Pasti Iya
Hastamu ringan sama sekali
Tanpa pernah ingkar pada uluran
Menolak 'tidak', mendorong hati
Yang datang meminta 'iya'
atau memohon sejumlah sah,
Lakumu akan beri tahu
Sekarang, atau nanti dulu
Se-lama belaka lakumu
Beri arah tanpa pamrih
Andai duduk ibadahmu tak kunjung berupa
'tidak'-mu terlahir 'iya'
Tareem, 10 November 2025
Analisis Puisi:
Puisi "Pasti Iya" karya Iainurroziq merupakan puisi religius yang menggambarkan kemuliaan akhlak Muhammad. Puisi ini terinspirasi dari syair Arab yang terdapat dalam kitab Syarh Al-Burdah karya Ibrahim al-Bajuri, yang menjelaskan bahwa Rasulullah hampir tidak pernah mengucapkan kata "tidak" kepada orang yang meminta pertolongan. Bahkan, dalam syair tersebut disebutkan bahwa satu-satunya "laa" (tidak) yang beliau ucapkan adalah dalam kalimat syahadat.
Melalui bahasa yang sederhana namun penuh makna, penyair menghadirkan gambaran tentang sifat dermawan, murah hati, dan penuh kasih yang menjadi teladan bagi umat manusia.
Tema
Tema utama puisi ini adalah kemuliaan akhlak Rasulullah dan sikap suka memberi kepada sesama. Tema pendukung yang muncul dalam puisi ini meliputi:
- Keteladanan.
- Kedermawanan.
- Keikhlasan.
- Kepedulian sosial.
- Nilai-nilai akhlak Islam.
Puisi ini bercerita tentang sosok yang selalu ringan tangan dalam membantu orang lain dan tidak mudah menolak permintaan yang datang kepadanya.
Penyair menggambarkan bahwa ketika ada seseorang yang meminta bantuan, jawaban yang diberikan bukanlah penolakan, melainkan kesediaan untuk membantu, baik segera maupun setelah memungkinkan.
Sosok tersebut tidak bertindak karena mengharapkan imbalan, melainkan karena dorongan akhlak mulia dan kepedulian yang tulus. Pada bagian akhir, penyair menegaskan bahwa bahkan ketika keadaan tidak memungkinkan untuk memenuhi permintaan saat itu juga, sikap dan niat baiknya tetap mengarah pada "iya", bukan "tidak".
Dalam konteks inspirasi puisi ini, sosok yang dimaksud merupakan representasi akhlak Rasulullah yang dikenal sangat pemurah dan tidak suka mengecewakan orang yang datang meminta bantuan.
Makna Tersirat
Makna tersirat dalam puisi ini adalah bahwa kemuliaan seseorang tidak hanya terlihat dari ibadahnya, tetapi juga dari cara ia memperlakukan orang lain.
Puisi ini menyiratkan bahwa sifat suka membantu, tidak mudah menolak, dan selalu berusaha memenuhi kebutuhan sesama merupakan bentuk akhlak yang sangat luhur.
Selain itu, puisi ini mengajarkan bahwa sikap positif dan niat baik harus selalu diutamakan. Bahkan ketika seseorang belum mampu memberi, ia tetap dapat menjaga perasaan orang lain dengan kelembutan dan harapan yang baik.
Amanat / Pesan yang Disampaikan
Amanat yang dapat dipetik dari puisi ini antara lain:
- Jadilah pribadi yang ringan tangan dalam membantu sesama.
- Hindari sikap kikir dan gemar menolak orang yang membutuhkan pertolongan.
- Tumbuhkan keikhlasan dalam memberi tanpa mengharapkan balasan.
- Teladanilah akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
- Jika belum mampu membantu, tetaplah bersikap lembut dan menjaga perasaan orang lain.
Puisi ini mengingatkan bahwa akhlak yang baik merupakan salah satu bentuk ibadah yang sangat mulia.
Puisi "Pasti Iya" karya Iainurroziq merupakan puisi religius yang mengangkat keteladanan akhlak Rasulullah ﷺ, khususnya sifat dermawan dan kecenderungan beliau untuk tidak mengecewakan orang yang meminta pertolongan. Melalui bahasa yang sederhana dan simbolik, penyair menyampaikan pesan bahwa kemuliaan seseorang tercermin dari kepeduliannya terhadap sesama. Puisi ini mengajarkan pentingnya keikhlasan, kemurahan hati, dan sikap selalu berusaha memberi manfaat bagi orang lain sebagai bagian dari akhlak mulia yang patut diteladani.
Karya: Iainurroziq
Biodata Iainurroziq:
- Iainurroziq, bernama asli Ahmad Ilham Ainur Roziq, lahir di Sidoarjo pada tahun 2005. Sangat berhasrat pada kesenian, khususnya kebudayaan, seni rupa dan sastra. Kesibukannya adalah belajar ilmu agama, menulis sajak dan cerita, serta berusaha konsisten menghasilkan karya seni rupa.
- Saat ini sedang menempuh pendidikan strata 1 di Al-Ahgaff University, Yaman. Ia juga sedang mengikuti Kelas Puisi Jadi Cuan, Sekolah Kepenulisan Kosana Publisher @kosanapublisher bersama @intanhafidahnh sebagai mentor kelas.