Pemberontakan di Bumi
bila seorang pemberontak
ditangkap hidup-hidup
ia pun menebak
sebuah teka-teki
dihukum mati
atau penjara seumur hidup
bila seorang anak
dilahirkan hidup-hidup
ia pun dijebak
sebuah teka-teki
dihukum mati
atau penjara seumur hidup
bila tangisnya meledak
pemberontakan pun mulai
dalam gerak
menyepak-nyepak
bila ia memilih diam
pemberontakan pun berlangsung
dalam hening
pemberontakan diam-diam
terhadap bumi:
penjara seumur hidup
anak
yang lahir mati
adalah pemberontak
yang kalah sebelum mulai
betapa cepat ia selesai
anak
yang lahir hidup
adalah pemberontak
yang ditangkap hidup-hidup
terjebak dalam perangkap
nasib
ia tinggal memilih
berani
menggumuli sepi
atau lunglai
dalam ngeri
sendiri
Makassar, Februari 1974
Sumber: Horison (April, 1975)
Analisis Puisi:
Puisi "Pemberontakan di Bumi" karya Husni Djamaluddin adalah ungkapan perasaan dan pemikiran penyair tentang pemberontakan dan konflik yang dialami oleh individu, terutama anak-anak, dalam situasi yang menantang.
Pemberontakan sebagai Teka-Teki: Puisi ini menggambarkan pemberontakan sebagai suatu teka-teki atau pertanyaan yang sulit dijawab. Ketika seorang pemberontak ditangkap, ia harus menebak apakah ia akan dihukum mati atau dijebak dalam penjara seumur hidup. Ini mencerminkan ketidakpastian dan ketakutan yang seringkali dirasakan oleh para pemberontak atau aktivis yang berjuang untuk perubahan.
Analogi dengan Kelahiran: Penyair menggunakan analogi antara pemberontak dan seorang anak yang baru lahir. Anak yang lahir hidup-hidup menghadapi ketidakpastian dan misteri yang sama seperti pemberontak yang ditangkap. Mereka berdua dihadapkan pada pilihan-pilihan yang sulit dan memiliki nasib yang tidak dapat diprediksi.
Pemberontakan sebagai Reaksi Terhadap Ketidakadilan: Puisi ini menggambarkan bahwa tangis anak yang baru lahir adalah awal dari pemberontakan. Ketika ada ketidakadilan atau penderitaan, pemberontakan muncul sebagai reaksi alami. Ini bisa berarti pemberontakan yang terbuka dan berani, atau bahkan pemberontakan yang tersembunyi dan diam-diam.
Perlawanan Terhadap Takdir: Penyair menggarisbawahi bahwa anak yang lahir hidup adalah pemberontak yang tidak mengalah, bahkan ketika mereka ditangkap oleh nasib atau situasi yang sulit. Mereka memiliki pilihan untuk menghadapinya dengan berani dan mengatasi kesepian atau menyerah dalam ketakutan dan teror.
Puisi "Pemberontakan di Bumi" menggambarkan konsep pemberontakan sebagai reaksi terhadap ketidakadilan dan ketidakpastian dalam kehidupan. Penyair mengajak pembaca untuk merenungkan keteguhan hati individu dalam menghadapi konflik, terutama ketika mereka harus memilih antara berani menghadapinya atau menyerah kepada rasa takut. Puisi ini menyoroti kompleksitas kondisi manusia dan perjuangan untuk mempertahankan martabat dalam situasi yang sulit.
Karya: Husni Djamaluddin
Biodata Husni Djamaluddin:
- Husni Djamaluddin lahir pada tanggal 10 November 1934 di Tinambung, Mandar, Sulawesi Selatan.
- Husni Djamaluddin meninggal dunia pada tanggal 24 Oktober 2004.
