Kuta
Jane, Jane, matamu
Samudra luas tak terduga
Haus dan lapar
Menyeringai bagai hantu
Jane, Jane, gelombang di dadamu
Memukul-mukul jantungku
Kaubilang pisang
Aku bilang keju
Kita bergumul di pasir
Seperti siluman
Kau mencakarku hingga kuku
Jane, Jane, kaulah Sita
Aku Rahwana
Menelan ludah kecewa
Sia-sia ke Nirwana
Sumber: Horison (Juli, 1974)
Analisis Puisi:
Puisi "Kuta" karya Rusli A. Malem adalah karya yang sarat dengan citra-citra dan metafora, menciptakan suatu atmosfer yang misterius dan penuh emosi.
Citra Samudra dan Gelombang: Puisi dibuka dengan citra samudra yang luas dan tak terduga, menciptakan gambaran yang menggambarkan kebesaran dan misteri. Gelombang di dadamu menciptakan kontras dengan keadaan samudra, menunjukkan kegelisahan atau konflik di dalam diri.
Jane sebagai Subjek: Nama "Jane" muncul sebagai tokoh sentral dalam puisi ini. Jane digambarkan dengan matanya yang lapar dan haus, memberikan kesan keinginan yang mendalam atau kekosongan yang perlu diisi. Jane juga dihubungkan dengan citra Sita, karakter mitologis dalam epik Ramayana.
Perbandingan Pisang dan Keju: Perbandingan antara pisang dan keju dapat diartikan sebagai representasi perbedaan pandangan atau pemahaman antara Jane dan si penyair. Ini menciptakan atmosfer dialog atau perdebatan dalam hubungan mereka.
Gumul di Pasir dan Siluman: Puisi menciptakan gambaran tentang pertarungan atau hubungan yang intens, diungkapkan melalui metafora bergumul di pasir seperti siluman. Ini dapat mencerminkan konflik dalam hubungan atau perasaan yang sulit dipahami.
Rahwana dan Sita: Penyair menyematkan mitologi Ramayana ke dalam puisi, menggambarkan Jane sebagai Sita dan dirinya sebagai Rahwana. Ini bisa diartikan sebagai eksplorasi hubungan yang kompleks, di mana si penyair merasa seperti Rahwana yang menelan ludah kecewa.
Atmosfer Misterius dan Emosional: Penggunaan citra dan metafora menciptakan atmosfer misterius dan emosional dalam puisi ini. Bahasa yang dipilih oleh penyair dapat dianggap sebagai ekspresi perasaan yang mendalam dan penuh kebingungan.
Sia-Sia ke Nirwana: Bait terakhir menggambarkan rasa kecewa dan ketidakpuasan. Meskipun merujuk pada Nirwana, kata-kata ini menciptakan kesan bahwa pencarian kepuasan atau pemenuhan dalam hubungan tidak selalu membawa kepuasan atau pemenuhan sesungguhnya.
Puisi "Kuta" karya Rusli A. Malem adalah sebuah karya yang memadukan citra, metafora, dan mitologi untuk mengeksplorasi dinamika hubungan manusia dengan nuansa misterius dan emosional.
Puisi: Kuta
Karya: Rusli A. Malem
Biodata Rusli A. Malem:
- Rusli A. Malem lahir pada tanggal 27 November 1942 di desa Lhok Nibong, Aceh.