Puisi: Menggali Luka (Karya Widodo Arumdono)

Puisi “Menggali Luka” karya Widodo Arumdono adalah peringatan tentang kerusakan bumi yang semakin parah serta keterasingan manusia dari alamnya ...

Menggali Luka

Kugali luka
dari lubang dunia

"ke mana amis nafas
mengirim beritanya
ketika hati bumi
menguakkan ozon jingga
ke wajah langit

matahari panas
begitu mau lepas"
tak terkira!

Jakarta, Oktober 1997

Sumber: Dari Amerika ke Catatan Langit (2005)

Analisis Puisi:

Puisi “Menggali Luka” karya Widodo Arumdono menghadirkan gambaran yang padat, gelap, dan penuh tekanan ekologis sekaligus eksistensial. Dengan bahasa yang singkat namun simbolik, puisi ini membuka ruang tafsir tentang kerusakan bumi dan kegelisahan batin manusia modern.

Tema

Tema puisi ini adalah kerusakan lingkungan dan luka eksistensial manusia yang saling berkaitan. Luka yang digali bukan hanya bersifat fisik, tetapi juga ekologis dan spiritual, seolah bumi dan manusia sama-sama berada dalam kondisi yang terluka.

Puisi ini bercerita tentang upaya “menggali luka” dari dunia yang sudah rusak, di mana bumi tidak lagi stabil dan atmosfernya pun mengalami gangguan. Ada gambaran tentang ozon, langit, matahari, dan bumi yang semuanya menunjukkan ketidakseimbangan alam akibat sesuatu yang tidak dijelaskan secara langsung, tetapi terasa sebagai krisis ekologis.

Makna Tersirat

Makna tersirat puisi ini adalah peringatan tentang kerusakan bumi yang semakin parah serta keterasingan manusia dari alamnya sendiri. Frasa seperti “lubang dunia” dan “menggali luka” menunjukkan bahwa kerusakan itu sudah sangat dalam, bahkan menjadi bagian dari struktur dunia itu sendiri.

Selain itu, terdapat makna filosofis: luka bukan hanya sesuatu yang ditemukan, tetapi juga sesuatu yang terus digali—artinya manusia turut memperparahnya.

Amanat / Pesan yang Disampaikan

Pesan yang disampaikan puisi ini adalah peringatan terhadap dampak kerusakan lingkungan dan keserakahan manusia. Puisi ini mengajak pembaca untuk menyadari bahwa bumi sedang berada dalam kondisi kritis, dan jika terus diabaikan, keseimbangan alam bisa benar-benar runtuh.

Puisi "Menggali Luka" merupakan karya yang sarat makna ekologis dan filosofis. Dengan bahasa simbolik dan citra alam yang kuat, puisi ini menggambarkan dunia yang sedang mengalami keretakan, sekaligus mengajak pembaca untuk merenungi hubungan manusia dengan alam yang semakin rapuh.

Widodo Arumdono
Puisi: Menggali Luka
Karya: Widodo Arumdono

Biodata Widodo Arumdono:
  • Widodo Arumdono lahir pada tanggal 5 Mei 1968 di Jakarta.
© Sepenuhnya. All rights reserved.