Puisi: Langgam Banten (Karya Husnul Khuluqi)

Puisi “Langgam Banten” karya Husnul Khuluqi menggambarkan kerinduan yang mendalam terhadap seseorang yang telah pergi atau menghilang dari ...

Langgam Banten

di manakah mesti kuukir namamu
di siang segerah ini, aku sasar di bawah hitam
bayang matahari
aku telah kehilangan sepasang jejak kakimu
yang dulu kautinggal di ujung terminal
angin hanya menggugurkan dedaun kuning
tak mampu menunjukkan ke mana
waktu menggiring tubuhmu
gang-gang tanah penuh debu
yang selalu berakhir di kampung batu
dengan rumput kering di kanan kirinya
tak juga mampu memberikan tanda
di mana tegak tubuhmu berada
di manakah mesti kuterakan namamu
jalan-jalan di kota ini tak lagi memberi tempat
selain debu dan udara yang begitu lekat
mendekap jiwaku yang sunyi pekat

Sumber: Jurnal Nasional (9 Februari 2014)

Analisis Puisi:

Puisi “Langgam Banten” karya Husnul Khuluqi menggambarkan kerinduan yang mendalam terhadap seseorang yang telah pergi atau menghilang dari kehidupan penyair. Melalui perjalanan imajinatif menyusuri terminal, jalan-jalan berdebu, hingga kampung batu, penyair menampilkan pencarian yang tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga emosional dan batiniah. Puisi ini sarat dengan nuansa kehilangan, kenangan, dan kesepian yang membekas.

Tema

Tema utama puisi ini adalah kerinduan dan pencarian terhadap seseorang yang telah pergi, disertai perasaan kehilangan yang mendalam. Penyair berusaha menemukan kembali jejak orang yang dirindukan, namun waktu dan keadaan seolah telah menghapus semua petunjuk.

Puisi ini bercerita tentang seseorang yang mencari jejak sosok yang pernah hadir dalam hidupnya. Ia menyusuri berbagai tempat yang dahulu mungkin menyimpan kenangan bersama, seperti terminal, jalan-jalan kota, dan kampung batu. Namun semua tempat itu tidak lagi mampu memberinya jawaban mengenai keberadaan orang yang dicari.

Pencarian tersebut akhirnya berubah menjadi perenungan tentang waktu, kehilangan, dan kesunyian yang terus menemani dirinya.

Makna Tersirat

Makna tersirat dalam puisi ini adalah bahwa tidak semua kehilangan dapat dipulihkan melalui pencarian fisik. Ada kalanya seseorang telah begitu jauh pergi sehingga yang tersisa hanyalah kenangan dan jejak samar dalam ingatan.

Selain itu, puisi ini juga mengisyaratkan bahwa waktu memiliki kuasa untuk menghapus jejak manusia. Jalan-jalan yang dahulu akrab, tempat-tempat yang pernah menyimpan kenangan, lambat laun berubah menjadi ruang asing yang tidak lagi mampu mengembalikan masa lalu.

Amanat / Pesan yang Disampaikan

Beberapa amanat yang dapat dipetik dari puisi ini antara lain:
  • Hargailah kehadiran seseorang selagi masih bersama.
  • Waktu dapat mengubah banyak hal, termasuk hubungan dan kenangan.
  • Kehilangan merupakan bagian dari perjalanan hidup yang harus diterima dengan lapang hati.
  • Kerinduan adalah bukti bahwa suatu hubungan pernah memiliki makna yang mendalam.
Puisi “Langgam Banten” karya Husnul Khuluqi merupakan puisi yang mengangkat tema kerinduan dan kehilangan dengan bahasa yang puitis serta simbolik. Melalui gambaran jalanan berdebu, jejak kaki yang hilang, dan kota yang tidak lagi memberi petunjuk, penyair menunjukkan betapa sulitnya menemukan kembali sesuatu yang telah dibawa pergi oleh waktu. Puisi ini mengajak pembaca merenungkan makna kenangan, perpisahan, dan kesunyian yang sering menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia.

Husnul Khuluqi
Puisi: Langgam Banten
Karya: Husnul Khuluqi

Biodata Husnul Khuluqi:
  • Husnul Khuluqi lahir pada tanggal 12 Januari 1969 di Kampung Krapyak, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
© Sepenuhnya. All rights reserved.