupun hanya terdiri atas beberapa baris, puisi ini menyampaikan pesan yang kuat mengenai hilangnya hutan sebagai salah satu kekayaan alam Indonesia, khususnya di Kalimantan.

Penyair menggunakan kontras antara keceriaan anak-anak yang sedang mengikuti lomba menggambar dengan kenyataan bahwa hutan yang mereka gambar justru telah hilang. Kesederhanaan bahasa dalam puisi ini justru memperkuat daya kritiknya, sehingga pembaca diajak merenungkan kondisi lingkungan yang semakin memprihatinkan.

Tema

Tema utama puisi ini adalah kerusakan lingkungan akibat hilangnya hutan serta kepedulian terhadap pelestarian alam. Selain itu, puisi ini juga mengangkat tema tentang kehilangan, kenangan, dan harapan agar generasi mendatang tetap mengenal kekayaan alam yang mulai punah.

Puisi ini bercerita tentang sekelompok anak-anak yang dengan riang mengikuti sebuah lomba menggambar. Mereka diminta menggambar kembali hutan yang pernah menjadi bagian dari kehidupan.

Namun, pada larik penutup muncul kenyataan yang menyentuh:

"hutan kita yang hilang"

Ungkapan tersebut menunjukkan bahwa hutan yang digambar bukan lagi pemandangan yang dapat mereka lihat secara langsung, melainkan sesuatu yang hanya tersisa dalam ingatan atau imajinasi. Dengan demikian, puisi ini menggambarkan ironi bahwa generasi muda harus mengenal hutan melalui gambar karena keberadaannya telah banyak menghilang.

Makna Tersirat

Makna tersirat dalam puisi ini adalah bahwa kerusakan lingkungan telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan. Hutan yang dahulu menjadi sumber kehidupan kini hanya menjadi objek kenangan.

Penyair juga menyampaikan kritik terhadap manusia yang gagal menjaga kelestarian alam. Anak-anak yang seharusnya menikmati keindahan hutan secara langsung justru hanya mampu menggambarnya di atas kertas.

Puisi ini menjadi pengingat bahwa apabila eksploitasi alam terus berlangsung, generasi berikutnya hanya akan mengenal kekayaan alam melalui cerita, gambar, atau buku sejarah.

Amanat / Pesan yang Disampaikan

Beberapa amanat yang dapat dipetik dari puisi ini antara lain:
  • Jagalah kelestarian hutan sebagai warisan bagi generasi mendatang.
  • Jangan mengeksploitasi alam secara berlebihan hingga menyebabkan kerusakan permanen.
  • Anak-anak berhak menikmati keindahan alam secara nyata, bukan hanya melalui gambar atau cerita.
  • Kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai sejak dini.
  • Kehilangan hutan berarti kehilangan bagian penting dari kehidupan manusia.
Puisi "Hutan Kalimantan" karya Ali Syamsudin Arsi merupakan puisi pendek yang menyampaikan kritik lingkungan secara sederhana namun sangat kuat. Melalui gambaran anak-anak yang menggambar kembali hutan yang telah hilang, penyair memperlihatkan ironi bahwa generasi masa depan berpotensi hanya mengenal kekayaan alam melalui imajinasi, bukan melalui pengalaman nyata.

Puisi ini mengajak pembaca untuk menyadari pentingnya menjaga hutan sebagai sumber kehidupan. Sebab apabila kelestarian alam terus diabaikan, yang tersisa hanyalah kenangan tentang "hutan kita yang hilang."

Ali Syamsudin Arsi
Puisi: Hutan Kalimantan
Karya: Ali Syamsudin Arsi

Biodata Ali Syamsudin Arsi:
  • Ali Syamsudin Arsi (ASA) lahir pada tanggal 5 Juni 1964 di Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan.
© Sepenuhnya. All rights reserved.